Jadikan Kontenmu 'Shareable' dengan Sederet Tips Ini!

Makin shareable makin berkesan!

Jadikan Kontenmu 'Shareable' dengan Sederet Tips Ini!
Photo by Tracy Le Blanc from Pexels

Kamu tentu selalu menemukan bukan, di berbagai artikel atau konten yang terbit jaman sekarang, ada tulisan 'share' atau 'bagikan' atau juga simbol berbagai sosial media terutama Whatsapp, Facebook, Twitter, dan semacamnya. Sederet tanda tersebut tidak hanya berguna bagi pembaca atau audiensnya saja, namun juga untuk yang menghasilkan konten.

Kenapa bisa begitu? 

Bagi penghasil konten, dalam website mereka tentu bisa diketahui berapa kali sebuah konten dibaca atau ditonton, tapi saat ini para pemilik website atau channel juga bisa mengetahui berapa kali konten yang mereka hasilkan telah dibagikan. Semakin banyak dibagi dan disimak, tentu itu adalah kabar baik bagi yang memproduksi konten tersebut dong!

Jadi, kali ini kamu juga akan kebagian tips bagaimana menghasilkan sebuah konten, tepatnya artikel, yang tentu saja shareable!

Amati bagaimana lahan kompetitor

Menulis konten yang shareable

Pastinya, kamu sudah paham kan, ingin membuat tipe-tipe konten seperti apa, dan bisa dipastikan juga kamu sudah memiliki sedikit bayangan dari kompetitor atau senior-seniormu. Nah, dari sini kamu bisa mengamati, konten semacam apa yang laris dan shareable di pasaran mereka.

Tentunya kamu tidak bisa memaksakan membuat konten yang gayanya persis sama. Selain itu tidak otentik, namun juga tidak selalu pas dengan tema website-mu. Yang perlu kamu amati dari mereka adalah, konten mana yang paling banyak membuat 'engagement' atau mendapat ketertarikan terbanyak dari audiens.

Perhatikan juga bagaimana mereka membuat headline yang kira-kira akan langsung menarik minat pembaca. Saat ini, jangan dikira semua orang yang sharing bacaan pasti sudah membaca isi kontennya. Ada juga sebagian orang yang bahkan hanya gara-gara tertarik headline, lantas langsung membagikan pada orang di jejaringnya.

Dari segi kebiasaan tentu bukan hal yang bagus, namun dari segi kekuatan headline, ini adalah sesuatu yang positif karena bisa menarik minat pembaca. Dan untuk membuat headline yang atraktif sendiri ada kiatnya, ini dia:

  • Gunakan kosakata yang mengerucut sesuai topik yang akan dibahas
  • Cantumkan keyword 
  • Kamu dapat memasukkan angka jika artikelmu format listicle
  • Pakai kata yang sifatnya fenomenal atau mampu menarik secara psikologis

Ekspresikan dengan cerita

Menulis konten yang shareable

Menulis sebuah teks yang cenderung flat atau sangat deskriptif tentu saja bisa dilakukan, tapi tidak selalu bisa berlaku. Untuk memproduksi sebuah konten yang shareable, hindari hal ini karena audiensmu akan mengantuk di tengah-tengah artikel.

Bukan hanya membosankan saja, tapi pembaca juga tidak menemukan sesuatu yang sifatnya relatable atau setidaknya menarik bagi mereka. Karena itulah, untuk menulis sebuah konten yang shareable, jangan hanya membuat sesuatu yang cuma berisi informasi.

Tulislah artikel yang memiliki cerita yang berkemungkinan dialami orang dan artikel yang dapat menyajikan solusi.

Karena apa sih sebabnya seseorang menyimpan atau membagikan artikel? Itu karena mereka merasa isi sebuah artikel sangat berhubungan dengan yang mereka alami atau dapat berguna bagi orang-orang terdekatnya.

Karena itulah, dalam menulis artikel yang shareable, kamu juga perlu menelisik dari sudut pandang masyarakat, apa hal-hal yang berkaitan dengan mereka, ataupun solusi apa yang dibutuhkan oleh banyak orang.

Dalam artikel sebelumnya, juga sudah dijelaskan bagaimana menulis sebuah artikel yang menarik, yang punya karakter story-telling. Nah, gunakan sudut pandang orang kedua untuk menjalin emosi dengan pembacamu. Manfaatkan kata ganti 'kamu' dan sejenisnya sehingga pembaca juga larut dalam tulisanmu. 

Selalu update dengan apa yang kekinian

Menulis konten yang shareable

Namun, menciptakan ide untuk dibuat ke dalam tulisan tentu bukan hal yang mudah, terkadang memang ada saja saat di mana sebagai penghasil konten kamu merasa mampet ide. Tidak apa-apa, toh bentuk konten yang selalu diminati tidak melulu yang inspiratif, solutif, dan fresh dari imajinasimu sendiri.

Jangan lupa, konten dengan topik yang trending juga selalu diminati.

Kamu sering lihat sendiri pastinya, ketika ada sebuah fenomena ataupun berita yang sedang viral, pasti semua media juga merilis artikel dengan topik serupa, dan satu media terkadang tidak hanya merilis satu tulisan saja, bahkan dua atau lebih topik yang sama meski isinya berbeda. Jadi, kamu sangat boleh mengikuti tren ketika ada sesuatu yang sedang viral.

Pada intinya, dalam menciptakan sebuah konten, kamu bisa menuliskan hal yang viral dan masih relevan untuk kapanpun. Relevan untuk kapanpun maksudnya adalah, artikelmu juga masih relate untuk dibaca hingga waktu yang tidak terbatas.

Kecuali kalau pasar audiensmu juga membutuhkan bahasan sesuatu yang spesifik hanya untuk tertentu. Misalkan, 10 skin care lokal paling laris di tahun 2019. 

Perhatikan kemudahan audiensmu

Menulis konten yang shareable

Meskipun kamu memiliki konten yang sangat menarik, itu semua tidak lantas membuat tulisanmu shareable. Dalam dunia media, audiens adalah pelanggan, jadi kenyamanan pelanggan tentu harus diutamakan. Pastikan agar tombol share atau bagikan terlihat jelas dan nyaman di-klik.

Bukan cuma itu, penting juga agar tombol sharing atau berbagai logo sosial media yang kamu sematkan bisa langsung melakukan share hanya dengan satu klik saja.

Proses yang berbelit-belit cenderung membuat audiens atau pembacamu mengurungkan niatnya atau bahkan bisa urung kembali ke website-mu untuk berkunjung kembali. Jadi, buatlah agar layout-nya nyaman di mata, rapi, dan gampang dioperasikan. 


Sudah cukup jelas bukan, tips shareable content di atas? Bukan cuma dari segi isi saja yang akan menarik pembaca atau audiens. Sejak pengguna internet pertama kali melihat headline, mereka bisa langsung menentukan ingin membaca atau membagikan konten tersebut atau tidak.

Apalagi, tidak sedikit orang yang langsung membagikan atau bahkan nyeletuk pada temannya sambil berkata, " Eh liat nih, ada berita tentang 5 destinasi wisata paling seram di Indonesia,", misalnya.

Bahkan dari celetukan-celetukan semacam ini, orang bisa tertarik untuk membagikan artikel dan membaca di ponsel masing-masing. Jadi, sejak dari pemilihan kosakata untuk headline, kamu perlu merancang kata yang magnetis.

Dan ketika tiba di bagian isi, jadilah pencerita yang mampu mengungkap masalah dari sisi audiens dan menawarkan solusinya. Atau setidaknya, jika tidak dapat menawarkan solusi, ajak audiensmu untuk bersama-sama menertawakan sebuah masalah yang sedang dibahas. 

Sebagai seorang penghasil konten, selain ide yang murni dari perenunganmu sendiri, kamu juga perlu selalu update dengan apa-apa yang kekinian. Hal-hal yang viral di era kiwari akan selalu menarik bagi pembaca. Dan terakhir, jangan lupakan kenyamanan fasilitas sharing-nya ya!