Pendidikan di Indonesia Berat, Biar Aku Saja

Jika Guru saja tidak wajib bisa semua Mata pelajaran. Lalu kenapa siswa harus serba bisa?

Pendidikan di Indonesia Berat, Biar Aku Saja
Photo by Tirachard Kumtanom from Pexels

Melihat dunia pendidikan makin lama makin pusing.

Sering saya lihat anak SD sudah belajar pelajaran anak SMA zaman saya. Benar itu bisa membuat anak lebih pintar dan memainkan logika dengan cepat. Dan saya juga tahu pertumbuhan anak sekarang jauh lebih cepat di
bandingkan zaman saya.

Tapi mereka juga tetap seorang anak anak yang butuh waktu untuk menikmati masa kanak kanak mereka. Mereka butuh waktu bermain bersama teman teman tanpa pikir tugas, ulangan, tes, dan semuanya. Seorang anak-anak akan tetap seorang anak-anak, mereka butuh waktu untuk bermain.

Lebih lagi saya resah waktu lihat buku pelajaran yang banyak dan berat.

Saya melihat anak SD yang punya postur tubuh kecil setiap hari harus membawa buku yang berat. Menurut saya itu tidak adil. Apalagi melihat mata pelajaran yang macam macam. Saya sempat renungkan, apa anak anak tersebut bisa mendapat nilai bagus ya dengan pelajaran berat begini?

Lalu, kalo anak anak gagal dengan mata pelajaran tersebut gimana dong? Ya! Jawabannya tetap sama, anak anak harus bisa kuasai semua mata pelajaran dan juga jika
anak anak gagal di beberapa mata pelajaran, ya mereka harus tinggal kelas dan mengulangi
pelajaran yang sama itu. Aneh ya!

Saya juga bertanya di dalam hati, kalau siswa harus bisa semua mata pelajaran, guru juga
harus lebih pintar dari siswa dong?

Tapi, kenapa guru diperbolehkan mengajar satu mata pelajaran yang sesuai dengan bidangnya? Ada salah satu video di youtube yang menanyakan hal sama kepada guru. Hasilnya, guru itu juga bingung, kenapa ya? Tidak adil kalau seorang anak di haruskan bisa menguasai semua mata pelajaran, padahal guru mereka masing-masing cuma menguasai satu mata pelajaran. Itu tidak adil. Apalagi anak anak masih tidak sepintar dan terlatih seperti guru guru tersebut. Malah lebih baik guru menguasai semua mata pelajaran dan mengajarkan satu-persatu ke anak-anak dong.

Kalau siswanya bisa semua mata pelajaran,nsudah ngga perlu guru dong? Kan guru cuma satu, kalah sama siswanya.

Dengan isu dan pertanyaan itu, pemerintah menjawab. Pemerintah menjelaskan anak anak
perlu mengerti semua mata pelajaran untuk menentukan mereka mau jadi seperti apa,
mata pelajaran apa yang mereka suka dan pada titik apa kelebihan mereka. Bisa jadi dalam
bahasa, bisa jadi dalam hitung hitungan, bisa jadi dari logika dan analisis.

Oke, saya bisa terima itu. Tapi satu lagi kejanggalan saya. Kalau memang tujuannya untuk cari bakat dan minat anak, kenapa jika nilai anak jelek di beberapa mata pelajaran padahal ada satu mata pelajaran menonjol, anak tersebut malah tinggal kelas? Bukannya didorong di mata pelajaran tersebut dan di dukung, eh malah tinggal kelas.

Justru dari tinggal kelas itu akan buat mental anak itu down, bisa bisa kehilangan semangat buat berkarya dan belajar lagi.

Kita juga bisa lihat negara lain. Setiap anak anak di pendidikan dasar, mereka memang harus
mendapatkan pendidikan seperti kewarganegaraan yang perlu. Tapi dari mereka kecil anak-anak sudah di arahkan ke hobi, suatu hal yang mereka suka. Anak anak mereka juga jadi anak anak yang berhasil, berhasil di bidangnya masing masing. Menurut saya, sistem pendidikan di Indonesia perlu di telusuri lagi.

Bagaimana menurut anda?