Inilah Kenapa Cewek Tidak Perlu Ragu Katakan Cinta Duluan

Baik laki-laki atau perempuan sama-sama berhak mengatakan cinta lebih dulu.

Inilah Kenapa Cewek Tidak Perlu Ragu Katakan Cinta Duluan
Photo by Burst from Pexels

Dalam hal memulai sebuah hubungan, selama ini ada hal yang selalu disalahpahami, yaitu perempuan seharusnya jangan mengatakan cinta lebih dahulu. Alasannya? Karena perempuan seperti itu dianggap agresif, kurang punya rasa malu, sampai kurang elegan. Padahal, baik mengatakan atau menerima pernyataan cinta sama-sama bikin hati dag dig dug malu tak keruan.

Dan anehnya, kenapa jika laki-laki yang menyatakan perasaan lebih dahulu tidak pernah dibilang agresif atau kurang rasa malu? Sebaliknya, orang selalu berpikir bahwa yang harus make a move adalah laki-laki dan perempuannya cukup pasif saja, terlepas nanti menerima atau tidak.

Wah, sulit juga kalau kebiasaan seperti ini terus dipelihara. Masalahnya, ya kalau yang naksir doi kita doang? Nah kalau seabrek? Yang ada nanti kita patah hati duluan karena doi keburu dimiliki yang berani make a move duluan. Selain keburu dimiliki orang lain, inilah sekian alasan kenapa cewek tidak perlu ragu katakan cinta duluan.

1. Mengekspresikan perasaan tidak ada kaitannya dengan gender

Pasangan sedang berada di pantai untuk menyatakan cinta

Ada pepatah yang dibuat-buat bunyinya begini "cowok menak nembak, cewek menang nolak". Lhah, memangnya kita lagi lomba gengsi-gengsian apa? Kalau sedari awal sudah dipupuk pakai gengsi ya mendingan urungkan niat menjalin hubungan. Hubungan yang pakai gengsi seperti ini akan menghasilkan rentetan ketidak-jujuran selanjutnya.

Yang namanya mengekspresikan perasaan ya siapa saja boleh, toh manusia memang dianugerahi perasaan salah satunya untuk menentukan sikap yang menguntungkan.

Kalau tidak menyatakan cinta malah beresiko ketidak-beruntungan, ya untuk apa dilakukan? Makanya, gaspol!

2. Mematahkan stigma bahwa perempuan harus pasif dan malu-malu

Perempuan tidak harus pasif dan malu-malu

Memang apa sih dasarnya bahwa laki-laki harus berapi-api dan perempuan harus adem melempem? Lagipula, segala bentuk sikap, termasuk rasa malu, harus diletakkan sesuai situasi atau konteks. Dalam konteks ini, memangnya kenapa harus malu mengakui perasaan? Toh jatuh cinta pada orang lain bukan perbuatan memalukan, hampir semua orang pernah mengalaminya.

Kebiasaan sok menyembunyikan perasaan demi gengsi bukanlah hal yang baik. Kamu tentunya tidak mau kan, memendam perasaan sampai basi hanya karena mengikuti opini orang lain yang tidak ada dasarnya ini?

3. Kalau mau ada progress dalam hubungan, ya harus mau bergerak

Harus bergerak supaya ada progress dalam hubungan cinta

Dalam sebuah hubungan, sejak memulai hingga menjalani harus sama-sama proaktif. Cinta itu ada bukan hanya karena sikap idealis memegang prinsip setia, tapi memang setia memupuk perasaan satu sama-lain.

Kalau salah satunya pasif dan tidak mau give and take ya tentu saja salah satu pihak akan merasa lelah. Apalagi jika belum ada ikatan seperti ini, jika sama-sama menunggu dan tidak ada yang menginisiasi, paling ujungnya kalian akan lelah menunggu satu sama lain.

4. Pandangan bahwa laki-laki yang harus ambil tindakan dan perempuan hanya perlu menerima adalah contoh ide patriarkis yang tidak disadari

Kesetaraan Gender

Ide-ide seperti ini pada dasarnya hanya berusaha menuruti pandangan bahwa laki-laki adalah makhluk dominan, dan perempuan subordinatnya. Sehingga, perempuan tinggal manggut-manggut atau geleng kepala. Gampangnya, laki-laki adalah makhluk yang aktif, sedangkan perempuannya pasif.

Pantas saja kesadaran gender kita rendah, hal sesederhana menyatakan cinta saja pakai ada batasan gender. Sudahlah, kita ini sebagai manusia ya hiduplah bagaimana sepenuhnya manusia, jujur pada segala perasaan dan jangan takut atau saling membatasi untuk mengakuinya. 

5. Tidak ada perasaan yang memalukan

Tidak ada perasaan memalukan dalam sebuah hubungan asmara

Inilah kenapa kita semua sulit sekali menerima dan menyayangi diri sendiri. Ada perasaan-perasaan yang kita selalu berusaha untuk tutupi atau tampik. Bukankah jika menyatakan perasaan, maka hati ini menjadi lebih lega? Dengan begitu kita tidak perlu menyiksa diri dengan memendam perasaan tanpa ada kejelasan.

Setidaknya, jika misalnya kamu ditolak atau doi bilang tidak bisa menerima perasaanmu, kamu tetap merasa lega. Urusan patah hati kita urus belakangan. Yang penting kita selesaikan ini dulu dan jika memang Tuhan berkehendak, kita akan diberi kesempatan jatuh cinta dan menjalin cinta dengan yang lain.


Sudaahlah, lupakan saja stereotipe-stereotipe yang landasannya tidak rasional dan tidak menguntungkan. Manusia memang naturalnya bersikap jujur, jadi tidak perlu gengsi dan menutup-nutupi sesuatu yang ingin kamu ungkapkan.

Toh, ini untuk kebaikan kamu sendiri. Pada intinya, baik laki-laki atau perempuan sama-sama berhak mengatakan cinta lebih dulu. Ingat baik-baik ya :)