Kamu, Dia, dan Orang Ketiga

Lika-liku percintaan kadang juga terselipkan oleh kehadiran orang ketiga. Sebenarnya siapa sih orang ketiga itu? Bisakah kemunculannya diantisipasi?

Kamu, Dia, dan Orang Ketiga
Photo by Elle Hughes from Pexels

Kalau kamu dan dia adalah bumi dan matahari, maka orang ketiga akan diibaratkan sebagai bulan yang bisa menciptakan gerhana dengan berada di antara bumi dan matahari.

Siapa sih yang menginginkan keberadaan orang ketiga di tengah hubungan percintaan mereka?

Setiap dari kamu mungkin punya jawaban tidak. Tapi percaya deh, ada kalanya orang ketiga muncul bahkan tanpa kamu sadari.

Siapa sih Orang Ketiga Itu?

Bicara soal cinta, salah satu ujian terberatnya adalah orang ketiga. Pihak ketiga ini merujuk kepada seseorang yang acap kali punya andil terhadap terbaginya rasa sayang antara sepasang sejoli atau dalam konteks ini antara kamu dan dia.

Deskripsi orang ketiga dan perselingkuhan saat ini sudah semakin luas karena tidak selalu melingkupi hubungan romantis secara perasaan dan fisik dengan seseorang lain di luar pasangan.

Kedekatan emosional yang dapat kamu rasakan ketika cukup akrab dengan seorang rekan kerja atau teman main lawan jenis juga perlu diwaspadai. Bisa saja tanpa sadar, naluri kamu telah menjadikannya sebagai orang ketiga.

Sekadar berpapasan dengan orang ketiga itu mungkin memunculkan sensasi menyenangkan. Obrolan dan candaan sederhana yang timbul pun bisa membuat kamu merasa nyaman.

Rasa senang dan nyaman ini tentunya berbeda dari rasa senang dan nyaman yang muncul ketika berinteraksi dengan teman biasa. Perbedaan yang paling utama adalah munculnya rasa berdebar ketika interaksi kamu melibatkan orang ketiga.

Sebab Munculnya Orang Ketiga

Masalah antara Kamu dan Dia

Perasaan terabaikan dalam hubungan saat ini cenderung memegang peran cukup besar dalam kemunculan orang ketiga.

Kamu dan pasangan bisa jadi sedang berada dalam status bertengkar, saling mendiamkan, atau merasa tidak diperhatikan. Bukannya menyelamatkan hubungan kalian, masing-masing dari kamu hanya menunggu si dia untuk bertindak lebih dulu. Entah karena gengsi, malu, atau harga diri.

Kalau salah satu di antara kalian sudah tidak nyaman dengan pasangan, bukan tidak mungkin untuk tergelitik dan mencari cinta yang baru. Mungkin kalian tidak ingin menyakiti satu sama lain dengan kata putus, oleh karenanya menjalin hubungan kedua bisa menjadi opsi yang menggiurkan.

"Umumnya, wanita berselingkuh karena keperluan emosional, sedangkan pria berselingkuh karena kebutuhan fisik."

- Dr. Wyatt Fisher, psikolog

Sebelum sampai ke tahap ini, cobalah ingat kembali seberapa berharganya si dia buat kamu. Jika kamu memang belum siap untuk kehilangan, hendaknya kamu mengalah lebih dulu dan sedikit menurunkan ego.

Mulailah membuka obrolan dengan si dia. Kamu bisa memulai dengan kata "Maaf," lalu saling mendengarkan kata hati masing-masing. Selalu terapkan bicara dalam dua arah, karena bagaimanapun, komunikasi adalah kunci penting dalam sebuah hubungan.

Kamu Hanya Merasa Ingin

Pasangan kekasih sedang duduk berdua

Di beberapa kesempatan, perselingkuhan atau orang ketiga juga dapat muncul meski kamu dan dia tidak terkendala masalah apapun. Sadar atau tidak, orang ketiga atau perselingkuhan ini bisa juga terjadi karena kamu atau pasangan memang menikmati sensasi berselingkuh.

Ada kalanya kamu atau pasangan tanpa sadar tertarik pada lawan jenis lain. Misalnya saja dengan sekadar mengagumi caranya tersenyum, atau bahkan dengan menikmati kekonyolan yang dilakukannya.

Pada mulanya, ini hanya ketertarikan biasa dan kamu mungkin hanya menikmatinya sebagai candaan belaka.

Namun ketika intensitas interaksi kamu dan orang ketiga itu cukup tinggi, kamu mungkin akan berpikir dua kali tentang perasaan kamu yang sebenarnya.

Di satu situasi, kamu tidak mau melepaskan pasangan kamu. Selain karena memang tidak ada masalah apapun di antara kalian, kamu juga merasa sayang untuk melepaskan seseorang yang sudah cukup lama sangat mengenal pribadi kamu.

Jadilah kamu memutuskan untuk menjalani affair yang tentunya secara diam-diam dengan orang lain. Tak bisa kamu pungkiri, bahwa sensasi yang timbul selama berselingkuh juga cukup menagihkan.

Dr. Anna Machin, seorang antropolog evolusi di Universitas Oxford bahkan memaparkan hal ini secara biologis dan kimiawi.

"Adanya hasrat untuk berbuat sesuatu yang menantang, akan memicu pengeluaran norepinephrine yang selanjutnya menstimulasi produksi adrenaline untuk meningkatkan gairah seseorang. Sebagai imbasnya, senyawa dopamine yang juga ikut dihasilkan akan memberikan efek bahagia dan rasa senang."

Agak sulit mengantisipasi sebab yang satu ini. Oleh karenanya, kamu dan pasangan tentunya harus mencermati kembali komitmen dalam hubungan kalian.


Manapun kasus yang sedang menimpa kamu, gunakan waktu kamu sebijak mungkin untuk merenungi perasaan yang sebenarnya kamu rasakan pada orang ketiga itu.

Kamu tentu yang paling tahu tentang perasaan kamu sendiri, apakah ketertarikan itu hanya sekadar tertarik, atau memang telah tumbuh perasaan lain yang lebih besar di sana.

Sebagaimana bunyi sebuah kutipan,

"Jika kamu menemukan cinta pada orang lain, tinggalkan pasangan kamu yang sekarang. Kamu tidak akan jatuh cinta semudah itu jika kamu sungguh-sungguh mencintai pasangan kamu."

Punya kedekatan dengan orang serupa? Jika kamu merasa kesulitan dalam mengevaluasi perasaan kamu, sebuah buku dari Sheri Meyers yang berjudul Chatting or Cheating ini patut banget untuk kamu coba.