Deretan Pekerjaan yang Memanfaatkan Media Digital

Seiring berkembangnya tren digital, sebagian usia produktif pun memilih berkarir non-konvensional di dunia digital.

Deretan Pekerjaan yang Memanfaatkan Media Digital
Photo by Austin Distel from Unsplash

Seiring berjalannya waktu, para kaum digital semakin berpikir bahwa berkarir tidak melulu harus dengan cara yang konvensional. Munculnya pemikiran ini beriringan dengan kreatifitas memanfaatkan media digital.

Dunia digital yang memang tidak memiliki limitasi dalam wadah ruang maupun peluang, berhasil menciptakan berbagai evolusi dan improvisasi pilihan, termasuk dalam bidang karir. Tentunya kalian semua juga tahu kan pesohor-pesohor digital macam Atta Halilintar atau Ria Ricis? Orang-orang ini memanfaatkan media digital beserta tren kehidupan di dalamnya sebagai ladang karir.

Meskipun mereka berdua tidak terikat dengan kontrak kerja dan gaji bulanan yang pasti, bukan berarti karir digital tidak menjanjikan. Sebenarnya baik karir konvensional atau digital, kuncinya sama-sama konsistensi. Nah, daripada kamu penasaran, ini dia deretan pekerjaan yang memanfaatkan media digital.

1. YouTuber

Youtuber sedang membuat konten

Beberapa tahun yang lalu menghasilkan konten YouTube belum dipandang sebagai sebuah profesi. Barulah beberapa tahun belakangan saat muncul berbagai YouTuber sukses yang menjalani karir utama sebagai penghasil konten YouTube, banyak orang yang mempertimbangkan YouTuber sebagai sebuah profesi.

Tidak jarang anak sekolahan saat ini bercita-cita dalam profesi ini

2. Selebgram

Selebgram dunia maya

Bisa dibilang selebgram adalah model iklan kanal Instagram. Menjadi seorang selebgram memang profesi yang banyak dilirik para gadis. Selain profesi tersebut menjanjikan pundi-pundi, tetapi juga berkesempatan mendapatkan produk yang mereka iklankan. Namun tentunya, pekerjaan ini tidak semudah yang dibayangkan.

Seseorang harus mampu mengiklankan dengan konten foto dan tulisan yang persuasif. Selain itu, tidak jarang para selebgram dikejar-kejar pedagang agar segera mengiklankan produk mereka.

3. Freelancer

Freelancer yang sedang bekerja di sebuah kafe

Baik itu dalam bidang teknologi informasi, desain, kepenulisan, atau sebagainya, profesi sebagai seorang freelancer mencakup ranah yang sangat luas. Contoh remote work seperti ini juga memberikanmu fleksibilitas menentukan tempat dan waktu bekerja.

Sebagai wujud dukungan terhadap karir freelance, saat ini juga banyak dibangun working space. Namun, saat ini sistem remote work juga diaplikasikan berbagai perusahaan millenial. Di negara maju, profesi yang memungkinkan remote work sangat populer di kalangan usia 20an hingga 30an.

4. Penghasil konten digital

Membuat konten digital

Apa kamu tahu pengarang dari Mari Kita Sambat Tentang Hari Ini? Berawal dari menghasilkan karya lewat Twitter dan Instagram, sekarang pengarangnya juga menghasilkan buku dari konten-konten yang ia hasilkan.

Jika kamu melihat contoh perluasan dari konten digital menuju perbukuan di sini, dapat ditarik kesimpulan juga bahwa karir dalam dunia digital sangat berpotensi merambah lanskap lainnya.

5. Konsultan

Ilustrasi konsultan yang sedang bekerja

Konsultan digital (bukan konsultan di bidang digital) adalah salah satu yang belum banyak diketahui. Sama seperti freelancer, karir sebagai konsultan di dunia digital mencakup bidang yang sangat luas.

Yang mungkin lebih sering ditemukan adalah konsultan keuangan atau konsultan pemasaran. Konsultan yang bergerak secara digital ini juga tidak jarang membangun jaring-jaring digitalnya sendiri melalui website maupun akun Instagram.

Di Indonesia salah satu contoh konsultan sekaligus akun penghasil konten di bidang investasi dan keuangan adalah Jouska. Di luar negeri seperti Amerika, akun-akun konsultan dalam bidang karir juga banyak yang membuka jasa mereka secara digital. 

6. Wirausahawan digital

Menjadi wirausahawan digital

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan dengan berwirausaha di wadah digital, terutama efisiensi lokasi dan waktu. Selain itu, jangkauan konsumen dengan wirausaha digital juga mampu menjangkau lebih luas. Dengan bersikap adaptif terhadap tren digital, wirausahawan digital mampu mengembangkan bisnisnya sama besar dengan yang memiliki tempat usaha fisik.


Sederet profesi digital ini bukan tidak mungkin akan mengalami penambahan atau perubahan kedepannya. Banyak kemungkinan yang bisa dicoba dari kehidupan digital. Fakta bahwa sebagian usia produktif memilih berkarir non-konvensional di dunia digital juga menunjukkan bahwa masyarakat juga semakin berpikir lebih terbuka terhadap berbagai pilihan karir.

Namun, juga bukan tidak mungkin bahwa kedepannya pemerintah akan menetapkan regulasi-regulasi terkait profesi digital. Nah, bagaimana, kamu mau mencoba?