Para Penulis Terkenal Ini Menemukan Inspirasi Mereka Lewat Sini

Penulis-penulis terkenal di negeri ini dapat inspirasi menulis dari mana ya?

Para Penulis Terkenal Ini Menemukan Inspirasi Mereka Lewat Sini
Photo by J. Kelly Brito from Unsplash

Katanya, inspirasi menulis bisa datang dari mana saja. Keseruan main di akhir pekan bisa dijadikan tulisan. Bakpao hits di ujung kompleks bisa diceritakan dalam bentuk naskah. Atau cita-cita esok hari yang belum tahu arah menujunya pun bisa dirangkai secara tulis.

Dari mana saja, begitu katanya.

Benar, sih. Setidaknya untuk tulisan bebas.

Namun faktanya, tidak semua hal mau dijadikan bahan oleh seorang penulis. Ada yang namanya tuntutan tema. Ada juga yang disebut kecocokan minat. Maka dari itu, seorang penulis juga perlu pilih-pilih, sampai suatu hal bisa pas betul kesesuaiannya dan bisa dijadikan inspirasi.

Hmmm. Kalau penulis-penulis besar di negeri ini, kira-kira dapat inspirasi menulis dari mana, ya?

Tere Liye

Salah satu karya dari Tere Liye

Dalam sebuah workshop menulis di Universitas Indonesia, Tere Liye yang sudah menjadi seorang penulis sejak tahun 2005 menceritakan tiga hal yang bisa cepat membantu seorang penulis dalam menemukan inspirasi.

Kata Kang Tere, perbanyaklah membaca buku, melakukan perjalanan, dan bertemu dengan orang lain. Karena sebuah cerita bisa bermula dari apa saja, maka seorang penulis hendaknya perlu keluar dari dalam kerangkeng dan meluaskan pandangannya.

Mari menyoroti perihal banyak membaca. Menurut Kang Tere, selain akan memberikan banyak ide dan sudut pandang baru, banyak membaca buku dan karya-karya lainnya juga akan memengaruhi gaya penulisan. Oleh karenanya, membaca menjadi sumber inspirasi yang tak kalah penting bagi Beliau.

Sebagaimana kata sebuah kutipan,

"Penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula."

Habiburrahman El Shirazy

Sosok Habiburrahman El Shirazy yang disalin dari halaman Twitter Beliau

Kalau pernah menonton film Ayat-Ayat Cinta, mungkin juga pernah mendengar nama Habiburrahman El Shirazy sebagai pengarang cerita aslinya.

Lewat sebuah meet and greet di Islamic Center NTB, pria yang akrab disapa Kang Abik ini menuturkan ada tiga orang yang menjadi inspirasinya menulis.

Ketiga orang tersebut di antaranya; Chairil Anwar sang sastrawan Indonesia, Imam Suyuti yang mampu menulis hingga 600 kitab, serta Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi yang juga seorang ulama sekaligus novelis asal Suriah.

Tak lupa juga para ulama di Universitas Al-Azhar, Kairo, tempat beliau menimba ilmu. Menurut Kang Abik, para ulama di sana akan dibebas tugaskan dari pekerjaan dosen jika dalam setahun tidak menerbitkan buku.

Nah, kehebatan dan kegigihan orang-orang inilah yang ternyata banyak menginspirasi Habiburrahman El Shirazy untuk tetap berkarya dalam dunia kepenulisan.

Andrea Hirata

Sosok Andrea Hirata yang disalin dari halaman Twitter Beliau

Siapa yang tak kenal Andrea Hirata?

Seorang penulis yang banyak menelurkan novel-novel inspirasi ini pertama kali dikenal oleh masyarakat luas sejak keberhasilan karya pertamanya, Laskar Pelangi.

Novel yang kini telah terjual hingga ratusan ribu eksemplar itu awalnya ditulis oleh Andrea Hirata karena terinspirasi oleh gurunya di waktu SD, Bu Muslimah.

Bersekolah di sebuah SD di daerah Belitung mempertemukan Andrea Hirata dengan Bu Muslimah, guru yang saat itu sangat dihormatinya. Rasa hormat yang besar itulah yang kemudian untuk pertama kali menginspirasi Andrea Hirata untuk mulai menulis.

Andrea Hirata sangat mengagumi tentang bagaimana Bu Muslimah yang begitu mulia berjuang mendidik Andrea kecil dan teman-temannya. Tak dapat disangkal, sosok Bu Muslimah jua yang memotivasi pria berambut ikal ini untuk terus bersekolah dan memperjuangkan cita-citanya.

Dari sana, kekaguman dan penghormatan itu berubah menjadi dorongan bagi Andrea untuk menuliskan kisah sang Ibu Guru. Hingga kini, novel Laskar Pelangi yang telah diterbitkan dalam bentuk film itu pun terus meraih kesuksesannya dan akan segera diterjemahkan dalam lebih banyak bahasa.

Dewi Lestari

Sosok Dewi Lestari yang disalin dari halaman Twitter Beliau

Penulis asal Bandung yang satu ini cukup dikenal lewat seri novelnya yang berjudul Supernova yang juga sempat diangkat dalam bentuk sebuah film di tahun 2014 lalu.

Pada mulanya, Dewi Lestari sendiri memilih untuk menuliskan kisah itu sebagai wadah untuk membantunya berekspresi dan mengungkap berbagai pemikiran besar yang ragu untuk ia sampaikan secara lisan.

Maklum saja, usia novelis wanita ini masih cukup muda kala itu, yakni ketika pikirannya mulai diusik oleh berbagai konflik agama dan masyarakat di negeri ini.

Dalam sebuah acara panel diskusi di London, Dewi Lestari mengungkapkan bahwa semua karyanya—termasuk Supernova—terinspirasi dari pencarian identitas dan tujuan hidup yang kemudian memunculkan berbagai pertanyaan filosofis.

Kemudian, pertanyaan-pertanyaan tersebut berlanjut memotivasi Dee—sebagaimana novelis ini akrab disapa—hingga banyak memunculkan isu spiritualitas dan pencarian jati diri dalam setiap cerita dan karakter di Supernova.

Pidi Baiq

Sosok Pidi Baiq yang disalin dari halaman Twitter Beliau

Lain lagi ceritanya dengan novelis penuh humor seperti Pidi Baiq. Walaupun imej Beliau lekat dengan komedi, namun siapa sangka Beliau justru sukses melahirkan karya yang luar biasa romantis semacam Dilan.

Di media massa sendiri, telah banyak beredar gosip tentang asal mula inspirasi Ayah Pidi untuk menulis novel Dilan. Namanya juga gosip, tentu hobi berkelana sampai jauh. Ada loh, netizen yang sampai ngotot kalau Dilan itu adalah Pidi Baiq sendiri.

Nah, kalau katanya Ayah Pidi sendiri nih, kisah Dilan awalnya memang terinspirasi dari cerita seorang teman yang kemudian digambarkan sebagai tokoh Milea dalam cerita tersebut—Beliau sengaja tidak membeberkan identitas mereka lebih lanjut dengan alasan menghargai privasi.

Namun, terlepas dari itu semua, tampak lagi bahwa ada penulis yang memang dapat mengawali karya besarnya dari inspirasi berupa cerita orang lain.

Asma Nadia

Asma Nadia beserta B.J. Habibie yang disalin dari halaman Twitter Beliau

Salah satu karyanya yang sempat populer terutama setelah diangkat menjadi sinetron di salah satu stasiun televisi swasta adalah Catatan Hati Seorang Istri. Kepopuleran cerita ini bahkan sempat membawanya pada beberapa kategori penghargaan tahunan.

Asma Nadia sendiri dikenal sebagai seorang penulis yang aktif berinteraksi dengan para pembaca setianya. Tak jarang Asma Nadia akan menemukan kisah menarik untuk selanjutnya diangkat ke dalam tulisan berikutnya.

Bagi Asma, curahan hati dari para pembaca telah menjadi salah satu sumber inspirasinya. Wanita kelahiran tahun 1972 ini pun berharap agar dapat menginspirasi dan memotivasi banyak orang di luar sana—khususnya wanita—melalui kisah-kisah yang telah ia publikasikan.


Masing-masing penulis di atas punya sumber inspirasi yang berbeda-beda untuk karya mereka. Ada yang menemukan inspirasi itu dari hasil olah pikiran sendiri, juga ada yang menemukannya sebagai bagian dari kisah orang lain.

Menemukan sumber inspirasi yang tepat adalah tantangan bagi masing-masing orang. Sebagaimana cinta, inspirasi juga bisa datang dari mana saja, bahkan tanpa disadari sebelumnya.

Kamu hanya perlu sedikit lebih peka.