Bukan Cuma Berbobot, Ini Tips Menulis Esai yang Menarik!

Esai yang menarik tidak cukup cuma informatif!

Bukan Cuma Berbobot, Ini Tips Menulis Esai yang Menarik!
Photo by Damian Zalesky from Unsplash

Sebagai pelajar ataupun mahasiswa, pasti kalian paling pusing kan, kalau ada tugas atau ujian menulis esai? Kegiatan menulis atau mengarang memang tidak terlalu ditekankan dalam pendidikan kita. Dengan budaya belajar yang mendorong pada hafalan, sudah pasti bentuk ujian atau tes kemampuan yang paling sering dipakai adalah bentuk pilihan ganda ataupun isian. 

Padahal, ujian esai justru sangat ideal untuk mengukur seberapa dalam pemahaman kita. Memang sangat disayangkan kalau kita tidak terbiasa dalam menulis esai, karena tantangan menulis esai atau tugas karangan bentuk apapun juga akan tetap ditemui selama duduk di bangku pendidikan formal. 

Dan sebenarnya, menulis esai juga cukup memusingkanbahkan  bagi mahasiswa sastra lho! Dari pengalaman saya dulu di bangku kuliah, meskipun selalu bertemu dengan tugas menulis esai hampir di tiap mata kuliah, tetap saja tiap kali mulai mengarang rasanya seperti memulai pengalaman baru menulis esai. 

Karena itulah, jika kamu mungkin juga terkadang merasa terkendala saat menulis esai, di sini saya akan berbagi beberapa tips. Bukan cuma tips menulis esai yang bagus untuk tugas saja, tapi juga esai yang menarik untuk dibaca oleh guru ataupun dosenmu!

Gunakan judul yang eyecatching

Judul esai yang eyecatching

Untuk judul, meski dalam menulis esai kamu harus menggunakan gaya yang formal, tidak berarti kamu tidak boleh menggunakan tone yang flat-flat saja. Tapi, juga bukan berarti kamu bisa menggunakan judul yang nadanya clickbait ya, hehe. Rangkailah judul yang sekiranya tidak terdengar klise dan orang tertarik untuk membaca sejak melihat judulnya. 

Bayangkan saja, guru atau dosenmu harus membaca banyak sekali tulisan, dan tentunya ketika tidak ada esai yang cukup unik, hal itu akan membuatnya bosan. Apalagi jika esai milikmu adalah urutan kesekian puluh yang ia baca.

Serta jangan lupa juga, sebelum kamu menentukan judul, yang pertama-tama harus kamu lakukan adalah menentukan topik yang sekiranya dapat memuat banyak isi dan sumbernya gampang serta banyak ditemukan. 

Buat outline untuk mempermudah flow dalam menulis esai

Menulis outline esai

Tentu saja seperti karangan pada umumnya, bagian dalam esai adalah pembuka, isi, dan penutup. Namun, membaginya sesederhana ini saja tidaklah cukup. Kamu perlu menuliskan poin-poin ide yang akan kamu tuangkan di masing-masing bagian.

Untuk bagian pembuka atau pendahuluan, sangat disarankan untuk membuat isi yang berfungsi sebagai hook agar pembaca mau melanjutkan membaca hingga bagian selanjutnya. Untuk membuat hook yang menarik minat pembaca, kamu bisa menulis sebuah ilustrasi, cerita, menggunakan quote, kalimat yang sifatnya mengejutkan, personifikasi, dan sebagainya. 

Selanjutnya, saat memasuki bagian isi, sebelum menulis esaimu kamu perlu mengumpulkan data-data serta ide yang nantinya bisa kamu manfaatkan untuk mengelaborasi esaimu. Jadi, kira-kira beginilah outline di bagian isi:

  • Ide utama
  • Informasi pendukung, misalnya data statistik, penelitian, referensi dari sumber lain, dan sebagainya
  • Ide atau argumenmu sendiri

Nah, jadi di bagian isi ini, kamu sifatnya akan membeberkan informasi dan membubuhkan argumenmu agar esainya tidak hanya terasa sebagai pemaparan informasi saja. Dan untuk mendukung ide atau argumenmu, kamu bisa menempatkan support dari referensi yang lain. 

Jika esaimu cukup panjang, mulai ide yang baru di paragraf yang baru. Tapi bukan artinya juga kamu membiarkan tiap paragraf jadi super panjang hanya agar tiap ide terkelompokkan masing-masing. Idealnya, kamu pun perlu membatasi tiap paragraf sampai 4-5 baris saja, agar pembaca tidak merasa jenuh. 

Satu trik lagi dalam menulis esai yang panjang. Agar pembaca tidak kehilangan excitement dan merasa bosan, kamu bisa menambahkan pertanyaan retoris untuk menambah efek dan menjaga interaksi dengan pembaca. 

Tambahkan plot twist untuk menambah kesan dinamis

Menulis esai yang menarik

Ketika membahas tentang sesuatu dalam esai, pastilah terkadang kamu merasa bahwa yang kamu bahas ada relasinya dengan topik lain, atau fenomena lain. Wajar saja, memang untuk menganalisa satu hal, banyak perspektif yang dapat digunakan.

Justru, dengan adanya singgungan seperti ini, kamu bisa menggunakannya sebagai sebuah plot twist atau ide sekunder yang tiba-tiba muncul. Namun begitu, jangan terlalu dalam untuk membahas ide sekunder tersebut.

Kamu cukup menyinggungnya sedikit sebagai dekorasi agar esaimu lebih menarik. Selain itu, membatasi pembahasan ide paralel ini juga berfungsi untuk menjaga fokus. Pembahasan yang berputar-putar nantinya justru membuat pembacamu lelah dan kecewa karena mereka harus mengalami mind juggling, atau maju mundur dalam memahami isi esaimu.

Dan demi menjaga fokus, kamu pun perlu membaca ulang esaimu dari awal hingga kata terakhir yang kamu tulis. Hal ini untuk memastikan agar esaimu tidak ambyar dan tetap fokus pada pembahasan utama.

Tulis penutup esai yang berkesan

Esai yang menarik
Dalam penutup sebuah esai, selain menyimpulkan ide dalam esai yang kamu susun, kamu harus mengutarakan kembali ide utama dalam esaimu. Dalam penutup esai ini kamu juga bisa menambahkan kata-kata yang sekiranya akan jadi penutup yang berkesan.

Namun, yang perlu diingat juga, jangan membuat penutup esai jadi terlalu panjang. Lima hingga enam kalimat sudah cukup. 


Itulah beberapa tips yang mungkin akan bermanfaat dalam menyusun sebuah esai yang menarik. Sejak memilih judul, kamu memang perlu detil. Utamakan sebuah topik yang sumbernya mudah dicari dan gampang dikembangkan.

Ketika masuk pendahuluan, jangan cuma menulis latar belakang ide saja, tapi bisa kamu sematkan ilustrasi, personifikasi, atau unsur apapun asalkan tetap sesuai untuk sebuah esai. Dan di bagian isi, kamu perlu membuat outline terlebih dulu tentang ide utama, referensi atau data-data, dan argumen yang akan kamu masukkan.

Nah, untuk bagian plot twist ini sebenarnya optional. Kamu boleh menambahkannya atau tidak. Namun, menambahkannya akan membuat esai lebih menarik. Dan terakhir, di bagian penutup kamu perlu menekankan kembali ide utama atau tesis dalam esaimu dan menyimpulkan isi esai tersebut. Semoga sederet tips untuk membuat esai yang menarik ini bisa membantu ya!