Seberapa Penting Budaya bagi Masyarakat Indonesia?

Budaya tidak dihargai, begitu diklaim, baru deh marah-marah..

Seberapa Penting Budaya bagi Masyarakat Indonesia?
Image by inno kurnia from Pixabay

Kali ini tentang masyarakat Indonesia. Semua negara melihat negara Indonesia adalah negara kesatuan yang kuat karena bisa mempersatukan banyak kebudayaan.

Budaya dari batak, jawa, minang, sunda, dan banyak budaya lainnya. Tapi kata kata itu sudah dulu banget. Meskipun sekarang negara luar masih melihat dan nilai Indonesia masih sama, tapi kenyataan di dalam negeri sudah berbeda. Anak anak muda dan generasi penerus lebih suka belajar budaya Korea, budaya barat, makanan dari negara luar. Bukannya tidak boleh, saya sangat setuju kalau kita buka diri untuk negara luar. Malah menurut saya itu sangat menguntungkan Indonesia banget. Indonesia bisa lebih berkembang dan maju, saya rasa itu bukan hal yang salah.

Tapi satu kesalahan masyarakat Indonesia itu terlalu fokus sama budaya budaya yang datang. Sampai sampai lupa jati diri kita itu apa, bahkan kalau kita tanya sama anak anak zaman sekarang, mereka akan jauh lebih mengerti budaya luar dibandingkan budaya tempat asal mereka.

Budaya di Indonesia itu budaya yang indah, walaupun berbeda beda, tapi budaya Indonesia sangat indah. Apalagi kalau kita lihat budaya tersebut bersatu, indah sekali lho! Bahkan negara luar, terutama tetangga kita itu ingin punya kebudayaan seindah budaya kita. Tapi masyarakat banyak tidak sadar tentang hal itu. Sampai satu kejadian terjadi, baru menyadari bahwa itu kebudayaan yang indah.

Pada tahun 2009 negara tetangga kita, Malaysia meng-klaim kebudayaan kita, Batik. Batik yang kita sadar betul adalah budaya Indonesia di-klaim oleh Malaysia. Tidak hanya batik, setelah itu banyak kebudayaan seperti Gatotkaca, kuda lumping, keris dan banyak budaya lainnya juga berusaha di-Klaim. Namun, orang orang Indonesia memang sebelumnya tidak ada yang melestarikan bahkan tidak peduli, tidak berusaha pelajari dan melestarikan.

Tapi waktu Malaysia meng-klaim kebudayaan itu, masyarakat Indonesia seakan akan merasa terhina, berkoar koar kalau itu kebudayaan kita.

Saya tahu sih itu terjadi mungkin karena Malaysia adalah negara yang berdampingan dengan Indonesia. Bahkan kita bisa sebut malaysia itu satu bangsa dengan Indonesia dahulunya. Jadi wajar jika punya kebudayaan yang mirip satu sama lain. Tapi bukan itu yang mau saya bahas hari ini. Saya tidak lagi bahas Malaysia yang sama dengan Indonesia bahasa dan kebudayaannya. Tapi yang saya bahas adalah mental masyarakat Indonesia. Kaum muda Indonesia yang tidak lagi peduli dengan budaya dan tidak berusaha buat melestarikannya.

Melestarikan kebudayaan bukan tanggung jawab pemerintah saja, bukan juga tanggung jawab orang orang yang ada di pedesaan saja, bukan tanggung jawab orang orang tua saja, melestarikan kebudayaan itu tanggung jawab semua orang yang lahir di Indonesia dan semua warga negara Indonesia! Tidak terkecuali anda dan saya, kita punya tanggung jawab yang sama untuk lestarikan budaya kita.

Jangan salahkan negara lain kalau kebudayaan kita di-klaim, jangan salahkan pemerintah juga, tapi coba bercermin apakah anda sudah melestarikan budaya? Orang yang pantas marah kalau budaya itu diambil adalah orang yang hidup dengan budaya tersebut, misalnya penari lenong, pemain jaran kepang, dan banyak lainnya.

Anda boleh saja belajar budaya Korea, budaya China, budaya Barat, tidak ada yang melarang anda buat itu. Tapi jangan lupa dengan budaya anda, jangan lupa dari mana anda berasal, pastikan porsi anda belajar budaya sendiri lebih daripada porsi anda belajar budaya asing.