Memang Beda, Ini Keunggulannya Jadi Introvert!

Para introvert punya sisi yang mengagumkan lho!

Memang Beda, Ini Keunggulannya Jadi Introvert!
Photo by Elina Krima from Pexels

Dibandingkan ekstrovert, memang lebih banyak stigma atau komentar negatif yang didapat oleh para introvert, dikarenakan banyak orang yang kurang memahami kepribadian ini. Biasanya, introvert dianggap tipe pemurung, mudah stres dan depresi, serta berbagai stigma lainnya.

Padahal, bagaimanapun juga kita tidak bisa menganggap bahwa kepribadian yang lebih sering bersosialisasi lebih baik dari kepribadian yang lebih pendiam. Karena dunia ini butuh keduanya.

Bayangkan ramainya jika dunia ini hanya diisi oleh para ekstrovert. Mungkin kehidupan tidak akan berjalan hingga ratusan ribu tahun lamanya seperti ini karena manusia sudah terlalu lelah sebelum ribuan tahun lalu. 

Baik introvert maupun ekstrovert, keduanya memiliki keunggulan sendiri-sendiri yang menstabilkan jalannya kehidupan.

Karena itulah, kenali beberapa keunggulan jadi introvert di bawah ini. 

1. Introvert memiliki perhatian terhadap detil

Introvert adalah orang-orang yang berbakat dalam memahami pola-pola tersembunyi atau hal-hal kecil yang seringkali luput dari perhatian. Bisa jadi, ini dikarenakan pembawaan mereka sendiri yang suka menganalisa sesuatu dan memikirkan hal-hal secara mendalam.

Sehingga, mereka berbakat dalam menangkap sesuatu yang membutuhkan pengamatan lebih jeli. Karena itulah, introvert cocok untuk pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti detektif, akuntan, pelukis, seniman, dan sebagainya.

Namun, juga bukan berarti bahwa perhatian terhadap detil dan sederet profesi ini hanya cocok untuk introvert. Semua orang bisa melakukannya asal mengasah kemampuannya dengan baik.

2. Mengutamakan lingkar pertemanan yang berkualitas meskipun kecil

Berbeda dengan para ekstrovert yang merasa 'hidup' dan berenergi saat bertemu dengan banyak orang, para introvert adalah kebalikannya. Memang benar, sebagian introvert juga senang dengan situasi sosial dan nyaman di tengah banyak orang, tapi mereka orang yang selektif untuk memilih siapa saja yang bisa benar-benar bisa dekat dengan mereka.

Jika ekstrovert identik dengan membangun koloni besar, introvert sebaliknya. Mereka bisa melompat dari satu aktifitas bersosial ke yang lainnya, tapi tidak semuanya dengan mudah dimasukkan dalam inner circle mereka. Introvert lebih cenderung membangun koloni kecil pertemanan di mana kualitas adalah prioritas utama mereka. 

Keunggulan kepribadian introvert

3. Tidak mudah menjalin hubungan, tapi berkecenderungan lebih setia

Masih sedikit berhubungan dengan poin sebelumnya, selain lebih selektif, beberapa introvert di awal hubungan bisa cenderung pendiam. Ini tidak berarti mereka pemalu atau menarik diri. Sebenarnya yang para introvert lakukan adalah mengamati orang yang baru saja berkenalan dengan mereka.

Sikap seperti ini juga tidak berarti buruk, karena pengamatan ini pada akhirnya memberi manfaat dalam lingkar relasi introvert. Para introvert jadi cenderung tidak jatuh dalam relasi yang kurang baik. Ini dikarenakan mereka sudah menganalisis-menilai-dan menyeleksi setiap hubungan yang mereka jalin.

Selain itu, dikarenakan pengamatan dan seleksi yang dilakukannya, para introvert mengetahui relasi dengan siapa yang sekiranya akan menjadi hubungan yang berkualitas. Sehingga, para introvert berkecenderungan menjadi tipe yang setia, entah itu untuk segi pertemanan ataupun percintaan.

4. Mudah mengembangkan empati karena suka mengamati hal-hal di sekitarnya

Ada pepatah yang mengatakan, "Orang yang paling bodoh adalah yang tidak memehami situasi."

Pepatah ini tidak berlaku untuk para introvert pada umumnya. Sebagai tipe manusia penganalisa, para introvert cenderung lebih berhati-hati sebelum melakukan atau mengatakan sesuatu. Kebiasaan membaca keadaan ini adalah hal yang baik, karena para introvert bisa menghindari konflik yang tidak perlu. 

Manfaat lain dari mengamati atau membaca keadaan adalah, para introvert lebih mudah mengembangkan empati terhadap hal-hal di sekitarnya. 

Namun terkadang, perlu diakui hal ini seperti pedang bermata dua. ketika masih sibuk membaca keadaan, para introvert, memang sering dikira terlalu cuek atau tidak peduli. 

Padahal, sebenarnya, para introvert juga cenderung pandai membaca perasaan seseorang. Tidak jarang, empati mereka ini lebih suka ditunjukkan di situasi yang lebih privat, tidak di depan banyak orang. 

Keunggulan kepribadian introvert

5. Punya daya kreatifitas dan imajinasi tinggi dikarenakan banyak waktu untuk sendirian

Sebagian orang yang di masa dewasa mengembangkan keahlian tertentu, seperti membuat ilustrasi, menulis, merakit sesuatu, tidak mungkin hal tersebut bisa dikuasai dalam waktu singkat. Pasti ada tahun-tahun sebelumnya di mana ia membutuhkan banyak waktu untuk mengasahnya.

Meski tidak selalu para introvert yang mampu seperti ini, para introvert punya kecenderungan berdaya imajinasi tinggi. Hal ini dikarenakan mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk sendirian. Para introvert kebanyakan suka berimajinasi dan menggeluti hal-hal yang disukai dengan cara berlama-lama sendirian.

Jadi tidak perlu kaget misalnya ada seorang remaja atau dewasa di sekitarmu yang mengurung diri selama berjam-jam di kamar untuk menggeluti hobi mereka. Ini adalah salah satu bentuk aktualisasi diri para introvert.

6. Lebih mudah memahami dirinya sendiri karena punya lebih banyak waktu untuk sendirian dan berbicara pada diri sendiri

Selain menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan skill yang disukainya, para introvert juga suka berbicara sendiri, terutama saat mereka sendirian. Ini sama sekali bukan tanda bahwa kejiwaan mereka terganggu. Justru sebaliknya, para introvert suka menyendiri dan berbicara sendiri karena ini adalah cara mereka memahami diri mereka sendiri.

Ketika sendirian, mereka akan lebih mudah merasionalkan perasaan dan kejadian yang telah mereka lewati.

Karena itulah, dengan banyak berbicara sendirian, tipe kepribadian ini mudah dalam  memahami diri mereka sendiri.


Itulah beberapa keunggulan introvert yang patut dibanggakan. Tentunya perlu diingat, poin-poin di atas adalah contoh secara umum, tidak bisa dipakai untuk ukuran one fits all (jika dia introvert maka dia sudah pasti seperti ini).

Yang lebih penting lagi, perlu diingat bahwa meskipun sering disalahpahami sebagai orang yang pemalu, bahkan asosial, nyatanya para introvert memiliki keunikan dan keunggulannya sendiri, sebagaimana juga para ekstrovert. Karena itulah, keunggulan ini bisa saling melengkapi dengan ekstrovert dan membuat kehidupan lebih seimbang.