Manfaat dan Risiko dari Kopi yang Perlu Kamu Tahu

Pernah gak kamu bertanya tentang khasiat atau mungkin risiko yang mengintai di balik kenikmatan kopi? Simak ulasan berikut yuk.

Manfaat dan Risiko dari Kopi yang Perlu Kamu Tahu
Photo by Mike Kenneally from Unsplash

Siapa sih yang tak kenal kopi?

Sejak awal dikenal pada abad ke-9, ketenaran kopi sebagai minuman terus mengalami perkembangan. Tidak terkecuali di Indonesia, kenikmatan minuman yang lekat dengan warna pekatnya ini kian hari kian merajai pangsa pasar.

Tidak percaya? Coba saja hitung ada berapa jumlah kedai kopi di kota tempat kamu tinggal. Warung kopi di pinggir jalan juga boleh kok, masuk hitungan.

Jika memutar waktu pada beberapa tahun silam, kamu mungkin setuju bahwa kepopuleran kopi di negeri ini hanya berkisar pada lingkaran orang tua dan kaum dewasa lainnya.

Bagi usia di bawah dewasa, minuman kopi jarang sekali menjadi pilihan. Stigma yang kental pada masa itu bahwa kopi adalah minuman orang tua atau bapak-bapak karena rasanya yang cenderung kuat dan pahit.

Klasik.

Namun yang namanya zaman memang berlalu secepat itu.

Di zaman sekarang, minuman kopi tidak lagi berlabel minuman orang tua. Kreasi penyajian yang semakin beragam menjadikan kopi yang cenderung pahit kini punya banyak rasa.

Sebut saja; espresso, latte, capppuccino, dan masih banyak lainnya. Dengan berbagai penawaran rasa dalam minuman kopi yang semakin ramah di lidah, ketenaran minuman yang satu ini sekarang sudah menjangkau hampir segala usia.

Bukan hanya karena rasanya yang nikmat, beberapa manfaat dari kopi bagi kesehatan juga menjadikan minuman energi ini tidak pernah bosan untuk dinikmati.

Namun selain memiliki banyak manfaat, benarkah kopi juga punya beberapa risiko yang perlu diwaspadai? Yuk, simak ulasan berikut.

Diet

Pengaruh kopi terhadap berat badan

Sudah bukan lagi mitos bahwa kopi dapat disajikan sebagai minuman penambah energi. Namun apakah kamu tahu bahwa kopi juga bisa membantu dalam program diet kamu?

Kandungan kafein yang terkadung di dalam kopi dapat memicu proses pembakaran energi dari lemak dalam tubuh kamu. Mengingat lemak adalah pemegang kunci utama dalam peningkatan berat badan, maka proses ini tentunya cukup menarik bagi pegiat diet sehat.

Tapi tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kegunaan yang satu ini bisa dimaksimalkan. Salah satunya adalah dengan memilih jenis kopi dan cara penyeduhan yang tepat. Diet kamu juga akan lebih maksimal jika kamu bisa mengontrol jenis asupan lainnya.

Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Risiko penyakit jantung

Sebuah penelitian dari Korea menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat mengurangi risiko penyakit jantung terutama bagi pemilik jantung yang sehat.

Dalam penelitian tersebut, para peserta yang rutin minum kopi memiliki jumlah kalsium yang lebih sedikit dalam arteri mereka—yang mana tingginya kalsium biasa menjadi indikator awal dalam penyumbatan pembuluh darah.

Namun, minuman kopi perlu diwaspadai bagi pengidap penyakit jantung. Kopi dapat memicu konstriksi atau penyempitan arteri, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah dalam beberapa menit ke depan. Artinya, kafein bisa saja menjadikan jantung kamu bekerja lebih keras.

Konsultasikan ke dokter kamu ya, jika kamu punya masalah pada jantung namun tetap ingin menikmati kopi.

Nyeri Kepala

Serangan sakit kepala

Sakit kepala salah satunya disebabkan oleh dilatasi atau pelebaran pembuluh darah di otak. Dilatasi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah gaya hidup tertentu.

Kafein yang banyak terkandung di dalam kopi telah lama dikenal sebagai pereda nyeri karena kemampuannya mengurangi inflamasi dan menyempitkan pembuluh darah. Oleh karenanya, mengonsumsi obat pereda nyeri kepala umumnya bisa dibarengi dengan minum kopi.

Meski demikian, pada beberapa kasus, kafein juga dapat menjadi penyebab utama dari sakit kepala. Ini bisa terjadi jika kamu rutin menikmati kopi dengan dosis tertentu, sehingga menjadikan tubuh kamu cukup peka dengan keberadaan dan keabsenan kafein.

Ketika kamu terbiasa mengonsumsi kopi, efek kafeinnya akan membantu menyempitkan pembuluh darah kamu. Namun jika kamu berhenti mendapat asupan kafein, kamu bisa saja segera terserang sakit kepala yang bahkan lebih buruk dari sebelumnya.

Oleh karena itu, kamu perlu sekali untuk mewaspadai asupan kopi harian kamu. Kalau kamu sering menderita sakit kepala, tidak ada salahnya untuk mengurangi minum kopi.

Kopi dan Kanker

Salah satu pengobatan kanker

Dari banyak studi yang telah dilakukan, kopi dinobatkan sebagai salah satu bahan makanan yang mengandung antioksidan dalam jumlah besar. Antioksidan sendiri merupakan molekul yang menghambat proses oksidasi molekul lain yang dapat memicu pertumbuhan radikal bebas.

Keberadaan radikal bebas tentu bukan sesuatu yang baik bagi tubuh. Radikal bebas dapat memunculkan reaksi berantai yang pada akhirnya akan merusak sel, hingga memicu pembentukan sel kanker.

Kabar baiknya, studi terbaru dari California menunjukkan bahwa antioksidan yang terkandung dalam kopi berperan sangat baik dalam membatasi pertumbuhan sel-sel kanker khususnya di usus manusia. Manfaat ini terus meningkat seiring tingginya jumlah konsumsi kopi.

Tidak hanya mengurangi risiko kanker usus, pengaruh antioksidan di dalam kopi masih terus dikaji untuk melihat dampaknya terhadap jenis-jenis kanker yang lain. Semoga hasilnya cukup menjanjikan, ya.

Mencegah Pikun

Usia lanjut rentan menderita Alzheimer

Pikun atau yang dibahasakan sebagai Alzheimer dalam bidang medis adalah kondisi menurunnya daya ingat seseorang seiring bertambahnya jumlah usia. Kamu mungkin berpikir ini hal yang wajar mengingat seiring waktu sel-sel otak akan mengalami degenerasi fungsi.

Tapi tidak ada salahnya kan, jika mengantisipasi hal ini sedari sekarang?

Studi terbaru menunjukkan bahwa kafein dapat mencegah pembentukan plak di otak yang berkorelasi dengan Alzheimer. Kafein beserta antioksidan lainnya juga mampu mengurangi inflamasi di area otak, khususnya area yang berkaitan dengan ingatan.

"Studi ini menyajikan bukti epidemiologi terkait keberadaan komponen di dalam kopi yang bermanfaat pada beberapa kasus. Namun ini tidak berarti kami menyatakan bahwa kopi adalah obatnya."

- Dr. Weaver


Dengan segala manfaat yang bisa diberikan oleh kopi, tentunya kamu juga harus memerhatikan dosis atau takaran harian yang aman buat kamu. Sebagaimana kata orang bijak,

"Segala yang berlebihan itu tidak baik."

Umumnya, para ahli menyarankan bahwa konsumsi kopi yang aman berkisar pada 2-3 gelas per hari. Jumlah ini bisa saja berbeda tergantung kondisi tubuh dan kebutuhan asupan kafein masing-masing orang.

Atau kamu juga bisa mengunjungi Caffeine Informer untuk mencari tahu dosis kafein yang pas buat kamu.

Buat kamu yang tidak punya masalah kesehatan khusus terkait konsumsi kopi, berbagai informasi di atas bisa menjadi acuan untuk mulai mengendalikan konsumsi kopi harian kamu.

Adapun buat kamu yang memiliki pantangan tersendiri terhadap kopi, namun juga ingin mendapatkan manfaatnya atau mungkin hanya sekadar ingin menikmati rasanya yang khas, jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kamu, ya.

Karena sehat itu mahal.