Antara Pekerjaan dan Tingkat Pendidikan

Benarkah ijazah merupakan hal mutlak yang harus dimiliki ketika ingin berkarir di Indonesia?

Antara Pekerjaan dan Tingkat Pendidikan
Image by Olichel Adamovich from Pixabay

Sulitnya mencari pekerjaan itu masalah dan momok untuk negara berkembang seperti Indonesia.

Kita tahu padatnya populasi tidak sama dengan perkembangan perusahaan. Itu membuat penawaran kerja lebih sedikit daripada permintaan kerja. Coba bayangkan, kalau ada perusahaan yang buka lowongan kerja, pasti yang melamar banyak, padahal cuma membutuhkan 1 hingga 5 kandidat saja. Tapi yang melamar bisa sampai ratusan orang. Hanya untuk memperebutkan satu kursi. Miris sekali ya. Tapi itulah fakta yang terjadi di Indonesia, kita tidak bisa mengelak keadaan itu.

Perusahaan dengan banyaknya orang yang melamar di perusahaan mereka, pasti perusahaan cari kandidat terbaik untuk di pekerjakan bukan? Nah, memilih dalam mempekerjakan mereka itu bukan hal yang salah kok. Tapi saya harus melihat bagaimana kriteria perusahaan tersebut mencari orang yang tepat itu.

Menurut beberapa website lowongan kerja, saya banyak lihat mereka mencari kandidat yang telah lulus S1, atau minimal SMA/ SMK lah kalau mau pekerjaan di perkantoran. Tidak ada yang salah dengan mencari dengan melihat ijazah mereka, tapi apakah kamu yakin setiap orang yang lulusan S1 akan bekerja lebih baik dibandingkan lulusan SMA/ SMK?

Atau kamu yakin orang orang dengan ijazah SMA/ SMK bakal bekerja lebih baik dari kandidat yang pegang ijazah paket C?

Kebanyakan perusahaan sekarang tidak memandang orang orang dengan lulusan ijazah paket C, tidak usah kita melihat paket C, untuk lulusan SMA/ SMK aja sudah susah mencari pekerjaan. Kenapa sih perusahaan banyak mencari ijazah? Saya paham betul ijazah itu perlu, tapi bukankah mereka bisa bekerja dan punya kepribadian yang baik itu lebih dipentingkan.

Tidak jarang orang orang pintar tanpa kelakuan yang baik menjadi seorang penjahat. Contohnya orang orang pelaku bom bunuh diri di Surabaya tahun 2018 lalu. Anda dapat telusuri, orang orang yang melakukan adalah orang orang dengan ijazah tinggi dan orang kaya. Satu keluarga yang kaya dengan pendidikan formal yang baik itu tidak menentukan seseorang itu baik juga.

Mungkin dia punya akal yang lebih pintar dan lebih banyak pengetahuan, tapi belum tentu semua mereka jujur kan? Justru mereka makin mengerti cara mengibuli perusahaan.

Ijazah memang di perlukan, tapi lebih penting lagi perilaku dan pengalaman pekerjaan. Jika kamu terus mengejar ijazah di perusahaan, bisa jadi kamu tidak mendapat kandidat terbaik. Perilaku adalah hal yang penting. Bahkan banyak dari perusahaan sudah memberlakukan psikotes untuk mengetahui keribadian calon karyawan mereka. Banyak anak dengan ijazah paket C dan SMA/ SMK memiliki potensi besar. Banyak dari mereka tidak melanjutkan kuliah bukan karena pikiran mereka tidak cukup, tapi karena tidak ada biaya. Sangat disayangkan orang orang seperti itu tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja.

Menurut saya, lebih bagus kalo orang itu punya gelar, juga dengan akhlak baik dan bisa bekerja. Wah itu pasti hebat sekali. Tapi saya ingatkan, jangan ragukan dan pandang rendah anak anak SMA/ SMK bahkan ijazah paket C. Jangan ragu memberi mereka kesempatan bekerja di perusahaanmu. Justru mereka akan lebih setia, loyal, karena mereka sadar mencari pekerjaan itu ngga mudah.

Berbeda dengan orang orang yang bergelar, kebanyakan dari mereka ber-mindset mereka mudah mencari pekerjaan dengan menggunakan ijazah mereka.

Walaupun tidak menjamin semua orang begitu, tapi tidak ada salahnya kan anda memberikan kesempatan kepada orang orang dengan menggunakan ijazah tertentu untuk diterima di perusahaanmu.