7 Rekomendasi Buku Parenting bagi Orang Tua Zaman Now

Karena menjadi orang tua tidak semudah kelihatannya.

7 Rekomendasi Buku Parenting bagi Orang Tua Zaman Now
Photo by Priscilla Du Preez from Unsplash

"Setiap orang bisa membentuk keluarga, namun tidak semuanya dapat membangun keluarga."

Kalau menengok berita di televisi, sudah tak jarang akan didapati berbagai kasus kekerasan orang tua pada anak yang berujung fatal. Mulai karena si anak terlalu nakal, bandel, berisik, atau hanya karena sekadar bercanda.

Bercanda, saudara-saudara. Kasus menggemparkan yang dilakukan seorang ayah pada bayinya yang berusia 15 bulan di pertengahan tahun 2019 itu awalnya hanya diniatkan sebagai candaan—yang pada akhirnya berujung maut.

See?

Secara gamblang, apa sih, susahnya membentuk keluarga?

Menurut pengertian bahasa, mungkin hanya diperlukan sepasang ibu dan ayah serta anak sebagai pelengkap, untuk bisa disebut sebagai keluarga. Namun secara makna, tentu tidak sesederhana itu.

Kalau dikutip dari film Lilo & Stitch, keluarga adalah mereka yang tidak akan pernah meninggalkan kamu. Bahkan jika kamu ingin pergi, kamu akan selalu dikenang.

Pada hakikatnya, keluarga tidak hanya dapat didefinisikan melalui hubungan darah. Karena sejatinya, keluarga hendaknya terdiri dari orang-orang yang dapat saling mencintai, mendukung, dan dapat mempercayai satu sama lain.

Sampai di sini, mari menyepakati bahwa ilmu parenting memang diperlukan. Karena suasana untuk saling mencintai, mendukung, dan mempercayai dalam keluarga, tentu harus dibangun dengan ilmu.

Tak perlu membayangkan model menuntut ilmu secara konvensional yang diisi oleh seorang pengajar dan para siswa. Kamu juga bisa belajar banyak soal menjadi orang tua dari berbagai media, salah satunya adalah buku.

Berikut ini telah dipilihkan 7 rekomendasi buku parenting yang bisa kamu gunakan sebagai referensi dalam mendidik anak. Mau bagaimana lagi, habisnya di zaman now, insting semata tidak dapat menjadi panduan mutlak untuk menjadi orang tua.

1. How to Deal with Your Child

Cover buku How to Deal with Your Child

Buku ini menjadi menarik karena disajikan secara ringkas dan penuh ilustrasi gambar layaknya membaca sebuah komik. Tidak membosankan, tentunya.

Penulis seolah merangkul pembaca dengan cara yang unik dan tidak tampak menggurui. Konten yang disajikan pun berbobot dan efektif dalam mengatasi konflik dengan anak.

Dengan gaya penyampaian yang ringan, buku ini sarat akan prinsip-prinsip pengasuhan, disertai berbagai contoh praktis yang juga mudah diterapkan.

Sebagai seorang psikolog, penulisnya menawarkan pendekatan melalui metode komunikasi yang efektif dan terapeutik guna menghadapi konflik antara orang tua dan anak hingga sampai ke usia remaja.

2. Screaming-Free Parenting

Cover buku Screaming-Free Parenting

Mengaku deh. Kamu pasti pernah melihat orang tua yang kewalahan sendiri pada anaknya, lalu mulai mengomel dan berteriak.

Seringnya seperti itu, sih.

Di buku ini, kamu akan belajar tentang bagaimana cara mengendalikan emosi dan energi yang hendak meledak dari diri kamu untuk selanjutnya dapat disalurkan secara positif ketika menghadapi fase bandel dari anak.

Jangan khawatir jika anak menjadi kurang respek hanya karena tidak diomeli atau diteriaki. Buku ini akan memberikan banyak pendekatan lain yang bisa ditujukan pada anak di fase-fase seperti itu.

Dari sini, kamu akan belajar, bahwa membuat anak menurut tidak harus melalui jalan kekerasan.

3. Financial Parenting

Cover buku Financial Parenting

Sebuah buku dari Kak Seto ini akan mengajarkan kamu tentang trik parenting dalam aspek yang berbeda. Di sini, kamu akan mendapat ilmu mengasuh anak terkait pengelolaan uang saku.

Mungkin selama ini, kamu hanya melihat anak diperkenalkan dengan uang sebagai alat transaksi. Metode mendidik yang digunakan juga tak jauh dari belajar hidup hemat.

Namun melalui buku ini, orang tua akan diajarkan terkait prinsip mendidik anak untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hal mengelola keuangannya. Ini adalah cikal bakal dari membentuk karakter anak sebagai pribadi yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

4. Mendidik Anak di Era Digital

Cover buku Mendidik Anak di Era Digital

Buku ini ditulis oleh seorang psikiater kesehatan jiwa anak dari Universitas Yonsei di Korea Selatan, Yee Jin Shin. Namun tak perlu khawatir, karena di tahun 2014 lalu, buku ini telah diterjemahkan dan tersedia dalam Bahasa Indonesia.

Melihat pesatnya perkembangan gawai digital yang telah menjangkau anak-anak dari berbagai usia, penulis mencoba mengulas tentang betapa berbahayanya dunia digital yang dapat merusak dan menyakiti anak. "Anak-anak tumbuh besar, tapi tidak mendewasa," begitu kutipannya.

Di buku ini, penulis kemudian menyajikan prinsip-prinsip yang harus dipegang orang tua zaman now untuk dapat bijak menangani kasus demikian, tentunya dengan menggunakan pendekatan yang berbeda-beda sesuai dengan usia anak.

Di negara-negara yang telah lebih dulu maju dengan perkembangan IT, konsep digital parenting sudah menjadi perhatian besar. Oleh karenanya, belum terlambat untuk mulai menerapkan ini di Indonesia.

5. The Big Book of Parenting Solutions

Cover buku The Big Book of Parenting Solutions

Panduan dalam mengasuh anak, belum lengkap kiranya tanpa buku yang satu ini. Meski versi aslinya ditulis dalam Bahasa Inggris, namun kini telah tersedia juga dalam Bahasa Indonesia.

Buku ini menawarkan solusi efektif terhadap berbagai persoalan dalam membesarkan anak. Michele Borba berhasil mengulas secara detail segala aspek terkait permasalahan pada anak di berbagai usia, baik yang berasal dari dalam diri anak itu sendiri maupun lingkungan luar.

Sebut saja aspek karakter, emosi, kebutuhan khusus, pergaulan sosial, perilaku di sekolah, hingga hubungan anak dengan gawai digital. Orang tua akan diajak untuk melihat berbagai konflik umum yang melibatkan aspek-aspek tersebut, kemudian dipandu terkait cara penanganannya.

Dengan panduan yang lugas, penulis mencoba mengarahkan gagasan yang dapat mengubah perilaku negatif anak menjadi kebiasaan baru yang positif.

Dengan berbagai bahasan yang diangkat, agaknya tepat bila buku ini disebut sebagai panduan lengkap dalam menangani anak.

6. Pertolongan Pertama pada Siswa Berkebutuhan Khusus

Cover buku Pertolongan Pertama pada Siswa Berkebutuhan Khusus

Buku ini akan mengupas berbagai teknik penanganan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Tidak hanya dapat diterapkan oleh orang tua dengan anak berkebutuhan khusus, namun juga bisa berguna untuk guru-guru di sekolah.

Melalui buku ini, orang tua akan dipandu secara rinci terkait gejala-gejala negatif yang ditunjukkan anak, sebelum secara buta menyimpulkan dan memberikan penanganan yang keliru.

Beberapa gangguan pada anak yang dibahas dalam buku ini adalah mulai dari gangguan kecemasan, depresi, gangguan kepribadian, hingga autis. Dengan memaparkan secara rinci deskripsi gangguan yang sedang dibahas, diharapkan akan menuntun secara lugas pada tata cara penanganannya.

7. Adaptive Parenting

Cover buku Adaptive Parenting

Orang tua cenderung akan mengasuh anaknya berdasarkan gaya pengasuhan yang sebelumnya diterapkan oleh orang tua mereka. Oleh karenanya, anak cenderung akan dibesarkan sesuai keinginan orang tua, meski dengan mengabaikan keunikan karakter yang dimiliki oleh si anak.

Jika buku-buku lainnya akan cenderung membagi aspek pengasuhan dari segi usia dan konflik yang muncul, buku ini menjadi berbeda karena pola-pola pengasuhannya disesuaikan dengan sifat atau karakteristik dari masing-masing anak.

Tentunya, buku ini juga menyediakan cara untuk mengetahui blueprint atau desain karakter bawaan dari anak, serta bagaimana mendidik, berkomunikasi, mengasuh dan membesarkan anak sesuai dengan blueprint masing-masing.


Parenting atau pola mengasuh dan mendidik anak, lazimnya selalu dikaitkan dengan orang tua yang hendak atau telah memiliki anak.

Namun tak perlu minder, buat kamu yang belum menikah tapi ingin mulai belajar ilmu parenting agar besok tak gagap sebagai orang tua, tidak ada salahnya memasukkan buku-buku di atas ke dalam daftar bacaan kamu.

Belajar parenting sejak usia muda juga perlu, loh. Kalau menunggu setelah menikah, kemungkinan waktu kamu akan dihabiskan untuk hal-hal lain seperti penyesuaian hidup bersama pasangan.

Sebagaimana kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Tidak pernah ada kata terlalu dini untuk belajar.