Bingung Mau Nulis Apa? Tulis Ini Saja!

Writer's block memang sering bikin frustasi!

Bingung Mau Nulis Apa? Tulis Ini Saja!
Photo by Brett Sayles from Pexels

Meskipun menulis sudah menjadi kebiasaan, seseorang tetap saja bisa terjangkit virus kondang para penulis yang disebut dengan writer's block. Writer's block sendiri adalah keadaan ketika seorang penulis mengalami kemampetan ide.

Tidak harus orang yang menjadi penulis saja yang mengalaminya, seseorang yang sekedar mentekadkan dirinya untuk menulis tiap hari juga bisa saja mengalami writer's block. Kecuali kalau mungkin yang ia tulis sehari-hari adalah jurnal pribadi, beda ceritanya, karena akan selalu ada hal yang dialami dan menjadi sumber tulisan tiap hari. 

Writer's block biasanya terjadi pada seseorang yang perlu menulis dengan ide original setiap hari. Dan virus mampet semacam ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh para penulis saja, tapi juga para seniman. Tentu terkadang hal ini cukup bikin frustasi bagi seseorang yang mencari penghidupan dari profesi-profesi tersebut.

Para ahli memiliki beberapa alternatif untuk mengatasi writer's block ini. Kamu juga bisa mengaplikasikan berbagai saran dari para penulis era kiwari, misalnya berjalan-jalan, bersantai, menciptakan lingkungan bekerja menjadi lebih nyaman, dan freewriting. Nah, saran yang terakhir inilah yang kali ini akan kita bahas.

Mengapa freewriting? Gunanya, supaya kamu bisa menempatkan apa yang baru-baru ini kamu rasakan dan alami ke dalam perspektif. Karena, bisa jadi kamu sedang mengalami writer's block dikarenakan sedang ada sesuatu yang mengganjal namun tidak kamu sadari. Maka dari itu, coba luangkan waktumu sebentar dan menulislah tentang hal-hal di bawah ini. 

Tulis yang baru saja kamu alami dan yang sedang kamu rasakan secara komprehensif

Freewriting, menulis jurnal

Apapun itu, namanya saja freewriting, jadi kamu tidak perlu membatasi hal-hal apa saja yang akan kamu tulis. Silahkan tulis apa saja, secara detil, apa saja yang kamu alami baru-baru ini yang barangkali berkaitan dengan writer's block yang sedang kamu alami.

Tidak lupa juga tulis apa yang kamu rasakan. Apapun yang terbesit di kepalamu, tulis saja, meskipun itu toh mungkin hanya sesuatu yang sifatnya random dan tiba-tiba muncul tanpa ada sangkut pautnya dengan yang kamu rasakan. Freewriting ini mungkin akan menjadi mirip seperti jurnal, tapi justru itulah manfaatnya.

Ketika kamu menuliskan sesuatu yang sedang hangat-hangatnya kamu alami dan rasakan, kamu bisa melihat dengan lebih jernih apa yang sebenarnya kamu alami. Bisa jadi, kamu akan menemukan sumber penyebab konstipasi ide yang sedang mengganggumu.

Pada intinya, freewriting seperti ini fungsinya menguraikan benang kusut yang sedang membuntu pancuran ide dalam otakmu. Selain membuat kepala dan perasaan menjadi lebih lega, ketika kamu melakukan hal ini, kamu juga bisa mengenali dirimu dalam wadah seorang penulis.

Nikmati proses freewriting ini agar kamu bisa mendapat pencerahan tentang apa-apa yang perlu kamu lakukan ketika suatu saat nanti writer's block terulang kembali. 

Tulis penyesalan terbesarmu

Menulis sebagi katarsis

Sebenarnya, kita semua membutuhkan waktu khusus untuk berdialog dan memaafkan diri sendiri.

Sangat banyak di antara kita yang hidup dengan banyak penyesalan yang masih membayangi dan sesekali muncul menghantui atau memberi distraksi di tengah kesibukan sehari-hari. Tidak jarang juga, penyesalan terbesar membuat seseorang takut untuk mengambil resiko atau mengambil kesempatan baik karena takut melakukan kesalahan untuk kali berikutnya.

Nah, jika kamu benar-benar tidak memiliki sesuatu pun yang terbesit di otakmu untuk dijadikan bahan freewriting, maka kamu bisa memanfaatkan topik ini untuk menulis. Menulis hal seperti ini bisa jadi akan membawamu menuju eksplorasi lebih dalam terhadap betapa rumitnya dirimu.

Tapi, kamu juga perlu mengontrol diri sendiri. Jangan sampai self-confession semacam ini justru membuatmu overthinking dan semakin membenci diri sendiri. Tujukan hal ini sebagai sebuah momen untuk membuka rahasia dan bersikap sejujur-jujurnya pada diri sendiri dan tanpa menghakimi diri sendiri.

Ketika kamu sudah bisa memaafkan diri sendiri, kamu akan lebih mudah menerima dirimu yang sekarang, di masa lalu, dan bisa belajar untuk melakukannya di masa depan.

Tulis tentang kecemasan-kecemasan terbesarmu

Mencurahkan pikiran lewat tulisan

Mengapa hanya kecemasan-kecemasan terbesar? Karena kecemasan-kecemasan kecil sehari-hari bisa kamu tulis dalam jurnal sehari-hari. Sebaliknya, menulis kecemasan-kecemasan besar seperti ini memang memerlukan waktu lebih untuk digali lebih dalam.

Setiap orang pasti punya kan kecemasan-kecemasan besar yang sifatnya kekhawatiran mendasar pada hajat hidup atau berimbas pada jangka panjang? Hal-hal yang tampaknya blur tersebut justru bisa membuat kita merasa terbayangi setiap hari karena merasa bahwa kekhawatiran-kekhawatiran tersebut begitu besar dan seakan pasti menjadi nyata.

Seperti dalam kalimat sebelumnya dikatakan, menuliskan kecemasan seperti ini adalah untuk menggalinya lebih dalam. Kamu perlu menuliskan secara terbuka pada diri sendiri apa yang menyebabkan kamu merasa cemas, dan situasi apa di masa lalu yang memicumu merasa demikian.

Bukan cuma itu, tuliskan juga apa yang sudah kamu lakukan sebagai solusi atas apa yang kamu cemaskan. Ini sangat perlu karena seringkali kita terlalu lupa mengapresiasi yang telah kita lakukan dan lebih ingat akan kecemasan itu sendiri.

Tidak lupa tulis juga upaya apa yang bisa kamu lakukan kedepannya agar kamu bisa terhindar dari apa yang kamu khawatirkan. Dengan membagi-bagi kecemasanmu dalam fragmen penyebab, usaha yang telah kamu jalani, dan apa yang bisa kamu lakukan selanjutnya, kamu bisa memandang kecemasan-kecemasan tersebut menjadi lebih simpel dan jelas. 



Itu dia beberapa hal yang bisa kamu tulis ketika mengalami writer's block. Ketiga tema di atas, tentu saja hasilnya tidak bisa kamu jadikan sebagai bahan dalam memenuhi deadline pekerjaanmu. Ketiga jenis tulisan di atas menyajikan manfaat lain yaitu untuk melegakan konstipasi ide yang sedang kamu alami dengan cara melonggarkan pikiran dan perasaan.

Setelah menulis salah satu, dua, atau bahkan ketiga hal di atas, kamu bisa melakukan solusi writer's block yang lain. Yang jelas, menulis memang merupakan bentuk katarsis yang sangat ampuh bagi siapa saja dalam momen apa saja. Dan terakhir, jika saat ini kamu sedang mengalami writer's block, semoga segera teratasi ya!