Sederet Cara Ini Akan Membuatmu Terbiasa Menulis Tiap Hari!

Menulislah tiap hari dan rasakan perbedaannya!

Sederet Cara Ini Akan Membuatmu Terbiasa Menulis Tiap Hari!
Photo by Min An from Pexels

Sebagian orang mungkin akan berpikir, "Memang apa pentingnya bisa menulis tiap hari?" Sudah bisa diduga kok, pasti banyak sekali yang berpikir bahwa tidak buta huruf dan mampu menulis untuk keperluan sehari-hari saja sudah cukup.

Di samping itu, sungguh sayang karena hanya sebagian kecil dari kita, terutama orang Indonesia yang berpikir bahwa kemahiran menulis (menyusun teks) bukan cuma sesuatu yang pokok, tapi bahkan take you to another level. 

Kegiatan tulis menulis memang masih selalu diidentikkan dengan kalangan tertentu, seperti orang-orang yang berprofesi di bidang kepenulisan, mahasiswa jurusan tertentu, dan sebagian kecil kalangan lain. Padahal, kebiasaan menulis sebetulnya bisa menjadi milik siapapun untuk dapat merasakan manfaatnya

Contoh kecil saja, saat kamu masih di usia sekolah, kamu pasti pusing banget kalau disuruh bikin karangan atau ujian menulis esai. Mental kalang kabut saat berhadapan dengan tulis-menulis ini adalah akibat dari budaya yang tidak mendekatkan kita dengan tulis menulis sejak masih kecil.

Padahal, layaknya membaca, menulis juga membantu kita untuk memahami logika yang runut.

Selain itu, menulis tiap hari juga membuatmu lebih mudah memahami diri sendiri, situasi, dan memecahkan masalah.

Dalam hal self-development, menulis bisa ditandingkan dengan penajaman skill manapun, malah kamu tinggal modal kertas dan alat tulis, atau sebuah laptop saja. 

Untuk membiasakan menulis tipa hari, mungkin kamu juga bingung harus mulai dari mana. Jadi, di sini ada sederet tips atau cara mudah agar menulis menjadi bagian dari kebiasaanmu sehari-hari!

Jangan langsung tetapkan standar yang tinggi

Tips menulis tiap hari

Untuk mengawali sebuah kebiasaan, jangan membebani dirimu karena tidak lama kemudian, mungkin kamu akan merasa cepat lelah. Untuk memulai sesuatu, mulailah dengan standar yang cukup santai. Misalnya, untuk pertama-tama, kamu cukup menulis 150-200 kata setiap harinya.

Jika kamu merasa sudah mulai terasa sangat ringan, kamu bisa menaikkan lagi targetnya menjadi 400 kata. Lakukan ini terus-menerus tiap kali kamu merasa targetmu saat itu sudah semakin ringan dan sangat terbiasa. Lama-kelamaan, jadikan goalmu menjadi 850-1000 kata tiap harinya.

Ketika kamu sudah mencapai target yang tinggi, jangan kembali ke kebiasaan untuk menulis dengan target yang rendah. Karena untuk memulainya kembali kamu mungkin akan merasa terlalu kepayahan. 

Apa yang harus ditulis?

Tips menulis tiap hari

Nah, ini dia yang sangat pasti kamu bingungkan. Tidak apa-apa, pekerjaan yang melibatkan imajinasi seperti ini memang awalnya terasa abstrak. Untuk mengawali kebiasaan menulis tiap hari, kamu bisa membuat jurnal sehari-hari. Kebiasaan ini juga sebenarnya bisa jadi akan kamu lakukan terus menerus sambil kamu menulis tentang hal yang lain.

Namun, kalau kamu ingin menulis tentang hal yang lain dan tidak tahu akan menulis apa, dalam artikel sebelumnya ada beberapa rekomendasi yang bisa jadi cocok denganmu. Yang jelas, untuk mengawali kebiasaan ini, tulislah sesuatu yang memang sangat kamu pahami.

Tidak masalah jika itu merupakan hal-hal yang sepele atau sekedar luapan perasaanmu yang merindukan seseorang. Toh, kita tidak tahu nantinya gaya tulisanmu akan mengarah ke mana. Yang paling penting adalah jadilah otentik. 

Sebenarnya memang ada cara yang bisa kamu lakukan agar ide untuk menulis senantiasa mengalir. Kamu harus lebih menajamkan sensitifitasmu pada hal-hal yang ada di sekitarmu. Perhatikan atau amati apa yang ada di dekatmu. Fokuslah pada lawan bicaramu saat sedang mengobrol, jadilah pendengar yang baik.

Dan untuk dapat menjadi sosok yang lebih peka terhadap apa yang ada di sekitarmu, kamu perlu mematikan ponsel dan menerapkan stillness, atau hadir dan menikmati apa yang terjadi saat itu.

Untuk dapat menciptakan ide, kamu tidak bisa selalu menerima banjiran informasi, kamu juga harus meluangkan isi kepala. Biarkan apa yang kamu alami atau hal-hal penting di sekitarmu menjadi sumber ide yang selalu bisa diandalkan. 

Jangan khawatir dengan hasil tulisanmu

Tips menulis tiap hari

Pada awalnuya, bisa jadi kamu merasa kurang puas dengan hasil tulisanmu. Tidak apa-apa, seperti pada poin pertama, jangan tetapkan standar yang tinggi untuk memulai sesuatu. Karena, tidak semua orang mampu legawa dengan ketidakmampuan mencapai target yang tinggi.

Seperti halnya seorang seniman, karya pertama bisa jadi kurang memuaskan. Ini semua tidak masalah, karena kamu sudah bertekad untuk menulis tiap hari, maka target pertama kita adalah prosesnya dan rutinitasnya, bukan bagus atau tidaknya.

Lebih penting lagi adalah bagaimana agar kamu tidak merusak rutinitas menulismu di tengah-tengah. Karena itu, kamu mungkin perlu alarm, pengingat, atau penanda yang akan selalu mengingatkanmu untuk menulis tiap hari.

Dan agar kebiasaan menulis tiap hari ini bisa benar-benar tercapai, kamu mungkin perlu sebuah ritme rutin. Misalnya, alokasikan waktu sekitar 10-20 menit sebelum tidur untu menulis, atau kapanpun waktu yang nyaman bagimu.

Bukan cuma itu, agar kebiasaan menulis tiap hari ini menjadi rutinitas yang kamu tunggu, ciptakan situasi yang nyaman selama kegiatan menulis ini berlangsung. Kamu bisa melakukannya dengan sambil minum latte misalnya.

Atau kamu bisa juga menulis sambil menunggu matahari terbit saat subuh. Apapun itu, ciptakan kebiasaan menulis tiap hari yang enjoyable sesuai dengan versimu sendiri.  


Untuk membiasakan menulis tiap hari, bukan hanya sekedar kebiasaan rutin saja yang kamu butuhkan. Kamu juga harus benar-benar 'mengalami' atau 'hadir' dalam segala hal yang kamu lakukan. Karena itulah, nikmati tiap detik yang kamu lakukan dan jadilah lawan percakapan yang baik saat kamu bersama orang lain.

Di samping itu, jangan pernah lupa untuk memperkaya perspektif melalui membaca. Kamu bisa juga bergabung dengan sebuah komunitas atau apapun yang akan membuat perspektifmu lebih kaya.

Menulis adalah sebuah proses, jangan terlalu mengkhawatirkan jelek bagusnya tulisanmu untuk mengawali kebiasaan ini. Biarkan saja dirimu tumbuh bersama kebiasaan menulis tiap hari itu sendiri!