Billie Eilish - The Future of Pop Music

Pada beberapa tangga lagu Billboard seperti Hot 100, Best Summer Songs, dan Pop Songs, lagu-lagu Billie Eilish secara serentak mampu bertengger di peringkat kedua.

Billie Eilish - The Future of Pop Music
Photo by Dan Garcia from Flickr

Setidaknya dalam 4 tangga lagu di Billboard, semua lagu dan album Billie Eilish mampu bertengger di peringkat 10 besar. Beberapa di antaranya menduduki peringkat kedua, sedangkan peringkat pertama diduduki artis yang cukup variatif.

Walaupun ia tidak menduduki peringkat pertama, boleh dibilang prestasinya sangat stabil dan ia sangat kuat menguasai selera musik kekinian di seluruh dunia.

Mungkin, jika boleh asal tebak, Billie bisa jadi Queen of Pop selanjutnya.

Dan meskipun terbilang baru, yakin deh,  diantara kamu nggak ada yang nggak kenal sama doi.

Di usianya yang terbilang muda, ia tiba-tiba datang dan menawarkan alternatif lagu sedih yang bener-bener bikin mood kamu jadi mellow seketika. Walaupun lagu sedih bukan barang baru, tapi Billie menawarkan dengan kemasan baru, yang otomatis belum ada di jagat semesta.

Biasanya, penyanyi muda terutama remaja perempuan identik dengan imej yang lebih ceria dan agak centil.

Tapi, jika kita lihat Billie Eilish, imej itu pasti buyar.

Gimana enggak, lagu-lagu yang dibawakan Billie semuanya bernuansa depresif dan nggak ada centil-centilnya, yang ada malah agak horror dan quirky.

Tapi, kita wajib salut, karena terbukti Billie bukan produsen yang melulu mengikuti pasar.

Ia berani membawakan lagu-lagunya yang sangat orisinil dan seluruh inspirasinya didapat dari pengalaman pribadi. Selain itu, sebagai figur ternama, ia secara tidak langsung mempromosikan bagaimana cara mencintai dan menerima dirinya sendiri. Pasti semua orang juga setuju kalau si Billie adalah orang yang berani menjadi dirinya sendiri.

Jangankan pakai rok feminim, Billie sukanya pakai celana yang seringnya panjang selutut.

Awalnya, Billie mendebutkan lagunya yang berjudul Ocean Eyes lewat Soundcloud.

Ternyata lagu ini mendapatkakn perhatian yang sangat luar biasa. Saat mendengarkan lagu Ocean Eyes, kamu akan terjebak dalam nuansa patah hati kelabu, dan tiba-tiba ikut terhanyut hingga akhir lagu.

Hati-hati ya, satu menit pertama mendengarkan lagu ini bisa membuatmu teringat pada seseorang yang membuatmu "Fallin’ in love with people you can’t have".

Nggak lama setelah Ocean Eyes, Billie juga merilis beberapa single yang lalu diikuti album EP nya yaitu Don’t Smile at Me.

Judul albumnya cukup suram ya?

Tapi itu mungkin cukup beralasan. Pasalnya, Billie memang dikenal jarang tersenyum dan ia mengakuinya.

Namun, gadis muda ini lupanya tahu cara membela dirinya sendiri. Dalam salah satu wawancara, doi bilang tidak akan berusaha untuk terlihat seperti orang lain, dan ia akan mengesankan dirinya sendiri.

Album kedua Billie yang berjudul "When We Fall Asleep, Where Do We Go?" juga memancing euforia yang luar biasa.

Sambutan seluruh dunia terhadap lagu sedih mungkin saja mencerminkan bahwa kita semua sedang mencari sebuah katarsis yang bisa mewakili perasaan kita, sekaligus memperjelas identitas perasaan kita.

Ini adalah sebuah ironi, dimana lagu ceria dikatakan bisa membuat setiap orang lebih bersemangat, namun nyatanya kita lebih memilih lagu sedih untuk merasa lebih baik.

Tapi, bukankah memang lagu diciptakan juga untuk membuat kita merasa lebih baik?

Dari fenomena Billie yang mengguncang permusikan ini mungkin dapat ditarik sedikit kesimpulan bahwa orang mulai berpikir bahwa sesuatu yang terdengar sedih ternyata cantik juga buat didengar dan diresapi.

Lagu-lagu Billie Eilish yang digilai cukup menjelaskan, bahwa ternyata rasa sedih nggak sedih-sedih amat, dan kita bisa membuatnya terasa lebih baik dengan mencari lagu-lagu yang mampu mewakili perasaan kita.

Bisa dibilang juga faktor lain dari booming-nya lagu-lagu Billie adalah, muda-mudi kekinian sekarang memang lebih rentan dengan kesedihan dan depresi. Bagaimana tidak, tuntutan zaman bikin pusing, belum lagi masalah sama gebetan.

Sehingga, lagu-lagu si Billie yang nuansanya depresif seakan bisa jadi cara memvalidasi perasaan kita sendiri sekaligus menghibur diri.

Terlebih lagi, pemuda dunia sekarang lebih pandai mengakui rasa depresi, sedih, patah hati, dicampakkan, kegamangan, dan yang paling penting lebih sadar dengan kesehatan mental.

Jadi, kita tidak perlu takut mengekspresikan segala perasaan luluh lantak karena punya wakil yang cukup keren.

Siapa? Tentu saja Billie Eilish dan lagu-lagunya :)