Indonesia, Agama dan Drama Politiknya

Selama politisi melibatkan agama dengan cara yang salah, maka demokrasi kita tidak akan pernah naik kelas.

Indonesia, Agama dan Drama Politiknya
Photo by rawpixel.com from Pexels

Persatuan adalah nilai terkuat yang harus kita junjung tinggi di Indonesia.

Bahkan orang dari negara luar pun kebanyakan melihat Indonesia itu sebagai negara yang menerima segala macam ras, agama, kebudayaan, dan mereka melihat satu satunya negara yang memiliki toleransi tinggi adalah Indonesia.

Itu merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki Indonesia.

Namun nilai tersebut sekarang sudah banyak berubah.

Walaupun sampai hari ini Pancasila masih tetap sama di sila ke-3 yaitu Persatuan Indonesia, Namun setiap orang yang menjalankan peraturan di Indonesia seakan-akan menentang nilai-nilai tersebut.

Hal tersebut sudah mulai membesar di tahun 2017.

Pada masa itu seorang politikus Indonesia yang merupakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau sering dipanggil Ahok harus mendekam di penjara karena diduga menistakan agama.

Padahal tidak ada statement yang menunjukan bahwa dia melakukan penistaan agama. Bukti yang menurut saya tidak kuat tersebut akhirnya membuat pak Ahok harus mendekam di penjara.

Walaupun sudah terlihat ada oknum yang sengaja membuat hal tersebut terjadi hanya untuk memenangkan pemilihan kepala daerah (PILKADA) saja.

Dengan berkedok agama, membela sebuah agama dan merasa dihina, padahal tujuan mereka cuma untuk menggulingkan kekuasaan.Agama yang sebelumnya suci, indah, mengajarkan kerukunan, persatuan, perdamaian semuanya terlihat sangat blur sekarang.

Walaupun mayoritas agama di Indonesia adalah Islam, namun saya tidak setuju apabila karena mayoritas, maka agama dan ras lain harus tunduk dan mengikuti ajaran tersebut.

Saya yakin orang Indonesia sangat menghargai perbedaan.

Pejuang kemerdekaan Indonesia tidak hanya dari orang orang muslim saja, namun mereka memperjuangkan tanpa melihat agama, ras, suku, usia, gender bahkan.

Kini agama sudah dinodai dengan banyak kepentingan politik. Mulai dari tahun 2017 kasus
pak Ahok tersebut, isu mengenai agama terus digulirkan untuk menggulingkan pemerintahan. Mulai dari isu Jokowi yang menindas ulama, dan banyak lainnya.

Saya yakin mereka orang orang yang ingin berkuasa namun tidak diizinkan Tuhan tersebut menghalalkan segala cara, termasuk berkedok membela Tuhan dan agama dengan maksud menggulingkan pemerintahan yang bersih.

Padahal di sepuluh tahun kepemimpinan pak SBY isu-isu ini tidak ada.

Saya mulai curiga, sebenarnya apa yang terjadi di Indonesia? Apakah Indonesia sedang
mencari jati diri?

Saya sendiri melihat keadaan Indonesia jadi ikut bingung dan sedih mengapa kelompok-kelompok tertentu ingin menguasai Indonesia tanpa memiliki tujuan dan visi ingin
memajukan negara ini?

Apa yang sebenarnya mereka cari? Keuntungan untuk diri sendiri?

Indonesia diperjuangkan oleh para pahlawan bukan untuk memperebutkan kekuasaan dan
saling serang-menyerang, namun untuk kemerdekaan dan mendapatkan kehidupan yang
lebih layak.

Isu mengenai agama itu semakin marak digulirkan menjelang pemilihan presiden pada bulan April lalu. Walaupun terlihat lebih smooth tapi unsur tersebut terus ada.

Saya adalah salah satu orang yang selalu melihat optimisme di Indonesia, saya yakin Indonesia akan bisa maju bahkan banyak harapan dan peluang dari banyak anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di mata internasional.

Stop isu agama. Jangan jadikan agama yang suci dan baik itu menjadi tercemar dan ternodai dengan pemikiran radikal yang memecah-belah persatuan dan kesatuan Bangsa.

Indonesia mungkin belum kuat secara ekonomi dan mungkin memiliki banyak hutang, namun Indonesia masih punya nilai dan harga diri kebangsaan yang perlu kita jaga bersama.