Pengin Jadi Travel Blogger? Simak Tips Ini Dulu!

Jadilah travel blogger yang bukan cuma menarik, tapi juga helpful!

Pengin Jadi Travel Blogger? Simak Tips Ini Dulu!
Photo by Christina Morillo from Pexels

Siapa bilang travel blogging udah nggak zaman? Meski sekarang lebih banyak traveler yang menggunakan kanal YouTube untuk memamerkan karyanya, tapi travel blog juga masih diminati kok! Salah satu alasan kenapa travel blog juga masih diminati adalah, travel blog bisa menjadi tempat buat hamba-hamba misqueen kuota yang nggak sanggup buka YouTube, hehe bercanda.

Ya bisa jadi sih itu salah satu alasannya, tapi mendulang rupiah dari klik sebuah website juga sangat menjanjikan. Di samping blog ini sendiri, kamu tetap bisa membuka channel YouTube dan Instagram untuk memajang kontenmu.

Nah, yang terpenting, agar blog ini tidak sekedar jadi alternatif untuk akun YouTube-mu, kamu harus menampilkan sisi lain dalam travel blog-mu yang tidak ditemukan dalam channel YouTube atau Instagram-mu sendiri.  

Misalnya begini, dalam vlogmu tentunya sudah ada bentuk rekaman visual perjalanan, sedangkan di Instagram kamu, pastinya tidak semua foto diposting bukan? Nah, travel blog ini bisa kamu gunakan untuk tempat menautkan foto yang tidak ada di Instagram milikmu.

Tapi bukan cuma soal foto saja ya tentunya. Untuk membuat travel blog-mu ini semakin asik dan membantu para traveler yang lain, ini dia sederet tips yang kamu perlukan!

Banyak-banyak membaca berbagai travel blog

Menulis travel blog

Tentu saja sebagai pemula kamu sangat perlu belajar dari para seniormu. Pelajari bukan cuma isinya, tapi juga format blog yang rapi, ringan, tapi eye-catching, dan nyaman bagi semua orang seperti apa.

Selain itu, dengan banyak membaca blog dari para seniormu, kegiatan ini akan memperkaya kosakata yang tentu saja modal bagus untuk menulis di sebuah travel blog.

Dan ingat selalu ya, untuk bisa menulis, seseorang perlu banyak membaca.

Berceritalah, dan jangan mendeskripsikan

Menulis travel blog

Karena travel blog seharusnya disampaikan dengan gaya yang santai, tentunya sangat membosankan dong, kalau kamu menggunakan bahasa yang formal dan tipe teks yang deskriptif banget? Kecuali kalau kamu mau menulis esai yang oke, sih tidak apa-apa.

Tapi, untuk membuat travel blog mu terasa sangat dekat dengan pembaca dan nggak bikin pusing layaknya artikel yang berat-berat, kamu perlu menulis dengan gaya yang bercerita. Gaya yang bercerita itu seperti apa? Gaya yang bercerita itu bisa kamu sampaikan dengan menggunakan sudut pandang 'aku' atau 'saya', dan semacamnya. 

Karena sifatnya story-telling, kamu juga bisa menambahkan bumbu-bumbu perasaan ke dalam tulisanmu. Hah, maksudnya? Maksudnya bukan ungkapan perasaanmu yang tiba-tiba teringat si dia saat mengunjungi suatu lokasi wisata ya. Maksudnya adalah mendeskripsikan perasaan atau situasi yang kamu lihat saat mengunjungi suatu lokasi wisata tertentu.

Misalnya nih, kamu berkunjung ke pemukiman A si pegunungan B yang sarat akan atmosfer budaya. Nah, kamu bisa menyampaikannya dengan cara begini, "Ketika mengunjungi pemukiman A yang letaknya 20 KM dari kota C, saya merasa perjalanan sangat lama. Tapi, kebosanan itu dibayar lunas dengan suasana di pemukiman A yang terasa penuh keramahan penduduk dan dekorasi rumah mereka tampak sangat manis".

Kira-kira begitulah, dan tidak melulu harus perasaan bahagia saja yang bisa kamu tuangkan di sana. Kamu juga bisa menuangkan perasaan jengkel atau apapun, asal disertai dengan informasi-informasi yang membantu.

Meskipun kesannya tidak mengenakkan, hal ini akan membantu orang lain yang akan mengunjungi tempat yang sama denganmu. Sehingga, selain mereka bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, mereka juga akan berpikir ulang apakah kondisi mereka memungkinkan untuk pergi ke tempat tersebut atau tidak.

Gunakan format tulisan yang enak dibaca dan tidak terlalu panjang

Menulis travel blog

Format yang enak dibaca itu adalah semacam membubuhkan list ke dalam tulisanmu. Jadi jangan menulis semuanya dalam bentuk paragraf, karena pembacamu tentu akan bosan dan lelah. Untuk informasi-informasi yang sifatnya bisa dibuat list, buat saja demikian. Contohnya, untuk harga-harga, barang-barang atau perlengkapan, dan lain-lain.

Tidak cuma itu, agar artikel dalam travel blog-mu ini tetap terasa ringan, lebih baik buat hingga maksimal 3 kalimat untuk tiap paragraf. Dan jangan gunakan format huruf yang terlalu aneh atau warna-warni ya, karena pembacamu pasti akan merasa pusing dan lelah melihatnya. 

Cantumkan apa yang populer

Menulis travel blog

Tentu saja ketika akan mencoba sesuatu, seseorang akan penasaran dengan apa yang populer dari apa yang akan ia coba. Seperti halnya kalau kamu masuk ke restoran tertentu, menu populer akan selalu dicantumkan dan tentunya banyak pelanggan yang akan selalu bertanya apa menu populernya. Jadi, gunakan sudut pandang ala restoran ini untk travel blog-mu.

Cantumkan apa yang populer dan patut dicoba di sebuah lokasi atau kota. Bukan cuma spot atau kegiatan yang bisa dilakukan saja, tuliskan juga rekomendasi makanan lokal yang harus dicicipi ataupun oleh-oleh khas dari tempat tersebut. Dan tentu saja, jangan lupa harganya juga ya, hehe.

Kesan dan tips

Menulis travel blog

Seperti halnya kalau kamu mencari rekomendasi film, tempat makan, atau apapun, pasti yang membuatmu penasaran adalah kesan dari orang lain. Kesan dari orang lain mungkin memang tidak selalu akurat, tapi membantu untukmu dalam mempertimbangkan, ya bukan?

Seperti itulah pentingnya menuliskan kesanmu tentang suatu lokasi wisata atau tempat makan yang kamu kunjungi saat traveling. Jadi, pembaca travel blog-mu tidak akan dimanjakan dengan imajinasi mereka saja, namun juga akan bersikap lebih realistis dan tidak cuma membayangkan di awang-awang.

Jangan lupa juga, tutup tiap artikel dalam travel blog-mu dengan tips-tips yang akan membantu traveler lain. Jadi, travel blog-mu tidak akan cuma menarik, tapi juga membantu!


Inilah kira-kira beberapa tips yang perlu kamu camkan sebelum menulis sebuah ulasan perjalanan. Awali dengan banyak belajar atau membaca travel blog dari blogger-blogger yang sudah veteran. Baru deh, kamu bisa membuat tulisan yang enak dibaca dengan penyampaian story-telling, membubuhkan list, kesan, dan pastinya tips.

Yang terakhir, pastikan kamu banyak memposting foto di tiap artikelmu ya. Karena orang lain akan betah dan trafik blog-mu akan terus menanjak jika banyak visual yang memanjakan mata di dalamnya!