Golongan Darah dan Karakter Manusia

Katanya, karakter manusia juga dipengaruhi oleh golongan darahnya. Kalau kata sains bagaimana ya?

Golongan Darah dan Karakter Manusia
Image created by Ibrandify from Freepik

Buat kamu yang masih rutin nongkrong di Facebook nih, pasti sering dong ketemu fanpage-fanpage yang isinya ragam karakter atau sifat manusia berdasarkan golongan darah. Dibagikan dengan caption yang selalu terkesan kamu banget serta ilustrasi yang tak kalah lucu, tak jarang membuat halaman sejenis ini selalu banjir pengunjung.

Kepopuleran klasifikasi karakter manusia berdasarkan golongan darah juga sampai diangkat ke dalam bentuk komik dan animasi, loh. Komiknya sendiri dibuat oleh seorang komikus asal Korea yang kemudian mem-publish-nya sebagai serial Webtoon. Lain lagi dengan versi animasinya yang diadaptasi oleh beberapa studio animasi di Jepang.

Berdasarkan publikasi yang semakin banyak beredar, tidak sedikit yang kemudian memetakan orang lain berdasarkan golongan darahnya. Ada juga yang sampai menebak golongan darah orang lain hanya dari kepribadian yang biasanya dijadikan sebagai acuan mutlak dari pemilik golongan darah tertentu.

Misalnya, si golongan darah A yang dikenal sebagai si perfeksionis. Lalu ada si golongan darah B yang dikenal sebagai pribadi yang terlalu santuy. Terus juga ada si golongan darah O yang katanya sih pemimpin di dalam tim. Oh, dan jangan lupakan si golongan darah AB yang, ummm, sulit diprediksi.

Menyimak artikel semacam ini, rasanya sulit untuk tidak melakukan klarifikasi terhadap karakteristik pribadi. Kamu pasti pernah dong mencocokkan sejauh mana sih prediksi mereka sesuai dengan kenyataan atau karakter kamu.

Eh, tapi kalau mau sedikit kritis nih, kira-kira menurut ilmu sains bagaimana ya? Sejauh mana sih, golongan darah seseorang memengaruhi kepribadian, karaker, dan sifat-sifatnya?

Jangan sampai karena klasifikasi sifat manusia berdasarkan golongan darah sudah sepopuler itu, kamu jadi percaya saja padanya mentah-mentah. Kepopuleran sebuah pernyataan tidak pernah menjadi dasar ia untuk dibenarkan, kan?

Dasar-dasar Pembentuk Karakter Manusia

Ilustrasi ragam karakter manusia

Dikutip dari Berpendidikan.com, sifat atau karakter manusia itu bisa terbentuk dari empat faktor, di antaranya:

  • Warisan biologis
  • Lingkungan alam
  • Lingkungan sosial
  • Pengalaman

Poin pertama adalah satu-satunya faktor internal yang terlibat. Adapun poin kedua, ketiga, dan keempat, adalah percabangan dari macam-macam faktor eksternal yang bisa memengaruhi karakter manusia.

Faktor internal sendiri berarti bahwa ada karakter manusia yang diturunkan secara genetik dari orang tua dan para pendahulunya—semacam blueprint dari setiap manusia. Dan karena ini adalah karakter lahiriah yang sudah terprogram bahkan sejak sebelum manusia itu lahir, tidak jarang karakter ini menjadi karakter permanen dari seorang individu.

Terus kalau dikaitkan dengan golongan darah nih, kan juga diwariskan tuh, golongan darah termasuk warisan biologis yang memengaruhi karakter manusia gak ya?

Histori Karakter Manusia dari Golongan Darah

Menilik sejarah dari sebuah buku

Di awal abad ke 20, masyarakat Jepang menggunakan klasifikasi karakter melalui golongan darah untuk melawan rasisme ilmiah dari bangsa Eropa. Gagasan ini kemudian terus berkembang, hingga menjadi sebuah kepercayaan yang dominan dipercayai oleh masyarakat Jepang dan Asia Timur lainnya.

Salah satu penelitian populer yang muncul ketika itu adalah ketika salah seorang dosen coba meneliti kaitan antara karakter kejam suku Ainu dengan golongan darah mereka, kemudian coba menawarkan ide untuk mengadakan perkawinan antarras guna mengurangi jumlah warga bergolongan darah tersebut.

Meski di masa itu gagasan ini masih menuai kontroversi karena kurangnya jumlah penelitian yang mendukung, namun tidak dapat dimungkiri bahwa ide ini lekas populer di kalangan masyarakat Jepang dan segera menyebar hingga ke seluruh wilayah Asia Timur lainnya.

Kaitan antara Golongan Darah dan Karakter Manusia

Macam-macam golongan darah

Publikasi terbaru terkait karakter manusia berdasarkan golongan darah yang tersebar di e-library NCBI, menyebutkan bahwa tidak ada kaitan antara golongan darah dan karakter seseorang. Studi ini dilakukan terhadap 10.000 warga Jepang dan Amerika, dan hanya mendapati kurang dari 0,3% pengaruh golongan darah terhadap karakter manusia.

Eits. Tunggu dulu. Kamu mungkin akan mengelak dengan berbagai statement tentang karakter yang katanya milik golongan darah tertentu yang punya banyak sekali kemiripan dengan kepribadian kamu atau orang-orang terdekatmu.

Kalau begitu, kasus kamu mungkin mirip dengan teori yang lain.

Perry R. Hinton dalam bukunya Stereotypes and the Construction of Social World bahkan dengan tegas menyebutkan bahwasanya tidak ada korelasi apapun antara golongan darah dan karakter manusia.

Namun, Perry menduga adanya hubungan secara self-fulfilling atau upaya memuaskan anggapan pribadi atas kepopuleran gagasan yang terlanjur muncul. Karena gagasan tersebut sudah terlanjur populer, ada kecenderungan dari masing-masing orang untuk kemudian disadari atau tidak berusaha membentuk karakter dirinya sendiri sedemikian rupa.

Wah, pendapat yang terakhir ini mulai terdengar masuk akal, sih.

Tapi para pemilik kepercayaan karakter dari golongan darah tentu tidak akan menyerah semudah itu. Faktanya, sebuah publikasi pun menyebutkan kalau golongan darah dan karakter manusia itu punya keterkaitan walaupun masih sangat lemah.

Studi tersebut menyebutkan bahwa, ada kok, kaitan antara gen yang bertanggung jawab atas karakter manusia dengan gen lain yang bertanggung jawab terhadap golongan darah. Nah, salah satu gen yang dimaksud adalah Dopamine Beta Hydroxylase (DBH).

Dalam publikasi lain, disebutkan bahwa tinggi rendahnya kadar DBH saling terkait dengan beberapa karakter manusia, seperti; keberanian mengambil risiko, sikap refleks, bahkan karakter antisosial.

Publikasi tersebut mendukung ide bahwa karakter manusia saling berkorelasi dengan gen-gen seperti DBH. Nah, karena gen-gen semacam DBH juga berkaitan dengan golongan darah, maka ada kecenderungan untuk mengaitkan klasifikasi karakter manusia dengan golongan darah.

Meskipun studi yang dilakukan menunjukkan kesesuaian terhadap tradisi klasifikasi karakter berdasarkan golongan darah yang banyak populer di Korea dan Jepang, namun belum ada kesepakatan ilmiah terkait korelasi saintifik antar keduanya.

Hmmm, tampaknya untuk membuktikan hubungan antara golongan darah dan karakter manusia secara kuat, masih diperlukan adanya penelitian lanjutan dengan jumlah populasi yang lebih besar. Sebelum hal itu terjadi, agaknya keilmiahan teori golongan darah ini masih perlu dipertanyakan.


Sampai di sini, bisa disimpulkan kalau golongan darah dan karakter manusia sebenarnya tidak saling terkait secara masif, namun—mengutip sumber terakhir—masih ada kok hubungan antar-keduanya, meski pendapat yang ini cukup lemah di dunia sains.

Teori yang cukup diakui terkait hal ini justru adalah ide tentang self-fulfilling, atau yang kalau mau dijabarkan adalah kecenderungan mencocokkan karakter diri dengan gagasan yang banyak diakui oleh masyarakat luas.

Yeshh, yang manapun itu, research terkait ini masih terus berlangsung kok. Tinggal tunggu waktu saja untuk penemuan pastinya.

Nah, kalau kamu sendiri nih, lebih condong ke pendapat yang mana? Berbagi di kolom komentar, yuk.