Cara Flashdisk Menyimpan Data

Flashdisk menyimpan data dalam bentuk binary di dalam transistor yang melekat pada chip.

Cara Flashdisk Menyimpan Data
Photo by Brina Blum on Unsplash

Hampir semua orang memiliki flashdisk atau paling tidak, pernah menggunakannya. Benda kecil ajaib yang memungkinkan kita untuk membawa ratusan atau bahkan ribuan dokumen dalam genggaman tangan.

Flashdisk adalah salah satu teknologi yang sering dianggap remeh oleh kebanyakan orang. Sudah terlalu umum. Sehingga tidak ada lagi yang peduli atau penasaran bagaimana sebenarnya cara flashdisk menyimpan data untuk kemudian diakses lagi di perangkat lain.

Sebelum membahasnya lebih lanjut, kita harus memahami cara kerja sebuah komputer terlebih dahulu.

Komputer adalah sebuah mesin dan hanya mengenal kode binary yang disebut bit. Semua informasi, baik yang berupa teks, gambar maupun video tersimpan dalam bentuk angka 1 dan 0 di dalam memori.

Nah, supaya dapat menjalin komunikasi dengan komputer, maka flashdisk menyimpan data dalam bentuk binary di dalam transistor yang melekat pada chip.

Biar lebih gampang, mari kita mulai dari yang paling besar dulu.

Ini adalah flashdisk

Gambar Flashdisk - Image by Clker-Free-Vector-Images from Pixabay

 

Di dalam flashdisk, terdapat sebuah chip seperti gambar berikut ini

Gambar chip dalam sebuah flashdisk - Photo by Pixabay from Pexels

 

Di dalam chip tersebut, melekat banyak transistor.

Ilustrasi Transistor Mini - Image by PublicDomainPictures from Pixabay

Gambar diatas hanya ilustrasi untuk bentuk transistor.

Karena chip memori menggunakan jenis transistor mikroskopik yaitu floating gate transistor yang ukurannya sangat-sangat kecil dimana masing-masing transistor menampung satu kode binary (1 atau 0).

Sederhananya, transistor itu seperti saklar dimana transistor akan bernilai 1 dalam keadaan on atau 0 jika dalam keadaan off.

Lalu apa hubungan transistor mikroskopik ini dengan data yang kita simpan di dalam flashdisk?

Begini, ketika kita mengetik satu huruf pada keyboard, misalnya huruf A, maka komputer akan mengkonversi huruf tersebut ke dalam kode binary yaitu 1000001 - baca cara konversi bilangan binary disini.

Karena satu transistor hanya dapat menampung 1 kode binary atau 1 bit, maka informasi tersebut disimpan di dalam 8 transistor atau sesuai dengan jumlah digit kode binary untuk huruf A.

Mengapa 8 transistor?

Karena pada umumnya komputer menggunakan format ASCII untuk menyimpan dan menerjemahkan informasi.

Kode ASCII adalah standar yang sudah disepakati secara internasional yang memungkinkan kita untuk bertukar data dari komputer yang satu dengan komputer lainnya. Untuk mewakili satu karakter, ASCII menggunakan 8 bit dimana 1 diantaranya merupakan bit paritas yaitu bit untuk pengecekan kesalahan.

Satu buah chip memori bisa memiliki jutaan transistor.

Karena kalau satu karakter saja disimpan di dalam 8 transistor, kebayang kan berapa juta transistor yang kita gunakan ketika menyalin sebuah video?

Hitungan sederhananya begini,

Satu karakter ASCII yang kita simpan tadi bernilai 8 bit atau setara dengan 8 transistor. Satuan data yang umum kita gunakan sehari-hari adalah byte, dimana 1 byte = 8 bit. Sekarang bayangkan, ada berapa transistor mini yang ada di dalam sebuah flashdisk 32GB.

Saat ini flashdisk memang sudah mulai ditinggalkan, tapi itu tidak serta-merta menghilangkan fakta bahwa flashdisk adalah salah satu penemuan terbesar dalam sejarah teknologi.

Dengan mengetahui cara flashdisk menyimpan data, kamu mungkin akan tersadar bahwa ada begitu banyak hal dalam keseharian kita, yang terlihat remeh, tapi memiliki cara kerja yang rumit sekaligus unik.

Semoga penjelasan di atas dapat menjawab rasa penasaran sekaligus menambah ilmu dan pengetahuan baru bagi semua pembaca.