5 Alasan Kenapa Dia Masih Setia Jadi TTM Kamu

Dikodein terus tapi tak ada kepastian? Kamu dan dia masih belum move on dari status TTM? Yuk, mampir.

5 Alasan Kenapa Dia Masih Setia Jadi TTM Kamu
Photo by Josh Felise from Unsplash

Teman tapi mesra.

Di awal tahun 2000an, istilah TTM ini sempat sangat populer setelah satu kelompok penyanyi duo Indonesia sukses membawakan lagu cinta yang bertema serupa.

"Cukuplah saja berteman denganku, janganlah kau meminta lebih. Lebih baik kita berteman, teman tapi mesra."

- Ratu

Kamu sedang terjebak dalam hubungan yang sama? Terlalu akrab dengan si dia sampai terbawa perasaan, kemudian terjebak dengan dia yang hanya memberikan kode tanpa pernah meluruskan maksudnya.

Bisa jadi kamu akan merasa kesal, sebal, penasaran, tapi masih tetap akan menikmati status kalian yang menggantung. Mau bagaimana lagi? Dia juga masih teman kamu. Memutuskan hubungan pertemanan tanpa sebab yang jelas, agaknya lebih susah ditoleransi ketimbang memutuskan hubungan percintaan.

Pernah enggak sih, kamu coba mencari tahu alasan dia tak mau berpindah status dari sekadar TTM? Kalau belum, 5 alasan berikut mungkin bisa kasih kamu pencerahan kenapa dia masih setia jadi TTM kamu:

1. Dia Perlu Memastikan Perasaan Kamu yang Sebenarnya

Ada sebuah istilah lama,

"Beli kucing dalam karung."

Dia tentu tak mau ketika nanti menyatakan cinta, kamu justru menolaknya dengan mantap. Entah karena ternyata kamu sudah punya pasangan, atau karena kamu tidak benar-benar punya perasaan apapun ke dia.

Untuk itu, dia masih harus memastikan perasaan kamu ke dia. Misalnya dengan dia yang pura-pura tidak peka, supaya kamu mengirim sinyal yang tak lagi ambigu.

Kalau kamu dan dia sudah sampai di tahap ini, tak ada salahnya untuk bersikap sedikit lebih jujur.

2. Dia Masih Harus Yakin dengan Perasaannya Sendiri

Awalnya, kalian hanya dipertemukan sebagai teman. Lingkungan pertemanan kalian yang cukup fleksibel kemudian memancing kalian untuk berlakon seperti saling jatuh cinta.

Atau bisa juga, hanya dia seorang yang berperan aktif seolah jatuh hati pada kamu, sementara kamu jadi pihak pasif yang terus-menerus mengelak.

Yang mana pun kasusnya, kamu kemudian terbawa perasaan dan mulai menduga-duga tentang perasaan dia yang sebenarnya.

Kalau ternyata dia pun menyimpan perasaan yang sama, alasan kedua kenapa dia masih setia jadi TTM kamu adalah karena dia sendiri belum yakin dengan perasaannya.

Dia bisa saja sedang dilanda kebimbangan untuk menyimpulkan perasaannya sendiri. Dia mungkin ragu, sebetulnya memang benar-benar menyukai kamu atau hanya ingin ikut arus dalam kelompok kecil kalian?

Kamu tak mau dong, dicintai setengah-setengah.

Beri dia waktu untuk meyakinkan perasaannya. Sesekali, ajak juga dia berinteraksi di luar kelompok pertemanan kalian. Kamu perlu membuat dia mengenal dan menghampiri kamu dari sisi dan situasi lain. Dengan begitu, akan ada banyak petunjuk yang bisa membantunya memastikan perasaannya sendiri.

3. Kendala dari Orang Dekat

Contoh paling sederhana adalah ketika dalam kelompok pertemanan kalian, dia tahu ada pihak lain yang sebetulnya juga menyukai kamu. Pihak lain ini bisa jadi adalah teman dekat yang pantang untuk dia sakiti.

Meski demikian, dia juga tidak dapat berbuat banyak tentang lakon yang sudah tercipta di antara kalian.

Tanpa banyak pilihan, dia pun hanya bisa menjadi teman tapi mesra buat kamu, sembari menanti lampu hijau dari pihak-pihak lain yang terkait.

Di sini, kamu tidak bisa berbuat banyak selain menunggu. Lain soal kalau kamu mau jadi sedikit lebih agresif dan membuat sendiri lampu hijau untuk dia.

Apapun pilihan kamu, pertimbangkan lah dengan konsekuensi yang jelas.

4. Dia Masih Berstatus Kekasih Orang

Agak sulit untuk alasan yang ini.

Dia masih berstatus kekasih atau pasangan orang lain, tapi dia juga tidak bisa melepaskan kamu sebagai TTM.

Gamblangnya, kamu cuma cadangan.

Untuk itu, poin pertama tadi sangat penting. Sebelum terbawa rasa yang lebih berat, kamu juga harus memastikan perasaan dia yang sebenarnya. Pokoknya, jangan mau beli kucing dalam karung. Karena yang namanya cadangan, tidak selalu terpakai.

5. Jangan Kepedean Dulu, Mungkin Dia Hanya Ingin Jadi Teman

Kamu mungkin belum siap mendengar alasan yang ini. Tapi setidaknya, kamu harus lebih membuka mata.

Selama ini, mungkin dia memang benar sedang berlakon. Mungkin dia tidak lebih dari seorang pegiat drama yang menikmati perannya. Mungkin iklim di antara kalian menjadikan dia cukup nyaman untuk tetap berpura-pura.

Mungkin kamu hanya terlalu baper.

Coba cek lagi seperti apa interaksi kalian. Kali ini harus pakai logika, jangan cuma perasaan. Jangan sampai status yang mengenaskan ini jadi cerita kamu di masa mendatang,

"PDKT-nya sama siapa, nikahnya sama siapa."


Pada akhirnya, TTM juga masih sekadar teman.

Buat kamu yang sudah punya kekasih tapi menikmati hubungan pertemanan mesra ini, jangan terlalu jauh terbawa perasaan sampai melupakan kekasihmu yang sebenarnya. Dan buat kamu yang masih digantung dengan status TTM, buka diri kamu untuk merima orang-orang baru.

Kalau ada yang bisa memberi kepastian, kenapa terjebak dengan yang tidak pasti?