Ingat Quotes Ini Ketika Kamu Menemui Dilema dalam Hidup

Tidak ada proses final dalam memahami diri sendiri.

Ingat Quotes Ini Ketika Kamu Menemui Dilema dalam Hidup
Photo by Allie Smith from Unsplash

Apa yang kamu lakukan ketika tiba-tiba menemukan sebuah quote yang menurutmu cukup mengena? Sebagian dari kita mungkin langsung menjadikannya status, dan sebagian di antaranya lagi menyimpan quotes itu, dan pada pemanfaatan yang tingkatnya lebih tinggi, seseorang sampai menjadikan sebuah quotes sebagai prinsip hidupnya.

Tentu ini tidak masalah, karena pada dasarnya kita semua juga memiliki pemikiran yang didasari oleh pemikiran orang lain. Atau simpelnya, tidak ada sesuatu yang dari ruang hampa. Jadi, tidak apa-apa jika kita menggunakan sebuah quote tokoh dunia atau penulis kesayanganmu misalnya, untuk dijadikan pedoman hidup.

Dan lagi, faktanya memang banyak sekali kata mutiara yang pernah dikeluarkan para tokoh dunia memberi imbas yang cukup besar pada personal banyak orang. Bagi kamu yang mungkin sedang mengalami kegalauan dalam memahami diri sendiri dan hidup ini, mungkin sekian quotes ini dapat membantu.

Tentang self-love

Mencintai diri sendiri, self love

  • "When a women becomes her own bestfriend life is easier," Diane Von Furstenberg.

Ketika seorang perempuan menjadi sahabat bagi dirinya sendiri, hidup menjadi lebih mudah. Tentu kita tahu bahwa banyak sekali standar serta stigma yang dilekatkan pada perempuan.

Seorang cendekiawan program doktoral teologi di Notre Dame University bernama Lailatul Fitriyah suatu kali berkata bahwa imej kolektif masyarakat seakan terletak dengan bagaimana para perempuan di masyarakat tersebut.

Dan berbagai standar serta stigma dapat membuat para perempuan jadi merasa bersalah, berdosa, tidak berharga ketika ia tidak mampu memenuhi standar tersebut. Hal ini sebenarnya cukup menyiksa, karena membuat para perempuan tidak dapat benar-benar mensupport diri sendiri dan menjadi dirinya sendiri. 

Kalau kita merujuk pada kata-kata Diane tadi, sebenarnya yang kita perlukan adalah menerima diri sendiri dan tidak menyiksa diri untuk memenuhi standar masyarakat yang seringkali tidak berdasar.

Ketika seseorang dapat menerima dirinya sendiri, ia akan mampu memahami apa yang ia perlukan sehingga bisa menjadi sahabat bagi dirinya. Dan pastinya, hal itu jauh lebih baik bagi kebahagiaan kita semua secara personal.

  • "How you love yourself is how you teach others to love you,"  Rupi Kaur, Milk and Honey.

Bagaimana kamu mencintai diri sendiri sama dengan bagaimana kamu mengajarkan orang lain untuk mencintai dirimu, begitulah artinya. Apa mungkin kamu tahu seorang penulis millenial yang populer, Rupi Kaur ini?

Ia sangat terkenal dengan berbagai kampanyenya yang menyuarakan self-love, dan ini salah satunya. Mengapa menyayangi diri sendiri bisa berhubungan dengan cara orang lain menyayangi kita? Hal ini dapat diterjemahkan begini, bagaimana kita menyayangi diri sendiri, seperti itulah patokan orang lain untuk memperlakukan diri kita.

Jadi ketika kamu memperlakukan dirimu dengan baik dan menyatakan dengan tegas apa yang kamu suka dan tidak suka, serta dengan tegas memberikan batasan-batasan pada orang lain, di situlah orang akan belajar memperlakukanmu.

Orang yang mengetahui bahwa kamu punya daulat penuh atas dirimu dan mampu memperlakukan diri sendiri dengan baik, pastinya sungkan ketika akan bersikap secara tidak adil pada dirimu.

Tentang selalu mengembangkan diri

Mengembangkan diri sendiri

  • "Learning is the beginning of wealth. Learning is the beginning of health. Learning is the beginning of spirituality. Searching and learning is where the miracle process all begins," Jim Rohn.

Belajar adalah awal kemakmuran, belajar adalah awal dari kesehatan, belajar adalah awal spiritualitas, mencari dan belajar adalah dimana segala keajaiban dimulai. Jangan pernah katakan lelah untuk belajar, karena belajar tidak mengharuskan kita untuk duduk di dalam kelas.

Ketika kamu berkata bahwa kamu sudah malas atau lelah untuk belajar, kamu secara tidak sadar akan membatasi diriu untuk menerima segala kesempatan yang dihadirkan dunia. Kamu juga akan terpatri untuk tidak lagi mengembangkan diri. Jika seseorang berkata bahwa ia sudah saatnya bersenang-senang dibandingkan belajar, itu salah besar.

Belajar atau dalam kata lain mengembangkan diri adalah sesuatu yang pada akhirnya membuatmu bahagia. Seseorang dengan banyak pencapaian dan menguasai beberapa keahlian akan merasa lebih berdaya dan percaya pada dirinya sendiri.

Dengan terus berusaha  mengembangkan diri, pintu-pintu rezeki akan dibuka melalui relasi, dan kualitas hidup kita akan terangkat tidak hanya secara ekonomi saja.

  • "What you get by achieving your goals is not as important as what you become by achieving your goals," Zig Ziglar.

Apa yang didapat dari meraih tujuanmu tidaklah lebih penting dibandingkan jadi seperti apa dirimu melalui proses tersebut. Mungkin ketika kita menemui sebuah hambatan, kita bisa jadi sangat terpukul dan berpikir berulang kali untuk bangkit.

Tapi yang perlu kita perbaiki di saat seperti ini adalah, mindset untuk tidak take everything for granted, untuk tidak menyepelekan apa yang telah kamu capai. Kemajuan tidak harus dalam bentuk lompatan besar, karena semua orang sudah punya takdir waktu snediri-sendiri.

Kita semua perlu lebih menghargai diri sendiri dengan melihat seberapa banyak perubahan dalam diri kita atas segala usaha yang telah diperbuat. Dan mengutip pada kata-kata seorang influencer, Gitasav, kegagalan adalah ketika kamu tidak mengambil kesempatan ketika sebenarnya kamu bisa.

Jadi, kegagalan bukanlah tidak berhasil mencapai sesuatu, tapi ketika kita bersikap pecundang dengan cara tidak mau mengambil kesempatan yang masih bisa dicoba.


Seberapa tua pun kamu, mencari jati diri sebenarnya adalah urusan yang tidak akan pernah usai. Manusia selalu berubah, kita bukan makhluk pasti meskipun menyukai kepastian. Kita sejatinya juga bersifat fluktuatif bergantung dengan bagaimana kita berproses terhadap kehidupan masing-masing.

Oleh karena itu, jangan malu ketika misalnya kamu menemukan kegalauan akan suatu hal di usia yang terhitung dewasa. Keraguan terhadap diri sendiri bisa datang kapan saja bahkan misalnya seseorang hampir mendekati ajal di usia tua.

Selama kamu terus berusaha memperbaiki diri dan mengikuti hati nurani dibandingkan ekspektasi orang di sekitarmu, kamu tidak akan tersesat untuk menemukan versi dirimu yang lebih baik lagi.