5 Tips Membuat Tulisan yang Menarik, Pemula Juga Bisa Coba!

Menghasilkan tulisan menarik adalah bagaimana menulis dengan lebih kreatif!

5 Tips Membuat Tulisan yang Menarik, Pemula Juga Bisa Coba!
Photo by Fotografierende from Pexels

Bisa jadi, sebagian besar penulis atau yang ingin jadi penulis pernah mengetik 'tips menghasilkan tulisan yang menarik' di kolom pencarian mereka. Atau kamu juga mungkin?

Tidak masalah, semua penulis baik yang sudah kawakan atau belum, pasti juga memiliki saat-saat menimbang, "Kira-kira tulisan saya menarik tidak ya?". Atau, "Bagaimana ya agar topik ini bisa disampaikan secara menarik?".

Kalau kita berniat mempublikasi tulisan kita dan punya tujuan mendapat atensi audiens, wajar saja jika kita menaruh perhatian terhadap bagaimana menghasilkan tulisan yang menarik.

Karena itulah untuk membantumu mengetahui kiat-kiatnya, coba simak rangkuman tips di bawah ini! Dan baca sampai habis karena bisa jadi kamu sulit menemukan tips-tips berikut!

1. Baca artikel dari beragam penulis yang berbeda

Membaca berbagai tulisan
Meskipun kamu pastinya akan lebih condong ke gaya menulis tertentu, tapi tidak ada salahnya juga membaca artikel-artikel yang tidak sesuai dengan gayamu. Gunanya adalah, dengan membaca artikel-artikel tersebut, kamu akan menemukan unsur-unsur atau teknik yang kreatif yang dapat ditambahkan ke dalam tulisan.

Sama seperti seniman seni rupa, mereka sering mendapatkan berbagai inspirasi bahkan juga dari seniman lain dan merangkai berbagai poin unik yang mereka dapatkan menjadi kesatuan yang baru sesuai gaya mereka. 

Dengan membaca beragam artikel dari penulis yang punya gaya berbeda-beda, kamu juga bisa mengambil pelajaran tentang bagaimana menulis esai yang menarik, atau cerpen yang bikin penasaran seperti apa, atau juga artikel santai yang enak dibaca seperti apa.

Jadi, misalkan ketika kamu harus menulis sebuah artikel yang lebih berbasis fakta, kamu akan mudah menentukan batasan-batasannya dengan belajar dari penulis A misalnya. Lalu, ketika kamu harus menulis artikel yang sifatnya lebih condong ke opini, dengan memperhatikan tulisan penulis lain, kamu juga bisa belajar tentang elemen-elemen apa yang perlu kamu tambahkan. 

Dengan mengambil elemen-elemen menarik yang dihasilkan penulis lain, lantas kamu jangan takut seakan dirimu menjiplak. Tentu itu sangat berbeda. Ketika kamu mengambil unsur yang menarik dari tulisan orang lain, pada akhirnya unsur tersebut tidak akan mentah kamu pakai, karena kamu tetap harus menyesuaikan dengan gayamu sendiri.

Toh, bukankah tidak ada yang baru di dunia ini? 

2. Buat tulisanmu dengan kalimat aktif

Menulis dengan kalimat aktif
Tujuan utama menggunakan kalimat aktif adalah agar pembaca lebih ter-engage, atau merasakan keterikatan dengan tulisanmu. Tidak cuma itu, kalimat aktif membuat tulisan menjadi lebih hidup.

Daripada menggunakan subjek yang dikenai pekerjaan, lebih baik kamu menggunakan kalimat-kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan. Dengan begitu, kamu juga akan membiarkan para pembacamu menciptakan cerita mereka sendiri di dalam kepala mereka.

Misalnya, coba bandingkan 'Dahulu, bangsawan Eropa di pedalaman juga suka memakai kebaya' dengan 'Dahulu, kebaya juga dipakai bangsawan Eropa di pedalaman'. Mana yang lebih memiliki nuansa? Kalimat pertama juga terkesan lebih ringan dan rapi bukan?

3. Gunakan analogi

Gunakan analogi
Menggunakan analogi adalah salah satu unsur menarik yang juga sangat sering digunakan oleh para penulis. Baik itu analogi menggunakan subjek benda mati ataupun benda hidup, keduanya dapat mempermudah dalam dua cara.

Cara pertama, analogi membuat penulis lebih mudah menjelaskan maksud idenya. Dan bagi pembaca, membayangkan analogi tersebut akan membuatnya lebih memahami maksud penulis.

Analogi juga membuat tulisan jadi tidak membosankan. Di tengah tengah tulisan yang cukup panjang, analogi akan membuat pembaca tidak terlalu lelah, apalagi jika isi tulisan tersebut lebih kepada hal-hal yang sifatnya faktual.

Namun, perlu kamu ingat juga, gunakan analogi dengan sesuatu yang familiar untuk siapa saja. Misalnya, ketika kamu menggunakan analogi dengan figur hewan, gunakanlah nama hewan yang sangat umum diketahui, misalnya kucing, burung, anjing, sapi, dan sebagainya.

Kalau kamu menggunakan hewan yang jarang dijumpai dan tidak familiar seperti tapir, anoa, atau sebagainya, orang tentu jadi berpikir lebih ribet karena harus membayangkan seperti apa sifat atau kebiasaan hewan-hewan tersebut.

Karena analogi atau kalimat figuratif tujuannya memudahkan penulis dan pembaca, jangan membuatnya lebih rumit dengan subjek-subjek yang sulit ya!

4. Hindari menggunakan frase-frase yang klise

Meggunakan istilah dalam tulisan
Seperti apa sih frase-frase yang klise itu? Frase-frase yang klise adalah rangkaian kata-kata yang sangat mudah dijumpai dari berbagai tulisan. Contohnya, bagai disambar petir, nasi sudah menjadi bubur, lari tunggang langgang, ketakutan setengah mati, dan sebagainya.

Coba permak sedikit kata-kata tersebut, seperti,  dibandingkan 'nasi sudah menjadi bubur' ganti dengan 'waktu memang tidak berjalan mundur', dan sebagainya. Menggunakan frase-frase yang sangat umum digunakan akan menimbulkan rasa bosan karena pembaca sudah dapat memprediksi.

Mungkin hal ini tidak sampai membuat seseorang berhenti membaca artikelmu, tetapi tetap saja pembaca akan kehilangan excitement saat membaca tulisanmu. Menulis dengan kata-kata yang unik atau tidak klise lagipula akan membuat tulisanmu lebih berkesan bagi orang lain.

5. Berikan sebuah cerita atau anekdot super pendek 

Menambahkan cerita atau anekdot dalam tulisan
Ketika ada sebuah cerita di dalam tulisanmu, tidak mungkin pembacamu tidak tertarik. Kamu bisa meletakkan cerita super singkat atau anekdot ini di depan atau di tengah-tengah artikel.

Jika kamu meletakkan di depan artikel, fungsi cerita atau anekdot tersebut adalah sebagai umpan agar pembaca semakin tertarik membaca tulisanmu lebih dalam. Dan jika kamu meletakkannya di tengah-tengah, cerita atau anekdot tersebut bisa menjaga agar pembaca mengikuti tulisanmu sampai akhir.

Terkadang, sedikit cerita juga membuat semacam aha-moment sehingga pembaca tidak akan tersesat pemahaman di tengah-tengah tulisan. 



Itulah beberapa tips yang bisa kamu ikuti ketika mencoba menghasilkan tulisan yang menarik. Pada intinya, baik itu mempelajari beragam khas penulis, membubuhkan analogi, mencantumkan frase-frase anti-klise, dan memberikan anekdot, semuanya adalah cara-cara mendorongmu menulis dengan lebih kreatif.

Ditambah dengan menggunakan kalimat aktif, seluruh tips di atas adalah tentang menghasilkan tulisan yang menarik serta terasa hidup. Semoga kelima tips ini bisa membantu dan kamu bisa mengembangkan tulisanmu lebih baik lagi :)