Balada Patah Hati

Pada akhirnya kamu akan mengerti, bahwa patah hati adalah bagian dari kehidupan.

Balada Patah Hati
Image by Catkin from Pixabay

Teruntuk kamu, yang hatinya sedang luluh lantak, porak-poranda dan hancur karena dia; yang sudah kamu anggap menjadi bagian dari hidupmu, masa depanmu, cinta matimu, dan sekarang telah memilih untuk pergi. Meninggalkanmu.

Kenangan ketika bersamanya masih terasa baru. Momen duduk bersama, tertawa, dan obrolan-obrolan manis kalian masih terngiang di telinga.

Semakin kamu ingat, suasana hatimu semakin tidak karuan.


Kamu mengutuki nasib sambil sesekali protes pada Tuhan. Hatimu benar-benar kacau. Kebahagiaan yang kamu alami selama ini ternyata semu. Ternyata cinta sejati cuma mitos, dan kamu merasa bodoh karena telah mempercayainya.

Bagaimanapun juga, patah hati adalah resiko dari jatuh cinta. Cinta memang indah, tapi juga kejam.

The Feel

Seseorang yang sedang duduk sendiri dan merasa sedih

Dia yang dulu memiliki beberapa kekurangan di matamu, sekarang malah tampil sempurna dalam imajinasimu.

Lalu dengan begitu kurang ajarnya hatimu berkata, "Kami sebenarnya pasangan paling serasi di bumi. Tapi mengapa dia tidak menyadari itu?"

"Aaaah.."

Kamu begitu mencintainya.

Kamu benar-benar tidak rela jika dia harus bersama dengan yang lain. Jauh di hatimu yang paling dalam, kamu yakin, bahwa tidak akan ada orang yang bisa mencintainya sebesar cintamu kepadanya.

Demikian yakinnya dirimu sampai-sampai kamu berpikir kalau kamu adalah orang yang paling tepat untuknya.

Kamu mengutuk takdir yang tidak sejalan dengan harapanmu.

Sekarang, tanpa kamu sadari, kamu telah menjelma menjadi detektif paling handal di dunia.

Kamu membuka facebook, melihat profilnya, mencari tahu siapa orang yang akan menggantikanmu.

Tidak puas sampai disitu, kamu kemudian membuka WhatsApp, membaca history chat yang lama.

Ah, saya tau benar bagaimana rasanya membaca percakapan romantis dengan seseorang yang kini sudah bukan milikmu lagi.

Perlahan kamu pun menyadari, bahwa percakapan manis seperti itu, dengan dia, tidak akan terulang lagi. Membayangkannya saja rasanya sudah setengah mati.


Urusan dengan pikiranmu belum selesai ketika secara kebetulan kamu melihatnya online.

Kamu pun mulai membuat alibi. Dia chating dengan siapa? Apakah dia punya pacar baru? Atau sedang dekat dengan orang lain? Dan segudang pertanyaan nirfaedah lainnya yang bikin suasana hati kamu semakin kacau.

"Aku tidak akan menemukan orang yang seperti dia lagi. Sudah tidak ada orang di dunia ini yang mampu menggantikan posisinya di hatiku", pikirmu.

Pikiran-pikiran negatif kini menguasai otakmu. Parahnya, semua itu membuatmu hampir gila.

Ya, patah hati memang menyebalkan!

Patah hati akan memanipulasi dirimu untuk melakukan hal-hal yang justru membuatmu semakin terpuruk. 

Karena semakin kamu berharap dia kembali, hatimu akan semakin hancur. Dan semakin kamu mencari tahu kisah hidupnya yang sekarang, isi kepalamu akan semakin rusuh. Hatimu akan runtuh. Tidak mengubah apapun selain membuat wajahmu menjadi lusuh.

The Choice

Menentukan Pilihan

Sebenarnya, ketika patah hati, kamu memiliki dua pilihan.

Pertama, kamu kejar dia mati-matian dan berharap dia kembali lagi dan bersama denganmu.

Kedua, Move On!

Masalahnya sekarang, kamu belum menentukan pilihan. Itulah yang membuat patah hatimu berlarut-larut.

Kamu tidak melakukan pilihan pertama karena terlalu gengsi untuk meminta dia kembali. Takut mengambil pilihan kedua karena belum rela kehilangan dia.

Pilihan pertama sebenarnya bukan hal yang buruk, meskipun ada banyak hal yang harus kamu pertimbangkan.

Tapi, kamu mengambil resiko besar ketika mengambil pilihan pertama. Karena belum tentu juga dia mau kembali kan? Atau, dia mungkin kembali, tapi tidak menetap. Dan hatimu akan patah lagi. Berkali-kali.

Sekarang, pertimbangkan untuk melakukan pilihan kedua: Move On.

Dan ketika kamu memutuskan untuk move on, jangan setengah-setengah. Sulit memang. Tapi mau bagaimana lagi? Saat ini kamu hampir tidak punya pilihan lain.


Tidak peduli berapa kali kamu patah hati, rasa sakitnya akan selalu sama.

Hanya kamu yang bisa menyembuhkan patah hatimu. Bukan orang lain.

Kata-kata mutiara sehebat apapun tidak akan pernah bisa menyembuhkan patah hati kamu.

Entah sudah berapa puluh artikel yang kamu baca. Semuanya bilang bahwa patah hati akan membuatmu menjadi orang yang lebih kuat, lebih dewasa dan sebagainya. Saya tau, kamu berharap mereka benar.

Saya juga berharap mereka benar. Sayangnya, mereka baru benar setengahnya.

Setelah patah hati, kamu memang akan semakin kuat. Tapi bukan patah hati yang membentuk kamu menjadi pribadi yang kuat dan dewasa. Tapi cara kamu melaluinya.

Jadi, apakah kamu siap untuk move on?

Oke, sekarang, katakan kepada diri sendiri, bahwa kamu ingin move on. Relakan dia. Tak perlu kamu pedulikan lagi.

Jangan lagi melakukan hal-hal bodoh dengan mencari tahu kabar tentang dirinya.

Itu. Tidak. Penting.

The Fight

Pertarungan dua orang

Getting over heartbreak is not a journey. It's a fight!

Untuk terbebas dari belenggu patah hati, kamu harus bisa fight!

Kamu punya tugas berat.

Menata hati yang hancur berkeping-keping agar kembali seperti sedia kala. Jangan biarkan luka hati kamu membekas. Sedikitpun. Hati yang akan kamu pakai untuk jatuh cintamu berikutnya.

Kali ini, buat hatimu lebih siap, lebih indah dan lebih berharga. Masa lalu yang suram harus benar-benar kamu bersihkan dari hatimu yang sekarang.

Tanpa kamu sadari, kamu akan menemukan cinta yang indahnya tidak pernah kamu bayangkan. Yang membuat kamu merasa bodoh ketika mengingat kondisi hatimu yang sekarang.

Bersiaplah menyambut cintamu yang berikutnya.

The Commitment

Seorang wanita sedang berlari

Sama seperti jatuh cinta, patah hati pun butuh komitmen.

Kalau kamu benar-benar ingin sembuh dari yang namanya patah hati, maka kamu harus punya komitmen. Tanamkan dalam dirimu bahwa dia sudah pergi. Sudah bukan bagian dari hidupmu lagi. Dia tidak akan kembali.

Bahkan, jika dia yang ingin kembali kepadamu, kamu tidak boleh menerimanya lagi. Ingat itu.

Patah hati mungkin tidak terjadi cuma sekali. Tapi kalau patah hati mu disebabkan oleh orang yang sama, itu namanya kecerobohan; kalau mau lebih kasar lagi, itu namanya kebodohan.

Kamu mungkin tidak akan bisa melupakan dia. Jangan khawatir, itu normal. Kamu memang tidak akan pernah melupakannya. Kecuali kamu hilang ingatan. Dan tujuanmu sekarang memang bukan untuk melupakan dia. Tapi berhenti mencintainya.

Kamu harus dan akan berhenti mencintainya. Pegang komitmen ini.


Awalnya mungkin akan terasa sulit. Saat ini kamu memikirkan dia 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Tapi secara perlahan, pikiranmu akan terbebas darinya.

Yang saya ingin kamu lakukan adalah

  • Block semua media sosialnya termasuk WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter dan sebagainya.
  • Block semua hal yang bisa mengingatkan kamu terhadap dirinya. Termasuk barang-barang yang mengingatkanmu padanya.
  • Jangan mendengarkan musik yang membuatmu teringat kenangan ketika bersamanya.
  • Jauhi tempat-tempat yang sering kalian kunjungi dulu.
  • Apapun yang berpotensi mengingatkan kamu pada dirinya, singkirkan! Sekarang!

Saya mengerti, untuk sembuh dari patah hati tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak bisa.

Kamu yang menentukan kesembuhanmu. Jangan percaya dengan kalimat Time Heals All Wounds, Time Heals All Sorrow  dan kalimat-kalimat penghibur lainnya.

Waktu tidak menyembuhkan apapun, termasuk patah hati kamu. Yang menyembuhkan adalah aksi yang kamu lakukan sepanjang waktu tersebut.

The Awakening

Perempuan mengenakan gaun di tepi pantai

Pada akhirnya kamu akan mengerti, bahwa patah hati adalah bagian dari kehidupan.

Kamu tidak sendiri. Hampir semua orang mengalaminya. Patah hati mengajarkan kita bahwa hidup tidak selalu mudah.

Kelak, kamu akan menertawakan dirimu yang sekarang karena telah menyia-nyiakan air matamu untuk hal yang tidak penting. Kamu terlalu berharga jika harus tersiksa karena ulah satu orang.

Terakhir, jangan pernah dendam. Dendam tidak akan mengubah apapun. Yang ada, kamu malah akan semakin terluka. Lepaskan saja semuanya.


Kamu jauh lebih kuat dari yang kamu bayangkan. Semua ini akan berlalu dan kamu akan menemukan seseorang yang benar-benar kamu cintai dan mencintaimu dengan tulus tanpa tapi hanya meski. Kamu pasti bisa.

I love you, keep going.

- Sia Kate Isobelle Furler

Selamat berjuang. Doaku akan selalu bersama kalian, para pejuang patah hati.

 

Heartbreak Survivor,

Andrina Larasati