Mulai Jenuh dengan LDR? Tips Ini Mungkin Bisa Membantu

Untuk pejuang LDR yang sedang dilanda jenuh, percayalah, ada banyak langkah kecil yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan perasaan... dan hubungan kamu.

Mulai Jenuh dengan LDR? Tips Ini Mungkin Bisa Membantu
Photo by Everton Vila from Unsplash

Meskipun akses transportasi dan informasi di zaman sekarang sudah sangat memudahkan, yang namanya jarak jauh—apalagi kaitannya sama hubungan—tentunya bukanlah hal yang diinginkan oleh setiap pasangan.

Siapa sih, yang ingin dijauhkan dari kekasih ketika lagi sayang-sayangnya? Sudah harus dilanda rindu, prasangka, sampai beban pengeluaran yang mungkin harus jadi ekstra untuk sesekali mengunjungi si dia.

LDR sekali lagi tidak menjadi pilihan populer bagi para sejoli. Namun seringkali, persoalan hidup juga tidak banyak memberikan pilihan.

Mungkin si dia harus melanjutkan sekolah ke luar kota, kamu mendapatkan pekerjaan di tempat lain, atau salah satu dari kalian memang sejak awal berlainan domisili wilayah. Ada banyak alasan untuk mengikhlaskan LDR.

Kalau kamu sedang dilanda kegalauan karena mulai jenuh dengan status LDR, di bawah ini ada beberapa tips yang perlu kamu cermati:

Jangan Terjebak dalam Obrolan yang Monoton

Ilustrasi perempuan sedang menelepon

Kalau hubungan sudah terpisahkan jarak, maka komunikasi menjadi satu-satunya jembatan untuk menghubungkan perasaan dua anak manusia. Mulailah dengan rutin mengirimkan kabar, mengangkat topik obrolan ringan atau saling melempar lelucon-lelucon singkat.

Meski tidak perlu terpaku pada obrolan serius, hindari basi-basi monoton yang berujung sebagai tanya jawab singkat.

Rasa jenuh itu sesungguhnya muncul ketika kamu dan pasangan mulai kehabisan kata dan saling melempar basa-basi ringan yang cenderung monoton. Ditambah dengan frekuensi bertemu kalian yang juga jarang, kejenuhan dalam mengobrol ini patut diwaspadai.

Bercerita tentang hari yang kamu alami pada si dia pun tak masalah untuk sekadar membuka jalan obrolan lain.

"Komunikasi adalah kunci untuk membuka hubungan (apapun)."

Tetap aware dengan situasi dan kondisi juga, ya.

Niat kamu untuk sekadar membangun suasana di antara kalian bisa jadi berantakan kalau si dia tidak sedang ready untuk menampung recehan kamu karena mungkin sedang disibukkan oleh pekerjaan lain.

Cobalah dengan mengirimkan satu atau dua gombalan ringan di jam istirahat si dia.

"Kamu tahu enggak, bedanya kamu sama jam dua belas? Kalau jam dua belas kesiangan, kalau kamu kesayangan."

Dunia Kamu Bukan Hanya Dia

Ilustrasi marah di telepon

Kamu mungkin tipikal orang yang senang berkutat dengan macam-macam prasangka. Misalnya ketika si dia tak mengangkat telepon kamu di malam Minggu, atau ketika pesan singkat kamu di jam makan siangnya tak kunjung dibaca. Ini sindrom yang lazim bagi para pemula LDR.

Tak bisa dipungkiri kalau batasan jarak dapat memunculkan banyak pikiran negatif satu sama lain. Di fase inilah rasa jenuh itu muncul. Satu dua kali akan terbesit rasa tak nyaman dengan LDR, sehingga kamu mungkin ingin segera mengakhiri status yang menyesakkan ini.

Jangan buru-buru untuk mengakhiri. Coba cek kembali rutinitas kamu sehari-hari. Mungkin kesibukan kamu terlalu minim, sehingga urusan prasangka ini saja bisa memonopoli perasaan kamu.

Cobalah perbanyak aktivitas. Misalnya dengan menyibukkan diri dengan tugas kuliah atau pekerjaan, atau segala sesuatu lain yang membutuhkan kekuatan berpikir. Dengan begitu, hal-hal yang masih berupa prasangka tidak akan mengambil banyak peran di kepala dan hati kamu.

Kalau kamu tidak suka dengan aktivitas yang melibatkan otak, coba ganti dengan otot.

Rutin olahraga atau sekadar melakukan pekerjaan rumah bisa menggantikan rasa jenuh kamu dengan rasa capai yang berbobot. Kamu akan takjub sendiri dengan berbagai hasil yang kamu terima pada akhirnya. Sebagaimana kata pepatah lama, 

"Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui."

Buka Diri untuk Berkumpul Bersama Teman-teman

Ilustrasi berkumpul bersama teman

Kamu tidak sendirian.

Di saat kamu mulai jenuh dengan LDR, atau bahkan mulai lelah dengan segala sesuatu tentang hidup, agaknya curhat dengan teman-teman bisa menjadi salah satu opsi yang tidak buruk. 

Cobalah ingat, kapan terakhir kali kamu berbagi cerita hidup dengan temanmu? Curhat colongan di status media sosial tidak masuk hitungan, ya.

Sesekali cobalah berjalan keluar, ambil ponselmu lalu hubungi beberapa kawan lama untuk sekadar bercengkrama di bawah matahari sore. Akan ada banyak kisah baru yang bisa kamu dengar, dan akan ada banyak kata hati yang bisa kamu curahkan.

Laki-laki atau perempuan, pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, tidak bisa hidup sendirian. Sesekali bergantung pada orang lain tidak akan menjadikan kamu lemah.

"Kadangkala, teman membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersama adalah cinta yang tidak kamu sadari."

- Dian Nafi

Tapi jangan kebablasan juga. Ada batasan-batasan tipis yang harus kamu ingat bernamakan komitmen.

Jangan sampai keseruan kamu bersama teman-teman membuat kamu abai pada si dia. Memilih berada di sekitar teman-teman dengan gender yang sama mungkin akan lebih aman, terlebih kalau si dia adalah tipe pencemburu.


Beberapa tips ini mungkin bisa membantu kamu di berbagai situasi jenuh dengan LDR yang kerap mengganggu di kala sepi melanda.

Jangan termakan emosi dan membuat keputusan yang akan kamu sesali, kejenuhan ini masih bisa diselamatkan dengan langkah-langkah kecil.