Komik-Komik Ini Akan Bikin Kamu Semangat Belajar Sains

Ayo bangkitkan semangat kamu belajar sains lewat komik-komik ini!

Komik-Komik Ini Akan Bikin Kamu Semangat Belajar Sains
Photo by Mahdiar Mahmoodi from Unsplash

Ayo, siapa yang dulu waktu sekolah selalu diomeli karena terlalu sering baca komik di jam belajar mandiri?

Image komik dari kacamata para orang tua memang kurang baik. Komik sering dianggap sebagai media hiburan semata. Makanya kalau sudah menyangkut urusan belajar, orang tua maunya si anak jauh-jauh dulu dari komik dan hiburan-hiburan lain yang bisa memecah kefokusan.

Tapi bagaimana kalau hiburan yang satu ini ternyata bisa digunakan sebagai penunjang proses belajar? Khususnya nih, untuk lingkup pelajaran sains yang katanya rumit bin membosankan.

Minat pada Sains

Kimia sebagai salah satu cabang ilmu sains

Sejak dulu, sains memang dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Tidak seperti ilmu sosial yang mempelajari manusia dan hubungan di antaranya yang mana masih cukup terkait dengan kehidupan sehari-hari, sains mengajak kita semua untuk mempelajari sesuatu yang nyata tapi kadang tidak tampak keberadaannya.

Misalnya nih, pembelajaran sains tentang proses pencernaan kimiawi di dalam mulut, hingga ilmu sains tentang penghitungan besar gaya yang dibutuhkan seseorang untuk memindahkan benda dengan massa tertentu. Keduanya nyata sih, tapi tetap saja abstrak!

Belum lagi dengan bentuk guru-guru sains di sekolah yang kadang kurang seru. Ditambah juga oleh kehadiran buku paket dan sistem belajar teori yang aduhai super membosankan.

Punya alasan lain? Masih ada banyak space di sini.

Dari sebuah survei yang dilakukan terhadap ribuan remaja usia 13-17 tahun, bahkan telah ditarik sebuah simpulan bahwa ketertarikan anak-anak dan remaja terhadap ilmu sains, teknologi, serta matematika adalah cukup rendah.

Di antara tahun 2017 dan 2018 saja telah terjadi penurunan yang cukup signifikan terkait ketertarikan belajar sains oleh siswa laki-laki, yakni dari 36% menjadi 24%. Nah kalau untuk siswa perempuannya sendiri, tidak ada perubahan yang berarti meskipun persentase ketertarikannya hanya berkisar pada angka 11%.

Ya, ya. Sampai di sini, kerisian kaum muda terhadap sains rasanya bisa diterima. Sudah materinya cukup rumit, penyampaiannya pun kadang membosankan.

Yuk garis bawahi bagian penyampaian. Ada kalanya ketidaksukaan pada sains bukan karena materinya yang rumit. Bisa jadi, kamu hanya belum menemukan sisi menarik yang bisa menahan kamu untuk tetap semangat mempelajari sains.

Belajar Sains Lewat Komik

Seseorang menghabiskan waktu luang dengan membaca komik

Kalau sumber kejenuhan itu adalah ketidaktertarikan, maka cara paling ampuh untuk membangkitkan semangat belajar sains adalah dengan menemukan media yang lebih seru dan menarik dalam pembelajaran ilmu sains, salah satunya adalah lewat komik.

Kenapa lewat komik?

Dibandingkan sekadar membaca di buku yang didominasi oleh tulisan, komik yang dipenuhi oleh gambar justru akan memudahkan otak untuk memaknai setiap pesan yang diberikan. Teori tentang superioritas gambar pun mendukung ini dengan mengemukakan kalau sebuah gambar memang lebih mudah untuk diingat dibandingkan tulisan.

Komik yang pada dasarnya adalah karya fiksi dikombinasikan dengan ilmu sains yang sifatnya adalah kebenaran. Dengan porsi yang tepat dari masing-masingnya, bukan tidak mungkin loh, untuk kemudian tercipta sebuah karya fiksi yang tetap berbobot apalagi bisa bermanfaat.

Belajar Fisiologi dari Komik

Buat anak-anak jurusan IPA, biologi dikenal sebagai pelajaran sains yang paling banyak hafalannya. Apalagi yang berkaitan dengan fisiologi manusia. Wah, per sistem fisiologi bisa dibagi lagi jadi bab-bab tersendiri.

Jangan biarkan niat kamu untuk tetap bertahan di jurusan IPA tergoyahkan oleh hafalan materi fisiologi yang tebalnya bertumpuk-tumpuk.

Berita baiknya, di tahun 2015 lalu, salah satu majalah komik bulanan di Jepang berhasil mempublikasikan sebuah serial komik dengan tema yang super rare, Hataraku Saibou. Rare di sini karena genre yang diambil oleh si pengarang jarang sekali muncul di serial komik-komik populer lainnya.

Kalau diterjemahkan, hataraku saibou sendiri berarti sel-sel yang sedang bekerja. Komik ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari para sel di dalam tubuh seorang manusia untuk menjaga tubuh tersebut tetap sehat.

Meski mengambil sudut pandang pemeran utama dari sel darah merah dan sel darah putih, komik ini juga menyajikan bagian-bagian internal tubuh lainnya. Soalnya nih, pemeran utama si sel darah merah punya satu kebiasaan buruk yaitu nyasar—yang akhirnya mengantarkannya bereksplorasi ke bagian-bagian internal tubuh lainnya.

Berkat nyasar itu tadi, jadilah penonton disuguhi berbagai macam bentuk kegiatan di dalam tubuh yang dipresentasikan seperti sebuah pentas. Misalnya:

  • Alur kerja sel darah merah,
  • Proses tubuh menangani benda asing, hingga
  • Perjuangan bagian-bagian terkecil di dalam tubuh ketika tubuh sedang tidak sehat.

Dengan penyajian yang luar biasa menarik itu, para pengajar juga boleh banget loh untuk menggunakan komik ini sebagai bahan ajar tambahan dalam memudahkan murid-murid memahami materi sains biologi yang sedang dibahas.

Saking populernya, di tahun 2018 lalu, serial komik ini bahkan telah diadaptasi menjadi serial animasi atau yang dalam Bahasa Jepang lebih akrab disebut anime. Dengan bentuk adaptasi yang lebih atraktif semacam ini, semakin tidak ada alasan kan, untuk para pembelajar sains menyisihkan judul yang satu ini.

Masih Bingung Belajar Sains untuk Apa?

Potongan gambar Dr. Stone dari web official-nya

Satu lagi komik populer yang cukup direkomendasikan untuk bikin lebih semangat belajar sains adalah Dr. Stone. Meskipun sama-sama membahas tentang sains, namun area konsentrasi dari judul yang satu ini cukup berbeda kok dari judul sebelumnya.

Dr. Stone sendiri bercerita tentang seorang anak SMA super cerdas yang harus membatu selama ribuan tahun bersama penduduk bumi lainnya. Hingga pada suatu waktu, ia bangkit kembali sebagai satu-satunya penduduk di bumi.

Alhasil, di dunia baru tersebut, remaja tanggung ini harus menggunakan ilmu sains yang didewakannya itu untuk membangun peradaban baru. Sebuah life goal yang terdengar berlebihan untuk remaja SMA.

Eits. Tapi tunggu. Justru di situlah bagian menariknya.

Di sini, kamu akan melihat bagaimana sains mengawali perkembangan teknologi. Atau setidaknya, kamu akan melihat dan bisa membayangkan ke arah mana nanti rumus-rumus fisika atau berbagai senyawa rumit kimia yang dipelajari di sekolah itu dipergunakan.

Mungkin juga nih, kamu baru akan tahu kalau benda secanggih ponsel bisa bermula dari hal-hal yang bahkan masih primitif. Atau bahkan tentang letupan senapan dan ledakan bom yang ternyata berasal dari gunung berapi.

Dan yang pasti masih ada banyak pengetahuan sains lainnya yang sukses banget deh bikin para penonton berdecak oh-ternyata-gitu.

Ah, sebelum ini berubah menjadi spoiler, segera baca saja yuk komiknya. Meski baru dirilis di tahun 2017 lalu, serial ini juga sudah diadaptasi sebagai anime di tahun 2019. Ini tentu bisa jadi alternatif lain buat kamu yang lebih suka menonton daripada membaca.


Sekarang jadi tahu kan, bagaimana media hiburan seperti komik juga bisa mendukung proses belajar.

Khusus buat kamu yang terjebak dalam kewajiban belajar sains, namun masih kekurangan semangat untuk itu, Hataraku Saibou dan Dr. Stone bisa jadi alasan dan sumber semangat kamu untuk mempelajari jenis ilmu alam ini.

Pun buat kamu yang belum menyukai sains, keseruan yang disalurkan lewat judul-judul komik ini bisa memberikan kamu alasan untuk mulai semangat menggeluti bidang sains.

Dicoba dulu deh. Siapa tahu cocok.