4 Topik Rekomendasi untuk Penulis Pemula

Jangan ragu meskipun masih penulis pemula, gas aja dulu!

4 Topik Rekomendasi untuk Penulis Pemula
Photo by Ylanite Koppens from Pexels

Untuk memulai sesuatu, mengimajinasikannya adalah hal yang paling mudah, sedangkan untuk memulainya adalah hal yang paling sulit. Ketika kita merencanakan untuk melakukan suatu hal, mengimajinasikannya memang membuat kita merasa sudah separuh merealisasikannya. Dan terkadang hal tersebut justru menjadi kendala untuk kita benar-benar mewujudkan rencana.

Bergelut dengan imajinasi kan memang lebih gampang dari bergelut dengan realita. Seperti halnya saat kita menyukai seseorang diam-diam, lebih mudah untuk halu daripada benar-benar mendekatinya, apalagi mendapatkannya, hm hm hm. 

Mungkin hal inilah yang dirasakan bagi penulis pemula. Dengan semakin banyak influencer penulis kreatif dan media-media yang mewadahi untuk menulis, banyak orang yang semakin tertarik untuk menjadi penulis karena memang menulis tampak asyik.

Sayangnya, keasyikan tersebut sangat terlihat menyenangkan dan menjanjikan saat seorang penulis pemula baru ingin mulai menekuni kepenulisan. Ketika niat sudah bulat dan laptop di depan mata, terkadang sulit untuk menentukan ingin menulis tentang apa.

Jika kamu juga mengalami hal ini, sebenarnya kamu tidak perlu bingung. Karena menulis bukan hanya bentuk dari buah pikiran tapi juga buah nurani, kalau kata Pram, tulisan-tulisan yang ia hasilkan adalah anak rohaninya.

Ya semacam itulah menulis, kamu bisa mendapat puluhan inspirasi meskipun sumbernya hanya dari dirimu saja. Nah, untuk penulis pemula yang ingin segera memulai, sederet topik ini barangkali bisa menjadi pilihanmu untuk menjadi bahan anak rohanimu yang pertama-tama.

1. Tulis jurnal keseharianmu

Menulis jurnal keseharian
Wah, wah, menulis jurnal ini sama sekali jangan diremehkan ya. Untuk mengelaborasi diri sendiri, dan menagggapi apa yang sedang kamu rasakan, menulis jurnal adalah sebuah cara yang sangat ampuh. Menulis jurnal sekaligus sebuah untuk menjadi pribadi yang lebih deep thinker.

Jadi, ketika kamu merasakan atau mengalami sesuatu, kamu tidak akan sekedar melewatkannya begitu saja atau justru memendamnya. Dengan menulis sebuah jurnal, kamu tidak cuma akan merasa lebih lega karena pikiranmu sebagian sudah terlepas, tapi juga akan memahami dirimu sendiri lebih dalam.

Oleh karena itulah banyak orang di luar negeri hingga tua mereka tetap mempertahankan menulis jurnal sehari-hari. Karena, mereka juga bisa menemukan solusi dari masalah yang mereka alami.

Intinya, menulis jurnal juga membantu seseorang untuk tumbuh.

2. Tulis pengalaman perjalananmu

Menulis review perjalanan , travel blogger
Sebagai seorang penulis pemula, topik ini adalah salah satu yang paling menarik. Pertama, pengalaman liburan atau perjalanan memiliki banyak hal untuk diceritakan. Kedua, kamu sekaligus bisa menambahkan berbagai foto menarik tentang perjalananmu bersamaan dengan tulisanmu.

Agar pengalaman perjalanan ini terasa lebih menggigit, jangan cuma menceritakan apa saja yang kamu lakukan selama liburan. Tapi, tulis juga komentarmu tentang biaya perjalanannya, review tempat wisatanya, hotelnya, makanannya, dan tulis juga tipsmu agar orang yang membaca bisa ikut belajar.

Kemudian, agar pengalaman perjalanan ini menjadi sebuah tulisan yang anti-mainstream, kamu bisa menambahkan apa saja yang kamu dapatkan dari perjalanan kali ini. Misalnya pelajaran apa yang kamu tiba-tiba sadari saat di jalan atau mengunjungi spot wisata. Semacam penambahan isi tulisan yang reflektif begitu lah.

Karena, pengalaman perjalanan saja sebenarnya sudah sangat umum. Jadi, menambahkan sesuatu yang otentik dari kamu akan membuatnya makin menarik.

3. Tulis review film atau musisi

Review film, drama, dan musisi
Hampir tidak mungkin kalau anak muda zaman sekarang tidak nonton film atau drama dan menyukai musisi tertentu. Dan review tentang apa yang kita tonton adalah salah satu topik yang tidak akan pernah surut untuk ditulis. Sebagai penulis pemula, keuntungannya adalah, kamu bisa belajar banyak dari review yang sudah ditulis orang lain.

Apalagi, ketika kamu mencoba menulis review tentang sebuah film yang sedang trending, kamu bisa ikut belajar dari konten kekinian tersebut, tulisan macam apa yang menarik untuk dibaca. Selain itu, review film atau musisi ini sangat recommended untuk dibuat segmen khusus dalam blogmu.

Review tentang film adalah topik yang tidak akan habis masanya. Dan lagipula, jika audiensmu nanti sudah banyak, kamu bisa memfokuskan laman pribadi untuk review film ataupun musisi.

Tidak jarang orang membaca review atau sinopsis sebuah tontonan sebelum benar-benar menontonnya. Dan jika lamanmu sudah cukup populer, bukankah ini akan sangat menguntungkan?

4. Tulis karya sastra

menulis karya sastra
Saat ini, banyak sekali quotes anonim yang bertebaran di Instagram. Tidak jarang, ketika membacanya seseorang bisa ikutan terinspirasi tentang sebuah kalimat yang estetik. Bukan cuma itu, kamu juga bisa belajar dari para penulis zaman now yang sering membagikan kata-kata cantik di sosial medianya.

Selain quotes atau paragraf pendek yang penuh makna, kamu juga bisa membuat bentuk karya literasi lain seperti puisi atau cerpen jika kamu menyukai tulisan semacam itu. Agar quotes atau puisi semakin cantik, kamu juga bisa menghiasnya dengan aplikasi edit gambar semacam Canva. Lalu kamu tinggal mengunggahnya di sosial media atau blog pribadi.

Di era digital seperti ini, hampir semua media bisa kamu gunakan untuk menulis. Bukan hanya di blog saja, kamu juga bisa membuat tulisan-tulisan singkat di atas aplikasi edit gambar, atau kamu juga bisa mendaftarkan diri ke website yang mewadahi semua orang untuk bisa menulis di website tersebut.

Zaman sekarang, kita sudah punya banyak wadah yang bisa mensupport seseorang untuk mulai menulisdan mempublikasi tulisannya. Jadi, bisa dibilang kita sudah menang modal dibanding orang zaman dahulu. Tinggal mulai saja, karena now or never!


Sebagai penulis pemula, jangan terburu-buru untuk bisa membuat tulisanmu menjadi viral. Bagaimanapun, menulis adalah sesuatu yang berproses. Seorang penulis yang sudah kelas kakap pun masih bisa terus berkembang sepanjang akhir hidupnya. Jadi jangan memaksakan diri untuk mencari topik yang berat untuk ditulis, sedangkan kamu tidak terlalu menguasainya.

Lebih baik, tentukan topik yang memang kamu kuasai seperti beberapa hal di atas. Bukankah menulis jurnal, review film, pengalaman perjalanan, dan quotes galau juga akan memiliki citra yang otentik? Bagaimanapun, sesuatu yang ditulis dari pengalaman pribadi seseorang adalah sesuatu yang khas. Jadi, bagaimana kalau memilih salah satu topik di atas untuk debutmu sebagai penulis pemula?