Beda Cara Introvert dan Eksrovert untuk Mengatasi Patah Hati

Wajar bila ada perbedaan, karena cara mengembalikan energi juga berbeda.

Beda Cara Introvert dan Eksrovert untuk Mengatasi Patah Hati
Photo by Erika Cristina from Pexels

Sebagaimana saat jatuh cinta dan pdkt, tipe kepribadian yang berbeda juga akan menyembuhkan diri dari patah hati dengan cara yang berbeda. Masing-masing perbedaan cara menangani patah hati itu didasari oleh cara mengembalikan energi.

Jika orang ekstrovert cenderung people person, maka para introvert cenderung self person dalam mendapatkan energi. Sebelum memahami beda cara introvert dan ekstrovert untuk mengatasi patah hati, terlebih dulu kamu juga perlu mengerti bagaimana ekstrovert dan introvert sebenarnya.

Introvert

Ilustrasi Seorang Introvert

Banyak pendapat keliru tentang bagaimana sifat seorang introvert. Pendapat yang keliru itu dicirikan dengan beberapa stereotip, seperti pemalu, serius, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Padahal, introvert memiliki banyak bentuk, dan tidak harus pemalu, malas bergaul, selalu menyendiri, dan lain-lain.

Yang harus ditekankan di sini adalah, introvert merupakan jenis kepribadian yang mengatasi rasa lelah dengan cara menyendiri.

Meskipun introvert memusatkan energi ke dalam dirinya, mereka mampu menggunakan waktu-waktu kesendirian untuk kegiatan reflektif atau menenangkan diri.

Makanya, jika kamu mengenal seorang introvert yang patah hati dan tiba-tiba mereka mengisolasi diri, itu tidak selalu hal yang buruk. Boleh jadi mereka sedang merefleksikan hubungannya yang baru kandas atau sedang sibuk berbahagia sendirian.

Kalau kamu cenderung memiliki kepribadian jenis ini, momen patah hati adalah saat yang tepat untuk me-time, dengan cara:

  1. Pergi nonton bioskop malam-malam sendirian
  2. Nongkrong di kafe sendirian sambil main game atau baca buku
  3. Hiking sendirian
  4. Traveling ke kota lain sendiri
  5. Mengambil kelas atau kursus yang sifatnya membuat kita fokus, seperti yoga, merajut, membuat patung, dan sebagainya
  6. Membaca buku
  7. Maraton film atau drama
  8. Memasak
  9. Curhat pada orang terdekat atau yang paling dipercaya

Karena sebagian introvert cenderung pendiam dan pemalu, kamu perlu cukup peka jika ada teman introvertmu yang baru saja patah hati. Jangan sampai sikap tertutup membuat mereka mengisolasi diri dan terpuruk karena merasa rendah diri, dan depresi.

Jika kamu juga seorang introvert, cobalah untuk menyetir fokusmu pada hal-hal yang membuatmu lupa mantan, sehingga kamu tidak akan berpikiran untuk bersikap jahat pada diri sendiri. 

Ekstrovert

Ilustrasi Seorang Extrovert

Berkebalikan dengan introvert, kepribadian ini lebih people person. Mereka mendapatkan energi dan mengambil pandangan dari luar dirinya. Jenis kepribadian ini dimiliki oleh orang yang sangat gemar bergaul atau berkumpul dengan orang lain.

Bagi tipe yang bersemangat saat bersama teman atau orang baru seperti ini, menyendiri bukanlah pilihan yang pas di saat patah hati. Daripada sendirian, ekstrovert akan lebih memilih melakukan hal yang menyenangkan di luar rumah bersama orang lain, misalnya:

  1. Pergi nongkrong bersama teman
  2. Curhat pada teman yang dipercaya
  3. Mengajak teman tamasya ke pantai atau sebagainya
  4. Mendaftarkan diri ke sebuah klub yang memungkinkan interaksi, seperti zumba, bela diri, diskusi film, dan sebagainya
  5. Menginap di rumah/kos teman agar tidak merasa sendirian
  6. Pergi ke mall bersama teman
  7. Berolahraga secara kelompok

Ambivert

Ilustrasi seorang ambivert

Ada lagi kepribadian irisan keduanya, yaitu ambivert. Kepribadian ini sangat fleksibel, bisa menjadi introvert ataupun ekstrovert tergantung situasi. Cara mereka mengembalikan tingkat energi dan hidup bersama orang lain juga merupakan kombo dari introvert dan ekstrovert.

Orang dengan kepribadian ambivert memang sangat pandai dalam menempatkan diri. Kepandaian alami ini boleh jadi, membuat mereka mengatasi patah hati juga dengan cara fleksibel. Beruntunglah kamu yang punya kepribadian ini, karena kamu cenderung orang yang luwes dan bisa mengatasi patah hati dengan berbagai cara.



Itu dia beberapa cara mengatasi patah hati menurut jenis kepribadian. Wajar bila ada perbedaan, karena cara mengembalikan energi juga berbeda. Baik introvert, ekstrovert, maupun ambivert, cara manapun tidak masalah asalkan baik untuk dirimu.

Satu hal lagi, jika kamu introvert ataupun ekstrovert, tidak usah emmaksakan diri untuk bersikap seperti yang lain. Kamu tidak perlu menjadi seperti ambivert yang bisa melakukan keduanya.

Dan yang penting, jangan sampai self-harm dan merasa tidak layak dicintai ketika kamu patah hati. Lakukan kegiatan yang membuatmu bahagia sesuai jenis kepribadianmu agar kamu tidak melulu kepikiran si dia yang telah pergi.