Masyarakat Masih Mudah di Adu Domba

Mengapa masyarakat Indonesia masih mudah diadu domba?

Masyarakat Masih Mudah di Adu Domba
Image by David Peterson from Pixabay

Sejarah bangsa Indonesia sangat terlihat jelas. Dulu kita adalah tawanan belanda selama 3,5 abad, bukan waktu yang singkat. Tapi apakah kamu tahu kenapa kita bisa dijajah selama itu? Apa lagi kalau bukan karena kita mudah di adu domba. Adu domba sesama warga negara dan tidak bersatu itu alasan utama negara luar manfaatkan kita. Lalu, gimana sama keadaan yang sekarang?

Kita kan sudah merdeka 70 tahun lebih, kalau kita sudah bisa bertahan selama itu berarti kita sudah bisa mandiri dong? Bener ngga? Tapi kenyataan tidak seperti itu ferguso. Hahahaha.

Kita lihat sekarang Indonesia memang semakin berkembang dibandingkan 70 tahun yang lalu, tapi perlu kita lihat apa kepribadian bangsa Indonesia sudah berubah atau belum? Apakah dengan kemerdekaan selama 70 tahun lebih itu membuat bangsa Indonesia semakin dewasa? Sudah dalam tahapan pendewasaan, tapi masih belum 100% dewasa. Kita harus akui kalau kita masih punya banyak kelemahan, salah satunya adalah kita masih mudah di adu domba. Tentu ini adalah hal yang perlu diperhatikan. Gimana tidak, kita dulu dipecah dan dijajah karena tidak ada unity di bangsa ini. Masih saling curiga, berpikir buruk terhadap satu sama lain, masih tidak bisa percaya dengan pemerintah, pemerintah tidak bisa percaya pada masyarakatnya.

Hal itu terbukti terutama 5 tahun belakang ini. Banyak berita bohong yang disebarkan, tapi reaksi masyarakat Indonesia yang sudah banyak Sarjana ini malah salah menanggapi. Sarjana tapi tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ini bisa kita lihat kasus dari pak Jokowi yang adalah presiden kita dituduh sebagai antek asing, dituduh sebagai pendiskriminasi ulama, dituduh sebagai PKI. Plis dong, kalo dia sama seperti yang dituduhkan itu, tidak mungkin rakyat masih mau percaya sama dia. Yang ada malah semua pada demo, dan saya yakin, saya orang pertama yang akan demo.

Dengan berita berita seperti itu negara kita mudah dipecah belah. Walaupun banyak dari kamu itu orang orang smart, tapi saya yakin, pasti ada dari kalian yang percaya sama isu isu hoax itu kan? Hayo jujur!! Tidak apa apa kok kalo memang kamu punya pikiran itu. Tapi saya disini cuma mau mengingatkan, jangan sampai dengan kamu percaya, itu malah mengacaukan negara. Kita ini ada di Indonesia bersama sama, ini rumahku, ini juga rumahmu, ayolah kita garap Indonesia ini sama sama, jangan saling demo, jangan saling tuduh. Toh kita juga lahir di satu tanah yang sama, pada satu wilayah yang sama. Memang itu hakmu untuk percaya atau tidak, saya juga tidak bisa memaksa kalian buat sepikir dengan saya. Cuma saya tidak ingin Indonesia terpecah belah, Indonesia mudah diadu domba Indonesia mudah untuk dijajah lagi. Maka dari itu, ayo kita ubah pola pikir kita untuk Indonesia yang lebih baik.

Saya ingin setiap kita jadi kontributor untuk mengubah Indonesia, mungkin bukan dengan hal besar seperti membuat kebijakan, tapi dengan kesadaran berubah masing masing individu, maka Indonesia akan berubah juga. Ubah pola pikir kita, mulai belajar untuk kritis tidak malu untuk bertanya. Seseorang melakukan sesuatu karena sebuah alasan.

Termasuk itu kamu bukan? Kamu juga pasti pernah lakukan kesalahan, dan kamu pasti punya alasan kenapa melakukan kesalahan itu. Benar?