Lemak di Perut? Say Goodbye dengan 5 Cara Ini

Merasa kurus tapi perut terlihat gemuk? Mungkin kamu punya masalah dengan lemak di perut.

Lemak di Perut? Say Goodbye dengan 5 Cara Ini
Photo by Jennifer Burk from Unsplash

Lusa akan ada jadwal kencan dengan si dia. Sebelum hari H, kamu sudah mulai memilih setelan paling kece dong supaya bisa tampil maksimal di hari istimewa itu.

Pandangan kamu kini tertuju pada selembar celana jin yang baru kamu beli tahun lalu. Warnanya kebetulan pas dengan atasan yang akan kamu kenakan.

Eh, tapi, ada yang salah. Waktu mencoba celana itu, pengaitnya tidak bisa bertemu. Sudah susah payah menarik kedua ujungnya, masih saja susah dikaitkan.

Fix. Celananya kekecilan.

Oh, atau mungkin bukan itu.

Saatnya menerima kenyataan. Mungkin perut kamu yang melebar.

Ups.

Tenang. Yang di atas itu hanya ilustrasi. Bisa jadi merupakan pengalaman sebagian atau banyak orang di luar sana.

Kamu mungkin salah satu yang merasa terganggu dengan urusan perut yang satu ini. Bagaimana tidak? Kamu mungkin terlihat ramping dan orang-orang mungkin setuju akan itu. Namun entah bagaimana, kamu merasa tidak demikian dengan perut kamu.

Entah dari mana idenya, kamu merasa lemak di tubuh kamu justru terkonsentrasi di area perut. Mengganggu, sih.

Jadi, sebenarnya apa sih lemak di perut itu?

Lemak di perut atau yang bisa juga disebut lemak viseral sebenarnya adalah lemak yang banyak terkumpul di rongga abdomen atau rongga perut.

Berbeda dengan lemak subkutan yang disimpan tepat di bawah kulit, lemak viseral terletak jauh di dalam perut dan melapisi organ-organ dalam seperti; hati, pankreas, dan usus. Timbunan lemak ini pada akhirnya bisa memampatkan jarak antar organ dalam perut kamu.

Dikutip dari jurnal penelitian oleh Karl Zahn di tahun 2018 lalu, lemak di perut juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit jantung, diabetes, hingga stroke.

Wah, mulai terdengar berbahaya, nih.

Salah satu cara untuk menghitung jumlah lemak di perut adalah dengan menghitung rasio lingkar pinggang dan lingkar panggul. Kamu bisa menggunakan meteran untuk mengukur kedua lingkar itu, kemudian menghitung perbandingan atau rasionya.

Lemak di perut dianggap beresiko jika perbandingan lingkar pinggang dan lingkar panggul kamu lebih dari 1 (untuk pria) dan lebih dari 0,85 (untuk wanita).

Kalau kamu sudah mendapatkan nilai lemak di perut kamu dan mulai merasa perlu untuk mengendalikan jumlahnya, 5 cara di bawah ini bisa memberikan kamu inspirasi.

1. Konsumsi

Mengontrol konsumsi makanan dan minuman manis

Kamu tentu tahu bahwa cara terbaik untuk mengurangi lemak adalah dengan mengendalikan konsumsi makanan dan minuman bagi tubuh. Untuk jenis lemak perut, tentunya ada beberapa jenis konsumsi yang perlu kamu perhatikan.

Salah satunya adalah gula. Gula sendiri dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti diabetes, jantung, dan lever. Studi yang dilakukan oleh Kimber L. Stanhope dan Peter J. Havel menunjukkan adanya hubungan antara jumlah konsumsi gula terhadap peningkatan lemak di perut.

Sebagai gantinya, perbanyaklah konsumsi makanan berserat dan berprotein tinggi. Makanan-makanan jenis ini bisa membuat kamu untuk lebih cepat merasa kenyang loh, sehingga bisa membantu kamu dalam menurunkan nafsu makan.

Nah, kalau kamu mau mulai mengurangi makanan manis, jangan lupa untuk juga mengurangi minuman manis ya, termasuk juga jus buah. Kamu mungkin bertanya-tanya, mengingat jus buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang menyehatkan.

Namun sebuah buku tentang diabetes dan endokrinologi sempat membahas kaitan antara jumlah konsumsi jus buah dan kadar lemak di perut. Faktanya, jus buah juga mengandung gula yang sama banyaknya dengan minuman manis lainnya.

Wah, seperti dua sisi koin, dong.

Sampai di sini, mari menyepakati untuk lebih banyak minum air putih. Berbagai minuman manis memang cukup menggoda, tapi ada ambang batas yang perlu kamu perhatikan juga.

2. Olahraga

Rutin olahraga ringan bisa membantu pembakaran lemak di perut

Olahraga tentunya menjadi salah satu cara yang paling efektif dalam membakar lemak.

Kamu tidak perlu membayangkan jenis olahraga berat yang harus kamu lakukan untuk memusnahkan lemak di perut. Cukup dengan bergerak aktif seperti berjalan, berlari, atau bahkan melakukan senam. Kuncinya adalah banyak bergerak dan tidak terlalu banyak duduk.

Kalau kamu harus duduk lama dikarenakan tuntutan pekerjaan, kamu bisa mengakalinya dengan rutin melakukan peregangan ringan, berjalan kaki di jam istirahat, atau bahkan dengan memilih untuk menggunakan tangga dibandingkan lift.

Apapun itu, bergerak lah.

Namun yang perlu kamu ingat bahwa ini bukan tentang seberapa intens olahraga yang kamu lakukan, namun seberapa rutin dan lama kamu setiap kali melakukan olahraga. Untuk itu diperlukan komitmen untuk menurunkan lemak di perut melalui cara yang satu ini.

Usahakan untuk berolahraga selama lebih dari 150 menit per minggu, ya. Sebagaimana hasil dalam sebuah penelitian dari Kanada, bahwa olahraga yang lebih lama akan memberikan hasil yang lebih baik dalam mengurangi jumlah lemak dalah tubuh.

3. Hindari Stres

Stres dapat meningkatkan berat badan

"Ketika wanita mengalami depresi, mereka akan makan atau pergi berbelanja. Sedangkan pria akan menyerbu negara lain. Itulah perbedaan pokok cara berpikir keduanya."

- Elayne Boosler

Garis bawahi kata makan. Stres, depresi, dan rasa lapar memang punya keterkaitan secara fisiologi.

Ketika stres, tubuh akan mengeluarkan hormon yang disebut kortisol. Salah satu dampak dari hormon kortisol ini adalah meningkatkan nafsu makan, yang tentu saja dapat berimbas pada penambahan berat badan.

Oleh karenanya, kemampuan dalam manajemen stres sangat diperlukan oleh setiap orang. Melakukan yoga dan meditasi ditengarai cukup efektif untuk menanggulangi hal ini. Sebuah buku bacaan berikut mungkin juga dapat menginspirasi kamu dalam mengelola stres.

4. Tidur yang Cukup

Tidur nyenyak untuk hidup sehat

Coba ingat, semalam kamu tidur berapa jam?

Kalau kamu termasuk yang sering terjaga hingga pagi entah karena asyik belajar, bekerja, atau mungkin bermain, mulai sekarang kamu harus berpikir dua kali untuk menunda waktu tidur.

Pasalnya, studi yang dilakukan oleh sebuah universitas di Cleveland menunjukkan bahwa mereka yang tidur kurang dari tujuh jam setiap hari akan lebih rentan pada peningkatan lemak di perut hingga berat badan.

Nah, perlu waspada nih buat kamu yang hobi begadang.

Jika kamu kekurangan jam tidur karena memang mengalami kesulitan tertentu untuk bisa tidur nyenyak, jangan sungkan untuk menghubungi dokter dan segera mendapatkan perawatan.

5. Puasa

Rutin puasa untuk berat badan ideal

Belakangan ini, puasa juga menjadi metode diet yang cukup populer, loh.

Ketika berpuasa, tubuh kamu tidak mendapatkan konsumsi apapun. Oleh karenanya, tubuh akan membakar lemak yang tersimpan untuk bisa tetap menghasilkan energi.

Salah satu trik berpuasa yang populer bagi para pegiat diet adalah 16:8, yang artinya 16 jam berpuasa dan 8 jam sisanya disilakan untuk makan.

"Ketika berpuasa selama 16 jam, kadar gula darah dan insulin akan turun, sedangkan hormon pertumbuhan meningkat dan akan menaikkan laju metabolisme dengan membakar lemak yang tersimpan."

- Dr. Daryl Gioffre

Lemak di perut cenderung lebih susah untuk dikurangi karena di area perut terdapat lebih banyak reseptor alfa-2 yang memperlambat proses pembakaran lemak, dibandingkan dengan reseptor beta-2 yang bekerja sebaliknya.

Secara kimiawi, rendahnya kadar insulin pada waktu berpuasa akan mengaktivasi reseptor beta-2 dan menonaktifkan reseptor alfa-2 di area abdomen, sehingga melancarkan proses pembakaran lemak di area perut.

Kalau mau disingkat, puasa dapat membantu tubuh kamu untuk membakar lemak-lemak yang ada di perut.

Menarik, kan.


Bagaimana?

Sudah mendapatkan ide untuk merancang program diet kamu?

Tentunya tidak ada cara instan untuk say goodbye pada lemak di perut. Untuk mendapatkan hasil terbaik, kamu perlu mengombinasikan beberapa cara di atas atau bahkan melakoni semuanya.

Jangan lupa untuk tetap konsisten ya. Semua akan lebih mudah dijalani jika kamu menjadikan berbagai cara di atas sebagai kebiasaan rutin kamu.