Cara Membangun Koneksi ala Introvert, Ada Seninya!

Siapa bilang introvert tidak pandai bersosialisasi!

Cara Membangun Koneksi ala Introvert, Ada Seninya!
Photo by Le ah Kelley from Pexels

Bagi para ekstrovert, melakukan basa-basi adalah hal yang sangat mudah dilakukan. Dan dari basa-basi tersebut, seorang ekstrovert bisa dengan mudah membangun koneksi. Namun, beda halnya dengan introvert.

Kepribadian introvert cenderung tidak melakukan basa-basi. Dan karena kecenderungan inilah, introvert sering diragukan atas kemampuannya membangun relasi atau koneksi. 

Mungkin sebagian introvert sudah tahu bagaimana caranya menjalin koneksi ala diri mereka. Tapi, bagi sebagian introvert yang lain, terutama yang masih cukup muda, hal itu tidak selalu mudah. Apalagi, bagi non-outgoing-introvert, membangun koneksi diperlukan strategi tanpa membuat mereka kelelahan secara mental dan fisik, atau bahkan mengalami introvert hangover.

Nah, jika kamu juga tergolong sebagai bukan outgoing introvert, ada beberapa trik membangun koneksi, ini dia!

1. Mulai dengan menjalin relasi di dunia digital

MEnjalin relasi di dunia digital

Sebagai pemanasan, kamu mungkin perlu menjalin komunikasi di dunia digital. Bukan sekedar komentar posting Instagram atau membalas twit seseorang ya. Tapi kamu benar-benar bergabung dengan suatu grup yang memiliki kepeminatan sama dan berlatih meluweskan diri di sana. Dan tentu saja, grup ini bukan grup chat di mana isinya orang-orang terdekatmu.

Kamu bisa mencari grup-grup diskusi, grup-grup fans, atau sebagainya. Sekarang ini banyak sekali komunitas atau fanbase di media sosial yang juga membuka ruang chat untuk umum.

Namun, jika kamu bergabung dengan grup yang isinya terlalu banyak orang, tentunya hal itu tidak cukup membantumu dalam menjalin komunikasi. Lebih baik libatkan dirimu pada grup-grup yang membatasi anggotanya. Sehingga, kamu memiliki lebih banyak ruang untuk berbicara. 

Ketika kamu sudah tergabung di dalamnya, dorong dirimu untuk menjadi lebih outspoken atau lebih vokal dalam berpendapat. Kamu tidak perlu minder karena di grup chat yang terbatas, orang-orangnya kemungkinan akan lebih sopan dan menjaga perkataan dibandingkan di ruang yang lebih terbuka seperti dinding Instagram. 

Kamu juga perlu tahu bahwa pendapatmu layak untuk didengar. Anggap saja, dengan melatih diri untuk lebih vokal, kamu bisa sekaligus menguji apa yang kamu percaya selama ini. Apakah yang kamu paham dan percayai ini memang benar atau tidak.

Yakinkan saja bahwa dengan membagi pikiranmu, kamu akan mendapatkan banyak perspektif baru sebagai imbalannya. Dengan begitu, kamu akan lebih yakin untuk menjalin relasi.

2. Kuy, keluar dari zona nyaman!

Keluar dari zona nyaman

Bagi seorang introvert, keluar dari zona nyaman memang tidak mudah karena akan cukup mengganggu kenyamanan. Tapi, tanpa keluar dari zona nyaman, baik itu seorang ekstrovert maupun introvert, sama-sama akan sulit berkembang. Dan tenang saja, kamu bisa tetap merasa cukup nyaman sekalipun keluar dari zona nyaman.

Syaratnya, kamu perlu menjadi diri sendiri. Dengan kamu menjadi diri sendiri, kamu tidak akan menuntut dirimu untuk selalu bisa menyenangkan orang lain atau menjadi orang lain. Dengan begitu, kamu akan menikmati setiap momen bersosialisasi dengan lingkungan baru.

Dan juga, jangan khawatir karena proses ketidak-nyamanan ini tidak akan berlangsung lama. 
Janganlah terlalu mencemaskan dengan ketidak-nyamanan ini, sebagai introvert, kali ini cobalah untuk tidak banyak memperhitungkan atau mempertimbangkan segalanya.

Hadapi saja dan beranikan diri mengucapkan 'hai' pada orang lain. Selanjutnya, percayakan saja pada spontanitas dirimu untuk mengatasinya. Tidak usah melakukan perencanaan atau simulasi dalam kepalamu, biarkan saja semuanya mengalir dengan sendirinya. 

3. Ikuti kegiatan sosial

Melakukan kegiatan sosial

Salah satu start yang bagus untuk para introvert membangun koneksi adalah dengan mengikuti kegiatan sosial. Kegiatan sosial atau beramal tidak hanya membuat seseorang menjadi lebih bahagia, tetapi juga membuat kita merasa hidup ini lebih berarti.

Alasan kenapa kegiatan sosial cocok bagi seorang introvert adalah, kegiatan sosial akan membuat seseorang banyak melakukan aktifitas fisik. Jadi, hal ini akan membantu seorang introvert untuk tidak berinteraksi secara berhadap-hadapan, yang mungkin akan membuat seorang introvert kelelahan ketika hal itu sudah berlangsung cukup lama.

Selain itu, seperti kita tahu, salah satu kelebihan introvert adalah peka terhadap sekitarnya. Kegiatan sosial akan membantu si introvert untuk menyalurkan bakat ini dan membuat mereka merasa lebih berdaya dengan bermanfaat bagi orang lain. Ada banyak sekali bentuk kegiatan sosial, misalnya mengajar anak jalanan, menyumbang ke korban bencana, dan sebagainya.

Entah kamu seorang introvert yang nyaman tampil di depan orang lain atau tidak, kegiatan sosial selalu bisa mewadahimu. Jika kamu tidak terlalu nyaman untuk berbicara di depan banyak orang, kamu bisa bekerja di balik layar tanpa menghilangkan kesempatan untuk bekerja-sama dan berinteraksi dengan orang lain. 

4. Bergabung dengan komunitas yang memiliki minat dan tujuan sama denganmu

Komunitas anak muda

Dengan mengikuti komunitas semacam ini, siapapun akan mampu memperdalam kemampuan, memperluas koneksi, dan menggali passion atau kemampuan lain. Namun, bagi pemilik kepribadian introvert, interaksi sosial yang positif akan membuat mereka lebih sehat karena merasakan energi positif dari orang lain.

Ketika memiliki keinginan untuk bergabung dengan suatu komunitas, kamu tidak perlu khawatir karena kamu bukan satu-satunya introvert yang ada di sana. 

Mungkin, untuk memudahkanmu membulatkan tekad bergabung dengan suatu komunitas, kamu bisa terlebih dulu meniatkan diri untuk mengembangkan diri. Bukankah introvert sangat suka pengembangan diri? Maka, kamu akan lebih termotivasi untuk membangun relasi dengan kepeminatan sama.

5. Mengikuti workshop, seminar, ataupun kursus (non-privat)

Mengikuti seminar atau workshop

Cara membangun koneksi juga tidak hanya dengan mengikuti komunitas atau kegiatan sosial, terkadang, dalam event yang cuma sehari-dua hari, kamu bisa menemukan kawan baru yang bisa saling membangun.

Tapi bukan itu saja intinya, kegiatan yang sifatnya menambah skill seperti di atas akan membuat siapapun lebih berdaya, dan tentu saja dengan sendirinya akan meningkatkan kepercayaan diri seseorang. 


Terutama bagi pemilik kepribadian introvert tipe anxious introversion, dengan terus menambah skill dan bersosialisasi dengan cara-cara di atas, bisa jadi akan mengurangi kecemasannya. Kegiatan-kegiatan tersebut akan perlahan-lahan meningkatkan self-esteem dan membangun kepercayaan diri introvert tipe ini. 



Tidak perlu memaksakan diri dengan satu langkah ekstrem. Bagi seorang introvert, keluar dari zona nyaman tidak perlu membuat kalian menutupi diri asli kalian. Mulai dengan bergabung di komunitas digital, ikuti kegiatan sosial, atau bergabung dengan komunitas yang punya ketertarikan serupa.

Untuk menambah rasa percaya diri, kamu-kamu yang introvert bisa mengikuti berbagai workshop, seminar atau kursus non privat. Dengan beberapa langkah kecil ini, semoga tujuan membangun gurita koneksimu sendiri bisa tercapai ya!