Memahami Introvert Tidak Bisa dengan Generalisir, Begini Caranya!

Seorang introvert bukan asosial, apalagi ansos!

Memahami Introvert Tidak Bisa dengan Generalisir, Begini Caranya!
Photo by Priscilla Du Preez from Unsplash

Pasti kamu sering menemukan sebuah artikel atau infografik yang mengelompokkan sifat-sifat kepribadian ekstrovert, introvert, dan ambivert. Meskipun mungkin penulisnya ingin memberikan gambaran umum terhadap ketiga sifat tersebut, sayang sekali banyak orang yang menangkap pengelompokan tersebut dengan  sangat 'apa adanya'.

Sehingga, banyak dari kita yang masih terlalu menggeneralisir penilaian terhadap orang lain hanya dengan pengelompokan tersebut. Padahal, ketika kita mengenal seseorang, spektrum karakternya sama sekali tidak bisa hanya dipahami dengan pengelompokan sesederhana itu. 

Dan lagi-lagi, yang paling sering terkesan sulit dipahami adalah tipe kepribadian introvert. Padahal sih si introvert ini biasa-biasa saja. Sama saja dengan jenis kepribadian lain yang punya keunikan sendiri-sendiri. Seringnya, seorang introvert dipahami sebagai orang yang sangat misterius, pemalu, dan yang paling salah kaprah adalah anti sosial.

Mungkin gara-gara stereotype seperti ini kamu juga terkadang bingung saat berteman atau PDKT dengan seorang introvert. Nah, makanya jangan generalisir dan baca tips ini dulu!

1. Jangan melihat introvert, ekstrovert dan ambivert dari penampakan luarnya

Ekstrovert, introvert, ambivert

Masyarakat kebanyakan memahami introvert sebagai seseorang yang pemalu atau tidak terlalu banyak bicara. Padahal, nyatanya di sekitarmu banyak introvert yang juga sociable dan outgoing lho. Jika kamu mungkin tidak percaya, mungkin kamu perlu baca sendiri bahwa tipe kepribadian introvert memang ada beberapa.

Selain itu, sebenarnya tidak ada orang yang 100% introvert atau ekstrovert, atau juga 100% ambivert. Seseorang pasti memiliki sifat-sifat yang merujuk pada ketiga kepribadian tersebut. Hanya saja, kamu dikatakan sebagai salah satunya berdasarkan caramu me-recharge energi.

Selain itu, sifat-sifat dominanmu juga membuat kamu dikatakan sebagai salah satu dari ekstrovert, introvert, ataupun ambivert. Jadi, ketika kamu melihat seseorang yang terlihat sangat ramah saat pertama bertemu, bisa jadi dia malah seorang introvert, bukan ekstrovert.

2. Pahami jika tiba-tiba temanmu menghilang sebentar

Memahami pemilik kepribadian introvert

Berbeda dengan ekstrovert yang me-recharge energi dengan berkumpul bersama orang lain, sebaliknya, introvert membutuhkan waktu sendiri untuk membangkitkan kembali energinya. Jadi, ketika temanmu menghilang sejenak, bisa jadi dia sedang kelelahan bersosialisasi dan menyendiri untuk mendapatkan kembali energinya.

Kamu juga perlu tahu bahwa ada yang disebut dengan introvert hangover. Apa itu introvert hangover?

Seperti arti harfiahnya, introvert hangover adalah kondisi di mana seorang introvert merasa mabuk karena kelelahan berosialisasi.

Bisa jadi karena ia berinteraksi dengan terlalu banyak orang, atau ditambah lagi dalam waktu yang cukup lama. Introvert hangover adalah hal yang menyiksa bagi seorang introvert, karena hal ini tidak cuma mengakibatkan kelelahan secara mental, tapi juga sakit secara fisik.

Memang sih, semua orang bisa lelah karena bersosialisasi. Hanya saja, bagi seorang introvert, daya tahan bersosialisasi mereka lebih pendek dari kedua jenis kepribadian lainnya. Beberapa gejala fisik yang dialami ketika seseorang mengalami introvert hangover adalah:

  • Pusing
  • Sakit perut
  • Otot pegal linu
  • Sakit kepala

Ketika mengalami introvert hangover, si introvert akan merasakan keinginan kuat untuk menyendiri, saat itu juga. Di samping itu, mereka juga akan mulai sulit berpikir, cara bicara berubah, blank, dan sebagainya. 

Karena itulah, jangan mengira ketika kamu memiliki  gebetan yang notabene seorang introvert, dan tiba-tiba dia out of contact, lantas kamu berpikir dia sedang hit and run. Tidak selalu begitu, barangkali saja dia sedang mengalami introvert hangover atau sekedar butuh me-recharge energinya kembali. 

3. Introvert juga suka diajak nongkrong, tapi ia punya style yang berbeda

Cara introvert bersosialisasi

Karena narasi mainstream sering mengkaitkan introvert dengan anak rumahan, dan anti sosial, ia seringkali dianggap tidak terlalu suka bergaul. Nah, anyway sebelum membahas lebih jauh, kita perlu meluruskan arti sebenarnya dari anti sosial. Orang banyak yang mencampur-adukkan sifat asosial dan anti sosial (ansos), padahal keduanya beda jauh.

Anti sosial sebenarnya adalah jenis dari gangguan kepribadian di mana dalam Alodokter, gangguan ini bisa disebut juga dengan psikopat atau sosiopat! Nah lho, siapa yang biasanya ngatain orang pakai kata-kata ansas ansos?!

Untuk memahami gangguan ini, ada beberapa ciri-cirinya yaitu:

  •  Manipulatif
  •  Tidak berempati pada orang lain
  •  Mengabaikan hak orang lain
  •  Cenderung kriminal tanpa alasan yang jelas, dsb.

Beda lagi kalau asosial. Asosial lebih pada perilaku disfungsi kepribadian di mana seseorang menarik diri dari pergaulan secara sukarela, begitulah menurut laman Hellosehat. Dan hal itu bisa berkaitan dengan kondisi klinis tertentu seperti penderita skizofrenia, depresi, social anxiety disorder, dan sebagainya.

Jadi jangan ikut-ikutan melabeli seorang introvert dengan label ansos ya, beda banget! Seorang introvert adalah teman yang sangat asik. Mereka adalah tipe pendengar yang sangat baik dan bahkan sering disebut tipe setia. Hanya saja, dalam sebuah relasi, apapun itu, tentunya kamu harus memahami bagaimana gaya relasi orang tersebut kan?

Begitu juga ketika kamu memiliki relasi dekat dengan orang introvert. Ada tipe introvert yang bisa hangout di keramaian, ada yang tidak. Dan lagi, kamu perlu ingat juga bahwa time span sosialisasi seorang introvert tidak selama ekstrovert, karena itu jangan kebanyakan basa-basi membicarakan hal-hal yang tidak penting.

Kebanyakan dari mereka lebih suka membicarakan hal-hal yang memang berarti bagi mereka, atau hal-hal yang sifatnya tidak terlalu receh. Lebih baik saat hangout kalian membicarakan soal kehidupan, masa depan masing-masing, cita-cita, atau yang lainnya. 


Kira-kira beginilah cara mendasar agar kamu bisa memahami seorang introvert tanpa menggeneralisir dari yang kamu ketahui dari internet. Sebenarnya tidak ada salahnya sih, kamu membaca bagaimana ciri-ciri introvert, kekuatan introvert, atau keunikan introvert, dan sebagainya. Tapi, tidak semuanya berlaku untuk setiap orang.

Kesimpulan-kesimpulan seperti itu bukan sesuatu yang bersifat one fits all begitu. Lebih baik kamu menggunakan informasi-informasi seperti itu sebagai petunjuk kasar saja. Tapi untuk benar-benar memahaminya, kamu harus tahu bahwa setiap orang punya sifat otentiknya sendiri sendiri.

Jadi, jangan menilai seorang introvert dari penampakan luarnya atau bahkan dari postingan Instagram saja ya. Lalu, pahami juga bahwa mereka butuh waktu untuk recharge. Dan terakhir, introvert juga teman nongkrong yang asik, hanya saja dia punya style sendiri!