Gunakan Sederet Quotes Penulis Ini untuk Ungkapkan Patah Hatimu!

Terkadang, pertemuan dan perpisahan terjadi terlalu cepat. Namun kenangan dan perasaan tinggal terlalu lama - Fiersa Besari

Gunakan Sederet Quotes Penulis Ini untuk Ungkapkan Patah Hatimu!
Photo by Debby Hudson from Unsplash

Terkadang kita sungguh ingin mengungkapkan perasaan di media sosial ketika berpikir tidak ada seorang pun yang akan mampu memahami cerita kita. Jika kamu juga pernah berpikir demikian, kamu tidak sendirian. Jutaan orang dari berbagai sudut dunia juga berpikir hal yang serupa denganmu.

Mungkin jika kamu terlalu malu mengungkapkan dengan lugas isi batinmu, kamu selalu punya cara untuk menyamarkannya, salah satunya dengan quotes. Apalagi jika kamu sedang patah hati, tentu ini adalah hal yang sangat menyesakkan untuk dinikmati sendirian.

Kamu bisa saja mengungkapkan patah hatimu dengan cara yang indah. Karena itulah gunakan kumpulan quotes ini untuk ungkapkan patah hatimu dengan elegan!

"Butiran gula larut dalam kopi hitam. Taburan bintang larut dalam kelam malam. Pahit manis kenangan teraduk. Kuhirup semalam suntuk"

- Sam Haidy

Teruntuk kamu yang sedang mengingat momen-momen lampau dengan orang terkasih, inilah quote yang tepat untuk mewakili perasaanmu. Perjalanan jatuh cinta dan patah hati setiap orang sama dengan menikmati kopi. Kamu selalu bisa menyeduh kopi yang baru ketika kopi yang sebelumnya sudah habis atau basi. 


"Sama seperti dendam, rindu harus dibayar tuntas"

- Eka Kurniawan

Rindu tidak harus selalu dipendam sendirian, pun juga tidak harus selalu diantar hanya lewat doa. Jika kamu memang masih mampu menemuinya, temui sekarang atau patah hati yang akan menemuimu lebih dulu.

Kamu tidak harus menahan derita hanya karena meromantisisasi rasa rindu terselubung. Selagi kamu bisa menghindari betapa menyiksanya rasa rindu, temui si dia sekarang juga!


"Bukankah kehidupan sendiri adalah bahagia dan sedih? Bahagia karena napas mengalir dan jantung berdetak, sedih karena pikiran diliputi bayang-bayang"

- W. S. Rendra

Patah hati yang masih baru memang benar-benar menyiksa. Tidak apa-apa jika kamu ingin lebih lega dengan mengungkapkan kesedihanmu lewat status, toh kamu tidak sendirian. Kutipan dari W. S. Rendra satu ini sangat bisa kamu jadikan status. Siapa tahu orang yang kamu sindir sadar dan malah berinisiatif menemuimu.


"Kini aku tak bisa lagi kautipu, kemerduanmu cuma deru angin lalu!"

- Sitok Srengenge

Bagi kamu yang merasa sangat marah dengan mantan atau gebetan, kamu bisa menyindir dengan kata-kata tegas ini. Kata-kata ini juga sekaligus menyadarkan kembali diri kita agar tidak membiarkan diri dijajah oleh cinta yang toksik.

Quote ini mungkin juga bisa kamu gunakan untuk menyadarkan sahabat atau orang terdekatmu yang sedang tidak sadar tengah dirugikan oleh hubungan mereka.


"Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu dapat berencana menikah dengan siapa, tapi tak bisa rencanakan cintamu untuk siapa"

- Sujiwo Tejo

Jangan keburu tersindir! Kata-kata ini mungkin saja bukan untuk kamu, tetapi untuk orang lain yang sedang patah hati karena harus dijodohkan oleh orang tuanya. Dari kutipan ini kamu belajar dua hal.

Pertama, jangan menikah karena paksaan, karena semua pihak akan tersakiti dan akan berakibat buruk untuk jangka waktu yang tak terdefinisi. Kedua, dalam sebuah pernikahan memang kita tidak bisa menduga akan mencintai siapa. Tetapi, untuk setia dan menjaga perasaan, kita semua punya kontrol atas itu. 


Biarlah hati ini patah karena sarat dengan beban, dan biarlah dia meledak karena ketegangan. Pada akhirnya perbuatan manusia menentukan, yang mengawali dan mengakhiri. Bagiku, kata-kata hiburan hanya sekedar membasuh kaki. Memang menyegarkan. Tapi tiada arti. Barangkali pada titik inilah kita berpisah"

- Pramoedya Ananta Toer

Ketika seseorang sedang patah hati, kata-kata hiburan memang tiada arti. Tentu saja itu wajar, karena yang lebih nyata adalah perasaan dibanding kata-kata. Tetapi kamu juga perlu ingat bahwa hidup memang tak lepas dari perpisahan, sebetapa pun setianya sebuah pasangan.

Seperti kata Pram yang lain,

Cinta itu indah, Minke, juga kebinasaan yang mungkin membuntutinya. Orang harus berani menghadapi akibatnya.


"Cinta seperti penyair berdarah dingin yang pandai menorehkan luka. Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya"

- Joko Pinurbo

Ketika merasakan patah hati, kerinduan seringkali juga datang menyelinap. Namun, entah sedang patah hati atau tidak, kerinduan memang sesuatu yang sepertinya tidak berujung.

Entah kamu mencintai seseorang yang menjadi milikmu dan berkemungkinan untuk kamu temui kapan saja, ataupun mencintai seseorang yang tidak terjangkau olehmu. Memang seperti itulah rasa cinta, kamu perlu tahan banting untuk menanggungnya.


Bagaimana menurutmu? Sederet penulis legendaris Indonesia ini tentunya melewati proses penghayatan cinta yang panjang untuk akhirnya bisa merangkai kata-kata ini. Bersyukurlah karena berkat mereka kita bisa merasa terwakili dan mampu mengungkapkan patah hati dengan sedikit tedeng aling-aling.