Ini Tandanya Jika Anak Akan Tumbuh Sebagai Introvert

Jangan paksa anak introvert menjadi ekstrovert ya bun!

Ini Tandanya Jika Anak Akan Tumbuh Sebagai Introvert
Photo by Naomi Shi from Pexels

Banyak orang, atau mungkin hampir semua orang baru menyadari apakah kita termasuk ekstrovert atau introvert di usia dewasa. Sayangnya, timing yang terlambat seperti ini tidak selalu tanpa imbas. Sebelum benar-benar memahami diri sendiri, orang akan semakin sering terjebak dalam situasi yang tidak nyaman atau tidak mendukung  potensinya.

Oleh karena itu, sebenarnya sangat penting untuk mengetahui apakah seorang anak mempunyai kecenderungan kepribadian introvert ataupun ekstrovert.

Dan yang lebih penting lagi, ingat baik-baik bahwa, entah seorang anak termasuk ekstrovert ataupun introvert, ini adalah bentuk kecenderungan. Maka, bisa saja ada temuan di mana seorang anak yang cenderung introvert sebenarnya memiliki kepribadian extroverted-introvert yang membuatnya sekilas terlihat seperti ekstrovert.

Nah, sebelum mencoba memahami apakah anak anda termasuk introvert ataupun ekstrovert, jangan memberi bias terhadap salah satunya. Masing-masing kepribadian ini tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk, karena sama-sama punya sisi plus dan minusnya.

Tidak penting untuk membanding-bandingkan antara satu jenis kepribadian dan yang lain. Fokus dalam mendorong perkembangan anak sesuai kepribadiannya adalah yang paling penting. Karena itulah, untuk mendukung si anak introvert, kenali ciri-cirinya terlebih dulu!

1. Anak introvert membutuhkan waktu untuk menjalin hubungan dengan orang atau lingkungan baru

Seperti halnya kita orang dewasa, tidak semua dari kita bisa langsung bersikap ramah-tamah saat pindah ke lingkungan rumah atau kantor yang baru. Itu wajar saja, tidak semua orang di dunia ini punya sifat dominan sebagai ekstrovert. Yang perlu dipahami saat melihat anak introvert anda masuk ke lingkungan baru adalah, ia membutuhkan waktu untuk mempelajari situasi.

Ini juga merupakan tantangan bagi mereka, jadi jangan membuat mental mereka semakin rumit dengan cara menyuruhnya agar segera dapat teman baru dan bisa bermain dengan sesamanya. 

Menjadi anak introvert bukan berarti anak anda tidak pandai bersosialisasi.

Anak introvert dengan sendirinya akan menemukan pertemanan yang membuat mereka nyaman. Hanya saja, proses mereka dalam menjalin relasi tidak secepat anak ekstrovert. Yang penting, pastikan saja bahwa si anak introvert tidak menemukan hal-hal yang mengancam mereka di lingkungan barunya.

Rasa afirmasi dan rasa aman sangat penting bagi mereka untuk bisa rileks dalam bersosialisasi. 


2. Anak introvert suka sibuk sendiri 

Sebagaimana halnya para introvert dewasa yang suka sibuk sendiri. Para anak introvert juga suka sibuk sendiri. Contohnya, mereka mungkin sering terlihat berbicara sendiri dan begitu tenggelam dengan mainannya sendiri. Namun, ini bukan hal yang buruk. Ini adalah cara anak introvert dalam memahami dirinya.

Lagipula, anak introvert yang suka sibuk sendiri ini adalah tipe orang yang memiliki imajinasi tinggi. 

Namun juga sayang sekali, banyak orang tua mengira bahwa semua anak harus memiliki kepribadian yang ceria.

Padahal tampak ceria dan sehat secara mental tidak bisa disamakan.

Anak introvert yang suka sibuk dengan dunianya memang cenderung punya kepribadian yang tenang, tapi bukan berarti pemurung.

Saat-saat ketika mereka sendirian, berimajinasi, berbicara dengan diri sendiri, dan sibuk dengan mainannya adalah saat-saat di mana mereka merasa bisa mengeksplorasi diri sendiri.

Tanda anak introvert

3. Anak introvert akan merasa sangat lelah atau rewel jika sudah bersosialisasi untuk waktu yang lama 

Jika anak tiba-tiba rewel, nggak mood, atau jadi lebih pendiam lagi setelah beraktifitas seharian, ini juga bisa menandakan bahwa anak anda adalah seorang introvert. Pahami situasi ini, karena seorang introvert akan merasa sangat lelah atau stres ketika mendapat terlalu banyak stimulasi.

Ketika situasi ini terjadi, jangan biarkan ia terus-menerus di situasi sosial yang padat, karena si anak introvert akan merasa sangat kelelahan dan kehabisan energi. Berikan ia waktu untuk mendapatkan kembali tenaganya dengan cara menyendiri. Ingat bahwa memakasakan si introvert untuk terus berpacu juga tidak baik untuk kesehatan mentalnya. 

4. Anak introvert tidak reaktif karena harus mengamati situasi terlebih dulu

Ketika dalam situasi tertentu, anak introvert sering disalahpahami sebagai anak yang pemalu. Padahal tidak selalu begitu. Jika ia tidak menunjukkan bahwa dirinya merasa insecure, anak tersebut bisa jadi memang sedang mengamati situasi di sekitarnya.

Sebagai orang dewasa, kita perlu memahami bahwa mereka sebenarnya sedang membaca keadaan dan bersikap hati-hati sebelum melakukan atau mengucapkan apapun. Ini wajar saja, karena bagaimanapun respon tipe kepribadian introvert dan ekstrovert terhadap stimulan memang tidaklah sama.

5. Anak introvert lebih suka menyimpan perasaannya sendiri

Tanda yang cukup ketara pada seorang anak introvert adalah, mereka lebih suka menyembunyikan perasaannya sendiri dibanding si introvert. Di samping itu, sebagai orang tua, tentu anda mungkin merasa perlu tahu keadaan anak anda sebenarnya.

Tentu agar membuat anak introvert ini lebih terbuka, kita tidak bisa melakukan cara paksaan padanya. Sebaliknya, ciptakan intimasi dan kehangatan sehingga ia bisa lebih terbuka. Anda bisa mengawalinya dengan cara mengajak anak tersebut saling mengirim surat dengan anda. Lama kelamaan, mulai ajak dia untuk lebih terbuka dengan cara komunikasi langsung.

Yang jelas, jangan bersikap terlalu frontal dan agresif karena si introvert ini bisa jadi malah merasa semakin tidak nyaman. 

Tanda anak introvert

Lalu bagaimana caranya bersikap pada anak introvert?

Tentu saja cara terbaik untuk memahami anak introvert adalah dengan belajar tentang bagaimana kepribadian introvert ini sebenarnya. Dengan belajar tentang kepribadian introvert, maka anda akan lebih memahami seperti apa anak anda.

Tapi, ingat lagi bahwa tidak semua ciri introvert bisa ditemukan pada anak anda. Gunakan pembelajaran tersebut sebagai pedoman dengan tetap mengamati tiap detil perilaku anak. Sehingga, anda juga mengetahui apa yang baik dan tidak baik untuk si introvert anda. 

Kedua, jangan pernah memaksa anak introvert anda untuk berubah. Masing-masing manusia memiliki keunikannya sendiri. Menyuruhnya untuk menjadi seperti orang lain hanya akan mematikan potensinya dan membuatnya sulit untuk berkembang sebagai dirinya sendiri.

Terima anak anda apa adanya dan dorong mereka untuk bisa mengembangkan diri sesuai ciri khas kepribadian introvertnya. 


Itulah beberapa tanda anak anda tergolong sebagai si introvert. Ingat, kepribadian ini bukan bentuk negatif dari kepribadian ekstrovert. Karena, si introvert pun bisa mencapai potensi maksimalnya dengan gaya khas mereka sendiri!