Pria, Ini Cara Menghadapi Pasangan yang Ngambek

Pasangan yang ngambek tentu akan jadi masalah serius, terlebih jika kamu para lelaki kewalahan dan salah cara menghadapinya. Temukan cara menghadapi pasangan ngambek kamu di sini.

Pria, Ini Cara Menghadapi Pasangan yang Ngambek
Image by Tú Anh from Pixabay

"Laki-laki itu harus strong."

Begitu kiranya stigma yang melekat pada masyarakat sekarang.

Tidak terkecuali dalam urusan percintaan. Lelaki sepatutnya menjadi sosok yang dapat diandalkan, kuat, serta mampu memimpin sebuah hubungan.

Sebaliknya, wanita cenderung digambarkan sebagai pribadi yang pasif. Terlepas dari watak lahiriahnya, kodrat wanita adalah mendapat perhatian dan curahan kasih sayang.

Sampai di sini, muncul sebuah stigma baru,

"Laki-laki harus bisa mengalah pada perempuan."

Terdengar egois mungkin. Tapi begitulah aturan tidak tertulis dalam menjalani hubungan percintaan.

Buat kamu para lelaki yang sedang terikat dalam hubungan cinta dengan seorang perempuan, pernah enggak kamu dan dia berselisih, kemudian berakhir dengan dia yang ngambek tak karuan?

Apa yang kamu lakukan ketika itu? Membiarkan atau sibuk mencari cara untuk mengembalikan mood-nya?

Ayo baca ulasan berikut untuk tahu cara menghadapi pasangan yang ngambek dengan tepat. Tulisan ini tentu dibuat berdasarkan perspektif seorang wanita, agar kamu tahu apa sih yang sebenarnya diinginkan mereka ketika ngambek.

1. Diam dan Dengarkan

Pasangan sedang ngobrol

Kodrat wanita yang selalu ingin dikasihi, cenderung memunculkan sifat egois dalam diri wanita ketika menghadapi laki-laki. Misalnya saja dengan selalu ingin dimengerti dalam segala kondisi dan situasi.

Ketika ngambek, wanita kebanyakan bukannya menjelaskan sebab musabab perubahan mood-nya, melainkan akan tetap diam, merajuk, dan membiarkan kamu menerjemahkan kode-kode yang dia kirimkan. Bisa karena teramat emosi, gengsi, atau mungkin sekadar ego untuk menguji perasaan kamu.

Ini biasanya dapat memancing emosi kamu sebagai laki-laki. Like, what? Tidak semua kamu laki-laki pandai mengartikan teka-teki.

Namun terlepas dari apapun akar masalah kalian, langkah pertama yang tepat ketika si dia mulai menunjukkan tanda-tanda ngambek adalah dengan diam dan cukup mendengarkan.

Sebagai laki-laki, kamu tidak bisa menghindari ini. Menyahut dan membalas omelan si dia hanya akan berimbas pada kacaunya suasana hati pasangan kamu. Maka cara yang paling bijak adalah dengan diam dan memberikan waktu pada dia untuk meluruskan pikirannya yang kusut.

Di saat seperti ini, wanita cenderung hanya ingin didengarkan tanpa bantahan apapun. Semakin tenang kamu menghadapi fase ngambek si dia, maka akan semakin cepat emosinya berubah stabil.

Hindari untuk bertanya, membuat pembelaan, apalagi terpancing emosi. Setidaknya belum.

Waktu yang tepat pasti akan datang jika kamu mau sedikit menunggu.

2. Maaf

Pasangan kekasih duduk di taman

Dalam banyak kejadian, lelaki sering tidak tahu-menahu pasal apa yang menyebabkan pasangannya mulai mengambek dan mengamuk.

Kamu mungkin pernah ketika sedang asyik mengobrol dengan pasangan, tiba-tiba si dia ngegas dan atau beringsut menampakkan wajah tak menyenangkan. Kalau kamu masih tak sadar tentang adanya sesuatu yang salah, bisa jadi kamu akan menganggap itu lucu dan justru balik menggoda pasangan kamu.

Hindari berbuat demikian.

"Ada asap, ada api."

Tak ada salahnya untuk minta maaf. Kata maaf dari kamu bisa mendinginkan hati pasangan meski hanya sepercik. Walau apa yang menjadi masalah sebenarnya mungkin belum jelas. Walau kamu sebenarnya tak tahu salah kamu dimana. Walau mungkin dalam perspektif kamu, justru si dia yang bermasalah.

Ingatlah bahwa kamu mengalah bukan selalu berarti kamu salah. Ini hanya menunjukkan bahwa kamu sedang menghormati dia. Kamu hanya sedang memberikan ruang buat si dia dan emosinya untuk berdamai.

Tahan diri kamu sebentar lagi. Plato, seorang filsuf dari Yunani bahkan pernah menyampaikan,

"Mengalah pada diri sendiri adalah kemenangan yang paling agung."

3. Diskusikan Masalah

Mendiskusikan masalah

Kalau suasana hatinya sudah mulai kondusif, tidak ada ruginya untuk kamu membuka topik tentang prahara yang sebelum ini menjadi sebab emosi bersarang di kepala dan hatinya.

Dekati, lalu rangkul hatinya. Menyuguhkan segelas teh hangat pun bisa jadi ide yang bagus.

Jangan terburu-buru melempar tanya. Awali diskusi kalian dengan basa-basi ringan. Misalnya dengan membahas teh yang baru saja kamu suguhkan untuk dia.

Sebelum ke inti masalah, setidaknya kamu perlu memastikan bahwa si dia sudah bisa diajak berkomunikasi dua arah. Kamu enggak ingin dong, setiap kalimat kamu dibalas dengan omelan pedas.

4. Bersikap Peduli

Perempuan bersandar pada bahu pria di sebuah senja

Ketika dia memutuskan untuk terbuka, kamu hendaknya merespon dengan bijak. Menjadi pendengar yang baik, lalu memberikan satu dua respon yang nyambung tentunya akan jadi penegas bahwa kamu benar-benar peduli.

Ingatlah bahwa di tahap ini, kamu pantang untuk hanya membisu sembari mendengarkan keluh kesah dia.

Kamu bisa mulai dengan memberikan tanggapan kecil dari ceritanya. Misal dengan kembali mengulang kalimat yang dia ucapkan. Ini akan membangun persepsi bahwa kamu benar-benar memerhatikan dia.

"Tadi kamu bilang .... Kalau menurutku ...."

Sesederhana itu.

"Kebaikan bisa menyinarkan cahaya pada momen gelap seseorang. Kamu mungkin tidak pernah tahu seberapa bernilainya kepedulian kamu. Buatlah perbedaan untuk orang lain hari ini."

- Amy Leigh Mercee


Sebagai laki-laki, kamu tidak perlu kamus wanita untuk bisa mengerti dan memahami teka-teka perasaan yang sedang coba disampaikan oleh wanita melalui caranya merajuk atau ngambek. Kamu hanya perlu memahami dua hal; dengar dan peduli.

Seorang filsuf dari Perancis, Voltaire pernah melafalkan sebuah baris yang sangat mengena,

"Jalan menuju ke hati wanita adalah melalui telinga"

Ingatlah untuk tidak mendahulukan emosi kamu. Segala sesuatu yang diputuskan bersama emosi hanya akan membawa sesal.