Alasan Kenapa Berteman Maya Tidak Menjadi Pilihan yang Buruk

Khusus untuk kamu yang mulai suntuk dengan pertemanan nyata. Ulasan berikut ini bisa banget untuk dipertimbangkan.

Alasan Kenapa Berteman Maya Tidak Menjadi Pilihan yang Buruk
Photo by Marvin Meyer from Unsplash

Di zaman serba canggih seperti sekarang, membentuk jejaring pertemanan di dunia maya bukan menjadi hal yang tabu lagi. Ada yang cuma jadi sekadar kenalan, teman ngobrol, hingga berlanjut ke kopi darat dan menjadi teman nyata.

Semua menjadi mungkin, tergantung bagaimana kamu dan teman maya kamu membangun interaksi.

Kalau kamu masih ragu untuk memulai pertemanan maya dikarenakan berbagai stigma di masyarakat sekarang, alasan berikut ini mungkin bisa menjadi pertimbangan kenapa berteman maya tidak menjadi pilihan yang buruk.

1. Tiada Batasan Ruang dan Waktu

Perempuan sedang bermain handphone

Dengan kemudahan akses informasi di masa ini, menjangkau orang-orang baru tentu bukan lagi hal yang tabu. Kamu bisa menjalin pertemanan dengan siapa pun yang kamu mau, bahkan hanya dengan beberapa kali klik.

Jarak tidak lagi menjadi batasan. Kamu bisa menjangkau orang-orang di luar lingkungan kamu—bahkan hingga luar negeri sekalipun.

Urusan waktu pun tidak lagi menjadi persoalan untuk berinteraksi secara luas. Tidak ada salahnya menjalin komunikasi dengan orang-orang baru dan mulai melihat dunia dari sisi yang berbeda.

Sebagaimana kata sebuah pepatah lama,

"Dunia ini tidak selebar daun kelor."

2. Passion dan Interest yang Sama

Bermain online

Jika dunia nyata kamu termasuk tipe yang kesulitan untuk memiliki teman karena sukar menemukan kecocokan, maka berteman maya dapat menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Berteman secara maya, tentunya memberikan kamu banyak pilihan. Kamu bisa memilih untuk hanya menjangkau orang-orang yang memiliki passion atau ketertarikan yang sama dengan kamu.

Jika kamu adalah penggemar karya tertentu, kamu bisa bergabung dengan berbagai komunitas maya yang memiliki kegemaran yang sama. Jika kamu seorang gamer, terlibat dalam grup pemain game yang kamu geluti tentunya akan memberikan banyak keseruan.

Berkumpul dengan orang-orang dengan ketertarikan yang sama, tentunya akan memunculkan banyak topik diskusi. Kamu tidak perlu khawatir jika topik yang kamu tawarkan sekadar menjadi angin lalu, karena kamu berada di tempat dengan orang-orang yang tepat.

Obrolan yang nyambung kerap memunculkan kedekatan emosional juga, loh.

Makanya, tidak heran jika banyak teman nyata yang juga bermula dari teman maya.

3. Kenyamanan Berbagi Cerita

Perempuan sedang menelepon seseorang

Pernah gak, kamu merasa kurang nyaman untuk berbagi cerita dengan teman nyata kamu?

Bisa jadi karena kamu khawatir jikalau hal yang kamu ceritakan justru tersebar luas. Atau mungkin kamu ragu karena hal yang ingin kamu utarakan justru ada hubungannya dengan teman nyata kamu.

Apapun alasannya, ada kalanya kamu merasa enggan untuk bercerita, meskipun kamu sesungguhnya ingin sekali meluapkan isi hati kamu.

Di saat seperti ini, bercerita pada teman maya mungkin bisa jadi salah satu pertimbangan.

Kamu bisa coba bercerita pada teman maya yang sudah cukup akrab dengan kamu melalui private atau direct message. Atau kamu juga bisa mulai meracau sebagai curhat terselubung di grup obrolan komunitas kamu.

Ketidaktahuan kalian terhadap kehidupan pribadi satu sama lain, terkadang bisa menjadikan kamu lebih nyaman untuk mengeluarkan segala unek-unek kamu yang mengganjal.

Meski demikian, jangan lupa untuk tetap membuat batasan. Kamu tentu bisa menentukan sendiri, apa yang perlu dan tak perlu kamu bagi dengan teman maya kamu.

4. Perselisihan yang Minimal

Konflik pasangan

Jika sejak awal kamu sudah memilih untuk membangun pertemanan maya hanya dengan orang-orang yang punya ketertarikan yang sama dengan kamu, maka faktor kecocokan pertama sudah dapat dicentang.

Kecocokan awal ini menjadikan interaksi antara kamu dan teman maya kamu nantinya, tentu hanya akan berkisar pada hal-hal yang kalian minati.

Sebagaimana kedekatan emosional bisa saja muncul dalam interaksi dan pertemanan maya, silang pendapat hingga selisih paham juga punya potensi yang sama untuk berkembang.

Namun karena jarang melibatkan interaksi secara fisik, agaknya sulit untuk kamu menduga-duga perasaan lawan bicara kamu. Oleh karena itu, pihak-pihak yang saling berselisih di lingkungan pertemanan maya cenderung hanya akan menyimpannya secara pribadi atau bahkan dengan menghindar secara perlahan.

Ada sebuah aturan tidak tertulis dalam menjalin pertemanan di dunia maya.

"Tunjukkan hanya sisi baik kamu."

Stay cool. Untuk menjalin pertemanan dengan orang asing, kamu tentu tidak mau menunjukkan kesan yang buruk.

5. Nothing to Lose

Ekspresi seorang perempuan cantik

"Namanya juga dunia maya. Kalian bisa saling terikat tanpa komitmen apapun."

Agak sulit rasanya memutuskan hubungan pertemanan di dunia nyata. Namun tidak demikian dengan dunia maya.

Kamu bisa memutus begitu saja pertemanan maya kamu tanpa menyakiti siapapun. Kamu bisa keluar kapanpun dari komunitas atau grup obrolan maya kamu tanpa terbebani rasa hati yang berat.

Sejak awal, tidak ada yang kamu pertaruhkan untuk menjalin pertemanan maya. Oleh karenanya, memutus hubungan maya pun tidak akan jadi soal. Toh pada dasarnya, kalian memang tidak saling mengenal.


Di banyak kasus, teman maya bisa jadi hanya pelarian—khususnya untuk kamu yang kesulitan menjalin pertemanan dengan orang-orang nyata.

Namun tidak sedikit juga pertemanan maya yang berakhir sebagai teman nyata. Semua kembali lagi kepada cara kamu membangun pertemanan.

Buat kamu yang sedang menikmati pertemanan maya ini, punya teman maya memang menjanjikan banyak keseruan.

Namun tetap harus ingat untuk tidak terlena dan mengabaikan orang-orang nyata di sekitar kamu, ya.