5 Trik Survive di Pekerjaan yang Tidak Kamu Sukai

Jika kamu sedang terjebak dalam pekerjaan yang tidak kamu sukai, pelajari trik berikut sebelum memutuskan untuk resign.

5 Trik Survive di Pekerjaan yang Tidak Kamu Sukai
Photo by Tim Gouw from Unsplash

Tidak semua orang seberuntung itu untuk bisa klop dengan pekerjaan mereka. Tidak setiap kamu hanya dalam sekali coba segera berhasil terjun dalam pekerjaan impian.

Ada di antara kamu yang mungkin enggan menyapa mentari pagi untuk bertemu bos yang terlalu disiplin.

Ada juga di antara kamu yang merasa malas tiap menapakkan langkah di kereta pagi demi menemui klien yang menyebalkan.

Mungkin sedikit banyak dari kamu pun mulai bosan memilah topeng untuk berinteraksi selama delapan jam dengan rekan kerja yang hobi bergosip.

Yang mana pun kasus kamu, rutinitas harian soal bekerja ini terlalu sering menggelitik emosi. Pun tidak jarang rasa lelah dan bosan menggoda iman kamu untuk menyingkir dan menemukan pekerjaan baru.

Namun sebagai orang dewasa yang punya banyak pertimbangan, resign dan menemukan pekerjaan baru tentunya bukan perkara mudah. Dengan kata lain, kamu juga harus mempersiapkan mental guna menjabat sebagai pengangguran dalam jangka waktu yang tak tentu.

Mari ingat kembali jumlah tagihan yang harus kamu bayar setiap bulan. Orang tua di kampung mungkin juga hanya bisa menantikan kiriman dari kamu.

Oh, dan jangan lupa ongkos yang harus kamu keluarkan demi menikmati hidup ala anak zaman now. Sebut saja nongkrong di mall, coffee shop, hingga biaya satu kali trip ke berbagai lokasi instagramable.

Dan tidak juga lupa tabungan untuk memulai hidup baru dengan si dia.

Eh.

Segala pertimbangan ini agaknya lagi-lagi menggerus niat kamu untuk segera angkat kaki dari kejenuhan yang tak berujung ini. Mau tidak mau, bertahan akhirnya menjadi pilihan.

Ya. Bertahan.

Yang mana artinya, kamu harus menyapa mentari weekday meski dengan penuh keterpaksaan. Juga harus menikmati setiap pijakan langkah yang membawamu pada klien menyebalkan itu.

Atau juga belajar untuk tenggelam sepenuhnya dalam deretan interaksi palsu bersama celotehan rekan kerja yang sebetulnya tidak seberapa kamu pedulikan.

Mungkin memang seberat itu. Tapi, hei, kamu sudah memilih untuk bertahan. Jadi mari tegakkan kepalamu dan hadapi ini secara dewasa.

Jika kamu merasa kesulitan, mari simak 5 trik berikut untuk membantu kamu menemukan jalan demi survive di pekerjaan yang tidak kamu sukai.

1. Analisis Masalah

Analisis masalah menjadi perlu untuk menemukan jalan keluar yang tepat

Sebelum membahas ini lebih jauh, akan lebih bijak untuk meneliti terlebih dahulu akar permasalahan yang membuat kamu terus-menerus merasa tak nyaman dengan pekerjaan yang sekarang.

Sepenting itu kah? Kenapa tidak langsung ke pokok metodenya?

Ibarat untuk bisa move on dari mantan, tentu kamu cuma harus menyingkirkan segala ingatan tentang dia, bukannya malah menghapuskan seluruh ingatan yang kamu simpan.

See?

Mari tenangkan pikiran kamu sejenak, lalu mulai menyusun daftar hal-hal yang kamu anggap telah mengganggu ketertiban emosi kamu selama bekerja.

Bisa jadi itu tentang pimpinan yang tidak objektif, sehingga kamu merasa usaha yang kamu curahkan tidak dihargai.

Bisa juga tentang rekan kerja yang selalu berselisih paham dengan kamu, padahal kalian harus bekerja sama dalam beberapa proyek besar.

Atau juga mungkin tentang pekerjaan yang cukup membosankan karena kamu tidak berkesempatan untuk menerapkan keterampilan yang sudah kamu miliki.

Luangkan waktu kamu sejenak untuk menelaah segala akar dari ketidaknyamanan kamu. Percayalah. Dengan lebih dulu menemukan pokok masalah, kamu akan lebih mudah untuk mencari jalan keluarnya.

2. Ubah Sudut Pandang

Sudut pandang berbeda bisa menghasilkan persepsi yang berlainan

Jika mau menelaah dari sisi yang lain, mungkin kamu bisa melihat bahwa pokok permasalahan tidak sepenuhnya datang dari luar.

Mungkin dari kacamata pimpinan kamu, pekerjaan kamu memang masih memiliki banyak kekurangan. Atau perlakuan tidak menyenangkan dari rekan kerja kamu mungkin awalnya disebabkan oleh suatu tindakan yang pernah kamu buat terhadapnya.

Soal pekerjaan, mungkin kamu tidak pernah berinisiatif, sehingga kamu tidak mendapatkan kesempatan untuk memaksimalkan keterampilan yang kamu miliki.

Ini hanya tentang mengubah sudut pandang. Sebelum membiarkan emosi kamu mengambil simpulan, ada baiknya kamu mengumpulkan pertimbangan dari banyak sudut. Tentunya agar tidak melahirkan pokok gagasan yang subjektif.

Kalau kamu masih kesulitan mengidentifikasi persoalan kamu, tidak ada salahnya untuk mendiskusikan ini secara profesional pada bagian kepegawaian. Diam dan menyimpan semuanya sendirian tidak akan mengubah apapun.

"Terkadang salah dan benar itu tipis perbedaannya, apalagi jika dilihat dari sudut pandang berbeda."

- Alana Izarra

3. Bagian Terbaik

Kamu hanya perlu menemukan bagian terbaiknya

Jika dalam sehari ada 24 jam, maka 8 jam di kantor sama dengan sepertiga waktu dari satu hari kamu. Kamu tidak mau dong, waktu sebanyak itu berlalu hanya dengan suasana hati yang tidak karuan.

Ketika bangun tidur di hari Senin, daripada memikirkan tentang omelan apa yang akan kamu dengar dari bos kamu di hari itu, pikirkanlah hal lain yang dapat membuat kamu bersemangat.

Kamu mungkin diam-diam sedang mengagumi sosok manis yang selalu berada di kereta pagi yang sama dengan kamu, sehingga kamu selalu mengupayakan untuk sampai di stasiun di jam yang sama dengannya.

Atau mungkin, kamu senang berandai-andai tentang peluang apa yang akan kamu temukan dari pertemuan bersama klien baru di hari itu.

Sibukkan pikiran kamu dengan hal-hal yang bisa membangkitkan suka cita di hati kamu.

Terlepas dari hal-hal mengganggu lain, penuhi alam sadarmu dengan bagian-bagian terbaik yang bisa kamu temukan di hari itu. Meski hanya tentang menikmati secangkir kopi hangat dan mi goreng telur sambil bergurau dan bergosip ria di warung kopi di seberang kantor.

"Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain."

- William Wordsworth

4. Fokus ke Tujuan Awal

Tujuan memang bisa menjaga langkah kamu untuk tetap berada di lintasan

Ketika kamu sudah memutuskan untuk bertahan di pekerjaan yang sekarang, mantra yang paling tepat untuk menahan jari-jemari kamu dari menuliskan surat pengunduran diri adalah dengan kerap merapalkan tujuan awal kamu.

Setiap orang tentu punya tujuan yang berbeda. Ada yang semata demi mendapat pemasukan bulanan. Ada yang demi mencapai pengalaman dan keterampilan tertentu. Dan mungkin ada juga yang sekadar ingin mengejar jodoh.

Di saat kamu sudah kehilangan alasan untuk bertahan, putar kembali ingatan kamu pada alasan awal kamu melamar di pekerjaan itu. Mungkin alasan yang kamu simpan dulu memang sekuat itu, hingga berat rasanya untuk hengkang dari pijakan kamu sekarang.

Meski hanya sedikit, yakinlah kamu akan mendapat dorongan kuat lainnya untuk bertahan.

5. Do Your Best

Melakukan yang terbaik akan melepas banyak beban di pundak kamu

Lakukan yang terbaik.

Tak peduli seberapa tidak nyamannya kamu di kantor, jangan membuat alasan untuk bekerja seadanya.

Selalu berikan yang terbaik. Berbuatlah maksimal dalam segala yang menjadi kewajiban kamu.

Mungkin terdengar sulit ketika kamu dihadapkan pada pekerjaan yang tidak kamu sukai. Tapi percayalah, bahwa kamu akan mendapat kepuasan tersendiri ketika melakukan hal itu.

Bayangkan ketika nanti kamu pulang ke rumah, kamu tidak akan terbebani oleh apapun soal pekerjaan. Bahwa kamu sudah bekerja sebaik mungkin yang kamu mampu, sehingga kamu akan siap menghadapi segala sanggahan dan komplain yang mungkin datang esok hari.

Lakukan yang terbaik.

"Tak ada yang lebih baik dibanding perasaan puas karena tidak menyesali apapun."


Tentunya, semua keputusan ada di pihak kamu. Kamu sepenuhnya memegang kendali untuk tetap bertahan atau tidak.

Jangan memaksakan diri. Kapanpun kamu merasa tak lagi sanggup, kamu bisa merujuk pada artikel 5 Tanda Sudah Saatnya Kamu Mencari Pekerjaan Baru untuk menemukan sampai batas mana kamu harus menoleransi ketidaknyamanan itu.

Apapun pilihan kamu, jangan lupa untuk tetap menyayangi diri kamu, ya.