Ingin Resign Tapi Kontrak Masih Panjang? Ini Tips Mengatasinya!

Tipsnya bukan cuma sabar kok!

Ingin Resign Tapi Kontrak Masih Panjang? Ini Tips Mengatasinya!
Photo by Marten Bjork from Unsplash

Hubungan kita dengan pekerjaan bisa dibilang sebagai love and hate relationship. Bahkan bagi seseorang yang bekerja sesuai passion pun, tidak menjamin situasi kerja akan seperti yang digembor-gemborkan, selalu bersemangat bangun pagi dan menjalani pekerjaan layaknya hobi. Tidak seperti itu.

Meskipun kita mendapat pekerjaan yang telah kita idamkan dan menjadi passion kita, selalu ada hal-hal yang membuatnya tidak hanya sebagai love relationship, tapi hate relationship juga. Oleh karena itu, pikiran untuk resign hampir bisa dipastikan pernah menghinggapi pikiran semua orang.

Namun, toh meskipun kita sudah menemukan alasan lengkap dan bulat untuk resign, tidak berarti kita bisa langsung ngegas dan minta keluar. Ada beberapa alasan mengapa demikian, salah satunya adalah kontrak kerja yang masih berjalan.

Dan jika ini alasannya, maka satu-satunya yang bisa kamu lakukan adalah bertahan. Karena itulah, coba sederet tips ini agar kamu mampu bertahan hingga masa kontrakmu habis.

1. Berusaha untuk tidak terikat secara emosional dengan hal apapun yang menyangkut pekerjaan

Hubungan di tempat kerja

Salah satu cara agar kita lebih enteng dan tidak baperan soal pekerjaan adalah, dengan melakukan feeling detachment terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Gampangnya, usahakan saja untuk bersikap masa bodo dan objektif di segala situasi.

Misalnya, ketika kamu harus melakukan jobdesk yang kurang kamu sukai, anggap ini sebagai pemenuhan kewajiban, namun tetap usahakan dengan baik. Jangan biarkan dirimu merasa tertekan dan eneg duluan. Dan jangan menuntut hasil yang sempurna juga, karena hal itu hanya akan menambah beban mentalmu. 

Contoh lainnya, jika kamu memiliki rekan-rekan yang kurang supportif dalam pekerjaan, katakan saja dengan lugas dan objektif, tanpa melibatkan perasaanmu di dalamnya.

Dan meskipun mungkin akan terdengar kejam, biarkan saja, fokuskan saja pada tujuan menyelesaikan pekerjaan, tidak peduli apakah nantinya temanmu akan bergosip di belakang atau merasa jengkel.

Terkadang kita memang harus mengabaikan hal-hal seperti ini jika ingin menjalani pekerjaan dengan lebih enteng.

2. Membangun pertemanan di luar kantor

Pertemanan di luar kantor

Sangat banyak kasus di mana seseorang ingin keluar dari pekerjaannya karena rekan-rekan sekantornya tergolong toksik. Jika kamu yang termasuk mengalami hal ini, memang tidak ada gunanya menyelam terlalu dalam bersama mereka. Menjaga jarak dari teman-teman sekantor sama sekali bukan hal yang salah.

Bagaimanapun menjaga kesehatan emosionalmu lebih penting daripada sekedar menyenangkan orang lain dan terlihat baik-baik saja. Jika lingkungan kerjamu memang orang-orangnya membuat tidak nyaman, kamu cukup membatasi hubungan secara profesional saja. Kamu tidak perlu mengundang ataupun berusaha masuk ke kehidupan mereka lebih dalam.

Karena segala bentuk gangguan yang seharga dengan ketenangan hidupmu, artinya itu terlalu mahal.

Dan untuk menafkahi kebutuhanmu bersosialisasi, kamu bisa menjalin dengan lingkar di luar pekerjaan. Lebih baik juga jika kamu ternyata bisa menemukan lingkar pertemanan baru dengan sebuah komunitas yang memiliki ketertarikan sama. Temukan lingkar pertemanan yang membuatmu merasa lebih berdaya, karena hal itu akan meningkatkan kepuasan hidupmu juga. 

3.  Jangan terlalu memaksakan diri 

Perfeksionis dalam pekerjaan

Dalam keadaan menginginkan resign, tapi kamu memaksa dirimu dan membuat target-target yang terlalu tinggi, bisa jadi kamu justru akan merasa dipaksa, alih-alih termotivasi oleh targetmu. Karena itulah, lebih baik bersikap lebih realistis dan mengusahakan dengan baik tanpa menargetkan secara berlebihan. 

Tidak cuma itu, jangan memaksakan dirimu juga ketika kamu sudah mendapatkan sinyal dari tubuh untuk beristirahat. Jangan menunda makan, istirahat, atau cuti jika kamu sudah membutuhkannya. Karena bagaimanapun, baik itu kesehatanfisik maupun mental memiliki harga yang termahal dari segalanya. Menghormati tubuhmu tidak akan membuatmu menyesal. 

4. Tetap ingat relaksasi di sela kepadatan aktifitas

Santai setelah beraktifitas

Terkadang, kamu perlu bersikap egois di saat weekend. Tidak ada salahnya jika kamu mematikan notifikasi atau ponsel untuk menikmati hari liburmu yang cuma dua hari atau bahkan sehari. Ibaratnya, agar seekor kuda bisa terus berlari, ia tetap harus beristirahat dan menikmati rumput.

Manfaatkan weekend yang singkat ini untuk memanjakan dirimu dan membahagiakan diri, karena esok hari, kamu akan menghadapi minggu yang mungkin tidak kalah berat dari sebelumnya.

Kamu tidak perlu melakukan sesuatu yang sifatnya wah atau luar biasa. Hal-hal sederhana bisa dilakukan, karena syaratnya hanyalah menjauhkan diri dari kontak terhadap pekerjaan.

5. Kondisikan meja kerjamu senyaman mungkin

Meja kerja yang nyaman

Bagaimanapun, sebagai makhluk visual, kita selalu mencari hal yang nyaman bagi mata. Bagaimana mungkin meja kerja yang sama sekali tidak estetik akan membuatmu betah. Setidaknya, selain membersihkan meja kerjamu secara rutin, kamu juga perlu menambahkan beberapa dekorasi yang bisa membuatmu lebih termotivasi.

Apapun itu, buat meja kerjamu agar tidak tampak sangat membosankan. Mungkin, trik menambahkan tanaman atau ikan peliharaan di atas meja bisa membantu. Apalagi, pemandangan berwarna hijau akan merilekskan matamu. Sehingga, kamu tidak terlalu merasa jenuh dengan pemandangan benda mati seputar kertas, bulpen, layar laptop, itu-itu saja. 

6. Tetap setia berolahraga dan jaga asupan makanan yang seimbang

Makanan untuk menstabilkan mood

Berolahraga tidak hanya membuat imunmu lebih baik dan kamu lebih berenergi, tetapi juga menghindarimu dari stres. Jangan lupakan juga menjaga asupan makanan yang sehat dan seimbang, karena asupan makanan yang seimbang bagaimanapun akan menstabilkan juga senyawa-senyawa dalam otak kita.

Ketika emosi atau perasaan kita dalam kondisi yang tidak terlalu nyaman, hal tersebut boleh jadi karena senyawa kimiawi dalam otak sedang tidak berjalan seimbang. Karena itulah kita mengenal makanan yang bisa menstabilkan mood, fungsi mereka adalah menyeimbangkan senyawa-senyawa tersebut. 


Sederet tips ini adalah tentang bagaimana kamu menikmati sesuatu ketika menghindarinya adalah hal yang tidak mungkin.

Ingatlah untuk tidak melibatkan perasaanmu terlalu dalam, menjaga jarak dari rekan kerja yang kurang mendukung, aktif bersosialisasi di luar tempat kerja, buat suasana kerja senyaman mungkin, jaga kesehatan, dan jangan memaksakan diri.

Jika tidak bisa dihindari, telan dan nikmati saja!