Menerapkan Hidup Minimalis Tanpa Membeli Buku Marie Kondo

Pada dasarnya, untuk menerapkan seni hidup minimalis, yang kamu butuhkan adalah, buang rasa malas, bulatkan tekad, dan konsisten!

Menerapkan Hidup Minimalis Tanpa Membeli Buku Marie Kondo
Photo by Imani Clovis from Unsplash

Pasti kamu pernah mendengar istilah seni hidup minimalis ala Marie Kondo. Dan masih dari negara yang sama, ada tokoh minimalisme populer lainnya yaitu Fumio Sasaki. Masing-masing adalah pengarang dari buku kondang The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing, serta Goodbye Things: The New Japanese Minimalism

Pada tulisan ini, kita tidak sedang membahas buku keduanya atau malah bertujuan mengkritisi. Akan tetapi, mari coba kita sajikan beberapa tips tanpa membeli atau membaca buku tersebut. Karena, pada dasarnya seni hidup minimalis bisa diterapkan siapapun bahkan tanpa menggunakan metode dari Jepang.

Bisa dibilang, seni hidup minimalis sejatinya adalah kebutuhan bagi siapapun yang menyadari.

Sebelum menjadi lebih konsisten dengan seni hidup minimalis, ada beberapa cara untuk memulainya.

1. Cari alasan bahwa kamu memang perlu hidup minimalis

Perlunya hidup minimalis

Seni hidup minimalis pada dasarnya menitik-beratkan kepemilikan hanya pada barang yang kamu butuhkan dan nyaman buat dirimu. Tentu saja hal ini adalah ide yang sangat baik buat kita terutama yang berasal dari generasi millenial dan generasi Z yang katanya sulit menabung.

Ketika dunia menyajikan pilihan untuk hidup konsumtif, di sini kita justru berusaha melawan arus utama dengan memilih membatasi pola konsumsi yang tidak perlu. Mungkin tiap orang bisa menemukan alasan berbeda seperti, rumahnya semakin sesak oleh barang, atau mungkin kamu merasa besar pasak daripada tiang.

Atau mungkin juga kamu terpikir untuk menglokasikan dana guna kebutuhan yang memang penting atau bahkan untuk menabung. Yang jelas, cari alasan kuat untuk mendorong tekadmu!

2. Tanamkan bahwa less is more

Less is more

Pada dasarnya, kepemilikan yang berlebihan akan membuatmu kesulitan untuk merawat setiap barang. Oleh karena itu, dalam seni hidup minimalis, dikenal yang namanya less is more. Jumlah barang yang secukupnya akan membuatmu merasa lebih bersyukur dan menjaga barang tersebut.

Selain itu, less is more memang dapat dirasakan secara harfiah. Ketika kamu melihat bahwa ruanganmu semakin longgar, kamu akan merasakan kelegaan tersendiri karena mampu mendapat keleluasaan ruang yang lebih. 

3. Coba menyisir tiap sudut, saring mana yang memang kamu butuhkan atau yang hanya iseng ingin memiliki

Menyisir tiap sudut ruangan

Sikap konsumtif didasarkan pada perasaan 'pengin punya'. Sikap ini bisa kamu hentikan dengan cara berpikir secara objektif, mana barang yang memang kamu butuh atau tidak. Dan tentu saja, jangan hanya berhenti menyortir di dalam kepala. Bangkit dari tempat dudukmu dan lakukan! Kamu akan merasa lebih mudah setelah mencoba memulainya.

Dan di saat kamu memilah-milah, jangan terlalu berpihak pada perasaanmu seperti "ini barang dari mantan" atau "cinta pertamaku yang ngasih ini", itu akan membuatmu sulit untuk melakukan seni minimalis secara efektif. Sortirlah barang berdasarkan yang memang kamu butuh dan merasa nyaman memakainya.

4. Menerapkan seni minimalis dalam hal-hal kecil

Terapkan seni minimalis mulai dari hal-hal kecil

Untuk meminimalisir sampah dan jumlah barang tak terpakai, kamu bisa mulai menggunakan wadah atau barang barang yang tahan lama atua bisa digunakan berulang kali. Misalkan, untuk berbelanja kamu bisa selalu membawa ecobag dalam tasmu.

Kamu juga bisa mengalih-fungsikan barang bekas daripada membeli barang baru. Misalnya, kamu bisa memanfaatkan botol selai untuk vas atau wadah sikat gigi dan kawan-kawan.

Untuk barang-barang yang sifatnya organik juga bisa, contohnya kamu sengaja menyediakan tempat untuk membuat kompos dari makanan sisa. Jadi, tidak ada hal yang terbuang dari segala yang kamu konsumsi atau kamu pakai.

5. Sebelum kamu membeli suatu barang, pikirkan benar-benar segala aspeknya

Oikirkan aspek sebelum membeli sesuatu

Nah, tips ini berguna untuk semua barang, bahkan makanan sekalipun. Sebelum kamu membeli sesuatu, pikirkan manfaatnya untukmu dalam jangka panjang, lalu apakah kamu benar-benar memerlukannya. Ini juga termasuk saat kamu membeli persediaan kulkas.

Apakah makanan tersebut cepat rusak bila kamu tidak segera sempat memasaknya, atau kamu hanya membelinya karena lapar mata. Sebenarnya tidak apa-apa jika kamu memang ingin membeli makanan yang kamu inginkan, asalkan tidak berlebihan dan beresiko mubazir.

Ada cara ampuh agar kamu tidak kalap saat berbelanja, yaitu pergilah berbelanja ketika perutmu dalam keadaan kenyang dan jangan lupa untuk konsisten pada shopping list.

Setelah kamu membeli barang semacam baju, sepatu, tas, atau barang non-organik lainnya, kamu juga perlu menerapkan one in one out. Artinya, setelah membeli satu barang baru, kamu mengeluarkan satu barang lama.

Begitu juga jika kamu membeli dua, tiga, atau seterusnya, jumlah barang yang harus kamu keluarkan juga sama. Ini akan membiasakanmu untuk konsisten dan mencegah ruanganmu sesak kembali.


Itu dia beberapa tips hidup minimalis. Awalnya mungkin terasa sulit, tapi setelah kamu coba memulai, itu tidak akan sesulit yang kamu bayangkan.

Jadi, pada dasarnya untuk menerapkan seni hidup minimalis yang kamu butuhkan adalah, buang rasa malas, bulatkan tekad, dan konsisten! Jangan khawatir, ketika kamu selalu mengingatkan dirimu untuk konsisten, dengan sendirinya kamu akan terbiasa dengan gaya hidup ini.