Indomie Bukan Hanya Pemersatu di Indonesia, Tetapi Juga di Negara Lain

Memilih Indomie bukan hanya karena selera, tetapi juga cara meredam emosi para napi!

Indomie Bukan Hanya Pemersatu di Indonesia, Tetapi Juga di Negara Lain
Photo by Haya Abdullah from Flickr

Mungkin sudah banyak sekali di antara kalian yang sudah tau soal iklan komersial Indomie di berbagai negara.

Tidak hanya dari kawasan Asia saja, bahkan iklan-iklan ini datangnya hingga dari benua Afrika, dan dengan menunjukkan khas negara masing-masing. Tentu saja, jiwa yang agak norak ini seketika bergejolak, karena kita berasal dari negara dimana Indomie sejatinya berasal.

Apalagi yang bisa kita kagumi selain hal tersebut?

Tentu saja rasanya!

Indomie memang rajanya mie yang memiliki rasa benar-benar autentik dan rasanya bisa dijangkau oleh siapapun. Indomie adalah mie yang bisa diakses oleh segala kaum, bahkan artis papan atas sekalipun.

Beberapa waktu lalu, ketika Super Junior datang ke Indonesia, ada membernya yang terjepret kamera sedang memborong sekantung besar Indomie. Ini bukti pertama bahwa Indomie bisa menciptakan konsensus antar ras.

Kita sepakat bahwa Indomie memang nyaman di lidah.

Perihal makanan bisa bikin seseorang jadi lebih santai, hal itu memang terbukti di Australia dan Amerika.

Di sana, Indomie adalah sesuatu yang dapat membuat seluruh napi duduk bersama dalam satu meja. Tentu ini terdengar sedikit imut, karena begitu kita mendengar napi dari sana, yang terbayang mungkin adalah sekumpulan pria berkulit putih, berbadan besar, berjanggut dan berkumis tebal, penuh tato, dan memandang dengan tatapan yang tajam.

Sebenarnya di penjara Australia kedatangan Indomie bukan hal yang tiba-tiba tanpa alasan.

Kronologinya, anggaran untuk narapidana tidak naik sementara jumlah narapidana meningkat.

Pihak penjara kemudian menjadikan Indomie sebagai salah satu alternatif menu baru. Selain harganya murah, Indomie memiliki rasa yang kental dan disukai semua lidah. Alhasil, para narapidana di sana suka makan bersama ketika ada menu Indomie.

Sedikit ada perbedaan jika menyangkut penjara di Amerika.

Di sana Indomie sama-sama dijadikan alternatif makanan, hanya saja pemanfaatan Indomie lebih variatif.

Jika kamu mendengar bahwa di sana Indomie punya kemewahan yang setara dengan uang, apa pendapatmu? Hal ini juga terdengar imut karena Indomie dianggap sebagai alat tukar untuk melakukan barter. Contohnya menukar beberapa tangkai rokok dengan Indomie.

Bahkan, di sana Indomie adalah bentuk imbalan dari memberikan jasa. Misalnya nih, Indomie dihargai sebagai imbalan membersihkan kasur atau cuci baju. Sebuah kebiasaan yang lucu dan unik, bukan?

Dan sekali lagi, di Amerika, Indomie juga mampu mendudukkan narapidana yang sedang bertengkar. Mungkin dari baunya saja sudah bikin emosi luluh ya?

Memang bukan hal yang mengejutkan jika Indomie adalah makanan penuh legenda dan menghasilkan fenomena.

Di samping rasanya sendiri yang gurih dan tidak ada yang menyamai, Indomie memang mie instan yang secara kontinu terus mengikuti selera pasar. Kamu tidak hanya akan menemukan Indomie untuk penikmat usia 20 atau 30an.

Hah? Gimana Maksudnya?

Maksudnya begini, Indomie memiliki range atau pilihan rasa yang sangat variatif dan spesifik sehingga setiap orang bisa memilih sesuai seleranya sendiri dan mencoba berbagai varian lain. Tentu kamu tahu Indomie goreng ayam geprek yang ada slogannya “hype abis”.

Tentu itu bukan varian rasa yang berkemungkinan besar menjadi pilihan orang tua kita yang berusia 50an. Mereka lebih mungkin memilih rasa yang tidak terlalu macam-macam dan lebih dekat dengan kuliner nusantara, misalnya rasa soto Padang.

Sebaliknya, Indomie menciptakan varian ayam geprek karena mereka tahu, varian ini akan booming di kalangan anak muda, dan memang itu terbukti. Indomie juga ramah pada berbagai macam lidah dengan daya tahan berbeda.

Tidak semua orang suka atau tawar dengan rasa pedas, tetapi bisa jadi orang-orang ini menyukai rasa yang kental dan bermacam-macam. Tentunya tipe orang seperti ini tidak sulit menemukan varian yang pas untuk dirinya.

Hal yang menarik lagi, Indomie adalah mie instan yang fleksibel. Kamu akan dengan mudah menjumpa improvisasi pengolahan Indomie, tidak hanya di Indonesia, bahkan juga seluruh dunia.

Di penjara Australia dan Amerika saja, Indomie diolah dengan bahan-bahan seadanya dari dapur penjara. Di tahanan Australia, para narapidana menyukai Indomie dengan saus kacang.

Apa kamu juga ingin coba?

Ini menjadi bukti bahwa apapun improvisasi pengolahannya, bahan utamanya tetap Indomie.

Entah rumus apakah yang diciptakan penemu Indomie dahulu, sehingga sampai puluhan tahun kemudian, kamu mudah menemukannya di berbagai belahan dunia, termasuk di salah satu jajanan kaki lima kota Seoul.

Yang pasti, Indomie bukan hanya untuk memenuhi selera dan perut kita, ternyata ia bisa menjadi tokoh sosial di sudut tertentu negara lain.