Kata Siapa Jadi Bucin Mengenaskan? Itu Kebanggaan

Kalau dengar kata bucin, bau-baunya sudah mengenaskan. Kebanggaan di bagian mananya?

Kata Siapa Jadi Bucin Mengenaskan? Itu Kebanggaan
Photo by Ed Robertson from Unsplash

Tiada hari tanpa bucin. Akronim kekinian yang artinya budak cinta ini belakangan rajin berseliweran di timeline media sosial. Bukan karena bagus apalagi berfaedah. Tapi justru karena naif, konyol, kadang juga bisa banget bikin hati tersayat-sayat.

Ups.

Kamu mungkin sering dengar lagunya Mytha Lestari yang liriknya bucin parah kayak di bawah ini,

Kamu berbohong aku pun percaya
Kamu lukai ku tak peduli
Coba kau pikir dimana ada cinta seperti ini
Kau tinggalkan aku ku tetap di sini
Kau dengan yang lain ku tetap setia
Tak usah tanya kenapa aku cuma punya hati

Tsaaah. Buat yang lagi diperbudak cinta nih, dengar lagu ini sudah kayak tanah tandus yang sedang disiram air hujan. Nyesss sampai ke ubun-ubun.

Bucin sendiri adalah kosakata baru yang mewakili status para pejuang cinta domestik yang masih labil-labilnya. Biar cuma masuk golongan bahasa slang nasional, popularitas bucin sudah diakui sampai ke Urban Dictionary, loh.

Katanya, bucin adalah mereka yang dibutakan sama yang namanya cinta. Biar status masih gebetan, kalau sudah cinta, dua puluh empat jam juga dikasih buat si dia. Apalagi kalau sudah sungguhan jadi pacar. Wah, jiwa dan raga juga rela diberi kalau diminta.

Makanya ada yang sampai berani bilang, bucin itu cikal bakal anak durhaka. Wong kalau ibu sendiri yang minta tolong, alasannya bukan main. Eh giliran si dia yang minta diantar ke toko di seberang kontrakannya saja, gak pakai mikir deh. Kalau ada pintu Doraemon, paling sudah dipakai duluan.

Ini sih, emang dari sananya sudah durhaka. Kebetulan aja si anak durhaka ini lagi jatuh cinta. Dikait-kaitkan deh sama bucin.

Nah, kalau level bucin yang sudah nyerempet lirik lagunya Mytha Lestari kayak di atas, netizen yang budiman sih bilangnya sudah masuk level mengenaskan. Lah, sudah dibohongi, dilukai, ditinggalkan, masih saja setia. Kayak di dunia ini cuma tersisa satu makhluk itu aja yang bisa dijadikan pacar.

Ish, ish, ish.

Tapi tenang, Saudara-saudara. Saya berdiri di aliansi yang mendukung kebucinan kalian. Walau sama yang lain disebut mengenaskan, percaya deh, ada kalanya jadi bucin itu juga sebuah kebanggaan.

Selalu Ada Pelajaran yang Bisa Diambil

Bahkan di balik bucin ada pelajaran yang bisa dipetik

"Cuma bucin yang tahu nikmatnya mencintai tanpa pamrih."

Definisi lain yang bikin orang-orang sepakat bucin itu mengenaskan adalah soal pengorbanan perasaan dari seorang bucin yang kadang gak masuk di akal sehat—terutama kalau ditengok dari akal sehat mereka-mereka yang mendukung konsep cinta pakai logika.

Padahal nih ya, ada banyak kok pelajaran yang bisa diambil dari menjadi seorang bucin. Misalnya:

  • Belajar tentang prioritas. Setelah jadi bucin dan tahu rasanya disakiti, sekarang jadi bisa pilih-pilih dong mana yang prioritas betulan dan mana yang cuma nafsu sesaat.
  • Belajar untuk tidak mencintai secara berlebihan. Nanti juga si bucin sadar, kalau manusia di negeri ini bukan cuma si itu. Gugur satu tumbuh seribu, coy!
  • Belajar menghargai diri sendiri. Untuk apa menyenangkan orang lain kalau diri sendiri harus sengsara? Pukpuk, sobat bucin. Proses tersakiti ini akan membuka mata hati kamu lebar-lebar.

Bagi sebagian orang, pelajaran baru bisa nyangkut di kepala kalau sudah dialami secara langsung sebelumnya. Kalau boleh mengutip hasil studi dari tahun 2009 kemarin, pengalaman disebut punya peran yang cukup besar dalam membantu seseorang membuat keputusan yang kompleks.

Maka dari itu, sobat bucin. Jangan remehkan kekuatan pengalaman. Terlepas dari seberapa sakit, sebagaimana perih, atau semacam mana mengenaskannya ingatan itu, selalu ada pelajaran yang bisa diambil.

Saya tidak mengajak pembaca sekalian untuk jadi bucin dulu supaya bisa dapat pelajaran cinta. No, no, no. Kalau belajar dari pengalaman orang sudah lebih dari cukup, biar kami saja yang menikmati kebucinan ini. Hiks.

Kebodohan untuk Dikenang

Kenangan dalam bentuk foto

You only live once.

Kalau kamu sudah terlanjur jadi bucin dan jadi korban ledekan atau cemoohan kawan-kawan di sekeliling kamu, jawab saja, "Hidup lu gak asyik kalau dibikin lurus-lurus aja."

Ya tapi kalau mau berbelok-belok, lihat kanan kiri, dong! Biar gak masuk jurang.

Untuk kamu yang sedang jadi bucin, jadilah bucin terhormat dengan tetap taat pada rambu-rambu norma kesusilaan. Jadi budak cinta gak perlu sampai menyakiti diri kamu, kok. Ya hitung-hitung menikmati asam garam berkorban demi cinta.

Dan untuk kamu mantan bucin yang mungkin sudah terjerembap di kubangan sisa-sisa perjuangan cinta yang keliru. Karena melupakan memang tidak semudah itu, mari jadikan ia kenangan yang bisa dipetik pelajaran darinya.

Bayangkan di lima atau sepuluh tahun lagi atau setelah berhasil move on dari kebucinan yang lalu, kamu akan berada di sana sembari memandangi masa lalumu yang pahit, asam, dan mungkin pernah terasa sedikit manis itu.

Kamu akan bercerita pada seorang kawan, pada pasanganmu nanti, atau kepada anak dan cucumu, tentang bagaimana kamu dapat survive dari liku-liku cinta yang salah.

Ibarat pendaki; sudah melewati jalan berbatu, mendaki tanjakan dan turunan, menyusuri tebing nan curam, eh tetap saja tak sampai di puncak. Sebalnya pasti bukan main. Sudah diperjuangkan ke sana ke mari, akadnya tetap sama yang lain. Beuh.

Nanti akan ada saatnya kok, cerita yang mereka sebut mengenaskan itu tak ada habisnya menyunggingkan tawa di bibir kamu. Nanti juga ada waktunya, rasa sakit yang kemarin-kemarin bisa kamu bagikan dengan penuh kebanggaan sebagai sebuah pelajaran berharga.

Biarpun terdengar bodoh, kalau bisa jadi pelajaran buat yang lain kenapa tidak?

Bucin Itu Kebanggaan

Jadilah bucin terhormat yang bisa membuatmu bangga

Ada tuh, aktor pria dalam negeri yang disebut-sebut sebagai bucin idaman netizen para korban cinta. Sebut saja Vino G. Bastian yang kebucinannya didambakan netizen sejak ketahuan cuma mau follow Instagram sang istri tercinta.

Kalau melirik kasusnya Vino, ada loh level-level bucin yang dibanggakan netizen. Itu juga asal bucinnya gak buta arah. Habisnya nih ya, pengorbanan bucin itu bercabang lagi ke cinta yang sehat dan cinta buta. Nah, tinggal pilih deh mau belok ke mana.

Kalau mau jadi kayak Vino Bastian yang jadi kebanggaan sobat bucin se-Indonesia, bucin kamu tentu harus ada di cabang cinta yang sehat. Istilah kerennya, jadi bucin terhormat. Nah, loh.

Gak sembarangan orang bisa mencapai predikat ini. Karena ini adalah level bucin tertinggi, dimana kebucinan hanya ditujukan untuk dia seorang yang fotonya sudah sebelahan sama foto kamu di buku nikah.

Ceilah.


Berkorban demi cinta, boleh. Jadi bego, jangan.

"Please, jangan terlalu merasakan, padahal kamu tidak dirasakan."

- Bilikbaper