Pentingkah Lama Masa Pacaran?

Sudah pacaran lama tapi masih ragu untuk menikah? Atau kamu sudah berpikir tentang pernikahan tapi belum yakin dengan si dia? Seberapa penting sih lamanya masa pacaran sebelum menikah?

Pentingkah Lama Masa Pacaran?
Photo by Priscilla Du Preez from Unsplash

Dalam hubungan pacaran atau saling mengenal antara kamu dan pasangan, ada kalanya kamu mungkin berpikir untuk membawa hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius.

Di satu sisi, kamu merasa dia adalah yang terbaik buat mendampingi kamu. Namun di sisi lain, kamu mungkin juga bertanya-tanya apakah waktu yang kamu habiskan untuk mengenal dia sudah benar-benar cukup.

Untuk urusan waktu ini, ada banyak pasangan yang menganggapnya penting. Kamu mungkin salah satunya. Kamu bisa saja sudah menjalani hubungan beberapa bulan dengan si dia, namun belum sepenuhnya yakin apakah kamu sudah melihat semua sisi baik dan buruknya.

Untuk itu, meskipun topik tentang pernikahan sudah seringkali muncul di antara kalian, kamu masih dilanda keraguan untuk memberikan jawaban pasti.

Beberapa contoh kesuksesan dan kegagalan pernikahan di sekitar kamu mungkin membangun awareness tersendiri tentang pernikahan.

Ada pasangan suami istri yang tidak butuh waktu lama untuk pacaran namun kemudian mantap menikah dan hingga sekarang terbilang sukses membangun rumah tangga. Di kasus lain mungkin ada pula pasangan yang sudah saling mengenal cukup lama, namun kemudian menikah dan terantuk kegagalan.

Kemudian timbul pertanyaan, pentingkah lama masa pacaran itu?

Pacaran adalah Masa Pengenalan

Sepasang kekasih sedang jalan-jalan

Buat kamu yang menjadikan pacaran sebagai masa pengenalan, tak ada salahnya untuk menggali ingatan kamu tentang sudah sejauh mana kamu mengenal dia.

Kamu mungkin sudah tahu kegemaran dan hal-hal yang tidak disukainya. Kamu mungkin juga sudah mengenal baik lingkungan pertemanannya. Kamu lalu merasa dekat dan terhubung secara emosional dalam banyak hal dengan si dia, terlepas dari usia hubungan kalian yang mungkin baru seumur jagung.

Lalu apa itu berarti kamu sudah mengenal dia sepenuhnya?

Untuk menjejak di dunia pernikahan, penting untuk tahu hal-hal kecil yang disukai dan tidak disukainya. Kamu mungkin akan kewalahan jika setelah menikah nanti, kamu baru tahu kalau dia alergi pada makanan laut, sementara kamu sangat senang dengan segala jenis makanan yang melibatkan spesies pandai berenang itu.

Hanya sekadar tahu kesenangan dan ketidaksenangan si dia tentu tidak mutlak menjadi dasar kamu untuk membuat keputusan besar seperti pernikahan.

Di masa awal pacaran, masing-masing dari kamu tentu akan berusaha untuk menunjukkan sisi terbaik kalian. Oleh karenanya, tidak secepat dan semudah itu menyimpulkan untuk menikah.

Kamu juga perlu tahu hal-hal mendasar lain seperti bagaimana reaksi dan tindakannya ketika berhadapan dengan masalah. Tentang bagaimana dia meng-handle emosinya, tentang seberapa besar kontrol terhadap dirinya sendiri, atau tentang sejauh mana dia melibatkan kamu dalam menyelesaikan persoalannya.

Ketika kamu sudah mengenal karakternya sedalam itu, maka selebihnya menjadi keputusan kamu untuk menerima segala lebih dan kurangnya dia. Mencocokkan karakter pribadi dia dengan ekspektasi dan kepribadian kamu tentu menjadi pertimbangan yang penting.

Apakah Lama Masa Pacaran Menjadi Jaminan dalam Berumah Tangga?

Pasangan yang sedang menikah

Di tahun 2015 lalu, penelitian yang dilakukan oleh Andrew Francis‐Tan dan Hugo M. Mialon menunjukkan bahwa pasangan yang berkencan selama satu hingga dua tahun memiliki risiko 20% lebih rendah untuk bercerai, persentase ini bahkan meningkat hingga 39% bagi pasangan yang telah saling mengenal lebih dari tiga tahun.

Studi lain yang dilakukan Kelly J. Grover dkk., juga menuliskan bahwasanya,

"Lamanya masa berkencan akan berpengaruh terhadap tingginya kebahagiaan dalam sebuah pernikahan."

Menarik.

Namun, jika menilik lebih jauh, studi semacam itu tetap saja tidak dapat memberikan jaminan apapun. Segala sesuatunya akan dikembalikan lagi kepada kamu yang hendak menjalani pernikahan itu.

Tidak sedikit loh, pasangan yang dengan mantap memutuskan untuk melenggang ke pernikahan bahkan hanya dengan masa pacaran yang tidak panjang.

Beberapa selebriti tanah air bisa menjadi contoh nyata buat kamu. Sebut saja pasangan Hamish - Raisa dan Darius - Donna yang hanya menghabiskan hitungan bulan untuk saling mengenal di bawah status pacaran.

Faktanya, memang bukan lama masa pacaran yang menentukan seberapa jauh kamu mengenal pasangan, melainkan seberapa kuat komunikasi dan interaksi yang kalian bangun untuk dapat saling memahami dan menerima diri masing-masing.

Saatnya Evaluasi

Ilustrasi daftar checklist sebelum menikah

Apabila kamu masih ragu akan kesiapan hati kamu untuk melanjutkan hubungan kalian ke pernikahan, tidak ada salahnya menyisihkan waktumu sebentar untuk kembali merenungi kisah cinta kalian, karena toh seberapa penting lama masa pacaran sudah tidak lagi menjadi soal.

Jika kamu dan dia merasa sudah saling mengenal pribadi masing-masing meski hanya melalui masa pacaran yang singkat, bisa jadi komitmen dalam hubungan kalian memang sekuat itu, sehingga kalian tak menyiakan barang satu waktu pun untuk mengenal, menerima, dan memaklumi diri masing-masing.

Jika hubungan kalian sudah berjalan cukup lama, namun kamu belum menemui persimpangan untuk membelokkan langkah kalian menuju bahtera rumah tangga, kamu mungkin perlu mengomunikasikan ini lebih lanjut pada si dia. Bisa jadi ada perbedaan ekspektasi antara kamu dan dia yang perlu dicocokkan terlebih dahulu.

Tak perlu khawatir jika proses ini terasa panjang dan membuat kamu lelah. Sudah selayaknya, urusan seumur hidup ini dipertimbangkan secara matang. Sebab setiap orang tentu menginginkan partner hidup yang terbaik sekali untuk selamanya.

"Aku tak pernah menunggumu. Kamu tak pernah sengaja datang. Tapi kita sengaja dipertemukan Tuhan. Entah untuk saling duduk berdampingan atau saling memberi pelajaran. Entah untuk saling mengirim undangan pernikahan, atau duduk bersama di pelaminan."

- Rohmatikal Maskur