5 Quotes Ini Memiliki Cara untuk Memaksimalkan Potensi Introvert!

Semua orang mampu berhasil tanpa menjadi orang lain

5 Quotes Ini Memiliki Cara untuk Memaksimalkan Potensi Introvert!
Photo by Keegan Houser from Unsplash

Hidup menjadi seorang introvert terkadang tidaklah mudah. Sebagaimana seperti sejarah yang diceritakan oleh Susan Cain, 'Extrovert Ideal' menjadi populer di Amerika pada akhir abad ke-19. Extrovert Ideal sendiri dapat diterjemahkan sebagai definisi karakter ideal yang digambarkan dengan sifat suka berteman, seorang alfa, dan nyaman jadi pusat perhatian.

Meski sejarah seperti ini bisa dibilang sebagai kasus otentik di dunia barat, tapi nyatanya banyak orang yang sampai sekarang masih berpikir bahwa karakter-karakter ekstrovert lebih baik dari yang dimiliki introvert.

Salah satu buktinya, setiap orang seakan dituntut untuk menjadi people pleaser, senang menyapa dan basa-basi, selalu tersenyum, dan selalu bersikap ramah-tamah di hadapan orang lain. Padahal, sebenarnya kita tidak harus seperti itu. Apalagi, bagi pemilik kepribadian introvert yang cenderung tidak suka melakukan basa-basi, tuntutan tersebut bisa membuat stres. 

Oleh karena itu, daripada terganggu dengan standar-satandar demikian, lebih baik sebagai seorang introvert kita mencari fokus lain untuk memaksimalkan potensi dan menjadi versi terbaik bagi diri sendiri. Sebagaimana kata Anais Nin,

“Our culture made a virtue of living only as extroverts. We discouraged the inner journey, the quest for a center. So we lost our center and have to find it again.” 

Karena itulah, jangan tinggalkan laman ini hingga kamu selesai membaca sederet tips ini:

1. Maksimalkan waktu kesendirianmu

Introvert membutuhkan waktu untuk sendirian

“In order to be open to creativity, one must have the capacity for constructive use of solitude. One must overcome the fear of being alone.”  Rollo May.

Untuk terbuka terhadap kreatifitas, seseorang harus memiliki waktu kesendirian yang konstruktif. Seseorang harus mengalahkan ketakutan akan kesendirian. 

Kreatifitas dapat datang kapanpun dan di manapun. Tetapi, bagi seorang introvert, menghabiskan banyak waktu bersama orang lain akan membuat lelah. Apalagi, baik untuk introvert, ekstrovertm maounu ambivert, kurangnya waktu sendiri akan mempersulit kesempatan untuk mempertajam kreatifitas.

Karena itulah, pemilik kepribadian introvert memang membutuhkan lebih banyak waktu untuk sendiri. Selain untuk mengembalikan tingkat energi, tapi juga untuk berkontemplasi dan menggali kreatifitas.

Mungkin sebagian di antara kamu ada yang bertanya, memangnya bisa kreatifitas tiba-tiba datang saat kita merenung? Justru saat-saat ketika berkontemplasi atau merenung itulah otak kita didorong untuk memikirkan banyak hal tanpa batas.

Sebagian waktu kita sehari-hari dihabiskan untuk menyerap informasi dan apapun yang datang pada kita. Dan dalam keadaan seperti itu, kita tidak memiliki banyak waktu untuk menghasilkan ide-ide kreatif, karena pikiran kita tersita untuk menerima informasi yang datang. Maka dari itulah banyak filsof atau penemu-penemu terdahulu yang menciptakan ide dari suatu perenungan.

Untuk membuka ruang kreatifitas seluas-luasnya, sebagai introvert kamu tidak perlu takut untuk dibilang kurang pergaulan dan sebagainya. Jangan takut dibilang penyendiri karena kamu memang membutuhkan kesendirian untuk menggali pemikiran-pemikiran dan ide yang selama ini masih belum kamu sadari. 

2. Pahami apa saja yang bisa kamu lakukan

Menggali potensi diri sendiri


“Everyone shines, given the right lighting.” Susan Cain.

Setiap orang dapat bersinar, dengan pencahayaan yang tepat. 

Pertama-tama, kamu tidak perlu meminta maaf atau ragu dan merasa tidak beruntung karena terlahir sebagai seorang introvert. Bukan hanya karena ini adalah sesuatu yang natural, tetapi kaum introvert pun memiliki keunikan sendiri yang dapat membuatnya menjadi pribadi yang cemerlang. Syaratnya, kamu harus mengenal dirimu sendiri terlebih dahulu.

Beruntungnya, sebagai tipe introvert, kamu dianugrahi banyak waktu kesendirian. Gunakan waktu tersebut untuk mengenali dirimu sendiri dan mengetahui apa yang mampu kamu lakukan untuk memaksimalkan dirimu. 

Dunia ini tidak hanya dimiliki oleh kaum ekstrovert, jadi jangan ragu pada dirimu sendiri. Jangan hiraukan mitos-mitos yang mengatakan bahwa introvert bisanya ini dan itu, sementara ekstrovert dapat melakukan A dan B. Ketika kamu mempercayai pengkotak-kotakan tersebut, kamu akan mematikan potensi yang mungkin saja membawa ke arah yang baik bagi hidupmu.

Misalnya, jangan mempercayai bahwa introvert tidak bisa menjadi pemimpin. Karena, faktanya, selain banyak introvert yang bisa menjadi pembicara handal, introvert juga merupakan pemilik kepribadian yang peka dengan orang lain. Kepekaan ini akan membantu seorang introvert memahami potensi dan plus-minus yang dimiliki orang lain.

Sebagai pemimpin, seorang introvert bisa menempatkan anak buahnya dengan bijak sesuai dengan posisi yang cocok dengan potensi mereka. 

Karena itulah, daripada mempercayai pengkotak-kotakan seperti itu, lebih baik kamu mencobanya sendiri untuk membuktikan apakah mitos tersebut benar atau tidak bagi dirimu sendiri. 

3. Tinggalkan lingkungan yang tidak memberimu kesempatan untuk berkembang 

MEninggalkan lingkungan yang toksik


“A good rule of thumb is that any environment that consistently leaves you feeling bad about who you are is the wrong environment.”  Laurie Helgoe.

Sebuah prinsip yang bagus adalah, lingkungan manapun yang membuatmu merasa dirimu buruk adalah lingkungan yang salah. 

Semua orang di dunia ini memiliki kesempatan yang sama untuk membuat dirinya menjadi pribadi yang cemerlang. Jadi, kamu tidak perlu membuang-buang waktu untuk memaklumi lingkunganmu dan berusaha bertahan sementara mereka tidak memberimu kesempatan untuk mengembangkan diri.

Ketika kamu bertahan lebih lama pada lingkungan yang toksik atau tidak menghargaimu, kamu memiliki resiko untuk kehilangan diri sendiri. Karena kamu harus menyesuaikan dirimu menjadi seseorang yang orang lain minta, padahal satu-satunya yang memahami dirimu dan segala potensimu adalah dirimu sendiri.

Sebelum lingkungan yang buruk menghancurkan dirimu dan merusak kesehatan mentalmu, lebih baik bersiap tinggalkan mereka sekarang. Sebaik apapun seseorang, ketika sebuah lingkungan memiliki situasi atau mindset yang beracun bagi orang lain, maka yang perlu dirubah adalah lingkungan itu sendiri. 

4. Biarkan dirimu menjalani hidupmu sendiri dan biarkan orang lain menjalani hidup mereka 

Jadilah diri sendiri


“Stay true to your own nature. If you like to do things in a slow and steady way, don’t let others make you feel as if you have to race. If you enjoy depth, don’t force yourself to seek breadth.”  Susan Cain.

Jadilah dirimu sendiri. Ketika kamu suka melakukan sesuatu dengan perlahan dan pasti, jangan biarkan orang lain membuatmu harus bergegas. Jika kamu suka kedalaman, jangan memaksa dirimu untuk mencari perluasan. 

Sebagai bagian dari masyarakat, tentunya kita dikelilingi berbagai pandangan atau idealisme yang diciptakan komunitas. Tidak jarang, pemikiran atau ide tersebut dianggap satu untuk semua. Padahal, setiap orang memiliki keadaan uniknya sendiri-sendiri.

Hal inilah salah satu alasan mengapa seseorang tidak puas menjalani hidupnya. Bisa jadi ia berjalan di jalur orang lain atau orang lain memaksanya melakukan hal tersebut tanpa kompromi.

Karena itulah, sebagai seorang introvert kamu perlu untuk selalu jujur pada dirimu sendiri dan bersikap cuek atas apapun komentar orang lain. Hanya dengan mengetahui akarmu, kamu bisa tumbuh dengan maksimal. 

Situasi di mana lingkungan mendesakmu segera melakukan hal ini-itu, bukanlah sesuatu untuk dimaklumi sehingga kita harus menuruti mereka. Jika Tuhan menganugerahkan keadaan yang otentik bagi masing-masing diri kita, artinya kita harus menjadi makhluk yang merdeka dan hidup sesuai jalur kita sendiri.

Tidak perlu terburu-buru atau bahkan mengimitasi mimpi orang lain menjadi milik kita. 


Sebagai si kepribadian introvert, kamu dianugerahi kebutuhan untuk lebih banyak menyendiri. Gunakan waktu tersebut secara maksimal untuk memahami potensi dan mengenali apa saja hal yang mampu kamu lakukan.

Jangan biarkan dirimu didikte oleh lingkungan untuk menjadi orang lain. Tidak hanya menjadi diri sendiri, kamu juga perlu meninggalkan lingkungan yang tidak memberimu kesempatan berkembang. Dengan cara seperti inilah sebagai introvert kamu mampu merebut hakmu untuk berkembang seperti orang lain.