Sederet Tips yang Harus Kamu Lakukan dalam Menentukan Pasangan

Karena cinta itu candu, maka kecanduanlah pada orang yang tepat.

Sederet Tips yang Harus Kamu Lakukan dalam Menentukan Pasangan
Photo by Eric Alves from Unsplash

Cinta memang buta, tetapi kamu tidak perlu dibutakan olehnya. Kamu memang tidak bisa menghendaki akan jatuh cinta dengan siapa, tapi soal apa yang akan kamu lakukan dengan cinta itu, kamu punya kuasa atasnya.

Manusia memang subjek dari cinta, tetapi kamu tentu bisa memilih akan menjadi subjek seperti apa. Apakah kamu ingin menjadi bucin atau bahkan menjadi subjek cinta platonik.

Hanya saja, terkhusus dalam memilih pasangan, entah itu pacar ataupun pendamping hidup, kamu perlu menjadi subjek cinta yang berdaulat atas perasaan dan tindakanmu. Hmm, agak berat ya bahasanya. Gampangnya, ketika kamu jatuh cinta dengan seseorang, kamu jangan bersikap pasrah menjalani hubungan atas alasan ketertarikan seksual saja. Kenapa?

Karena mendasarkan hanya dari hal tersebut itu tidak akan membuat kalian berdua berkembang, baik dalam hubungan atau pribadi masing-masing. Tenang saja, biar kamu tidak bingung, nih ada sederet tips yang harus kamu lakukan dalam menentukan pasangan.

1. Cari seseorang yang memiliki nilai-nilai selaras dengan dirimu

Sepasang kekasih sedang duduk berdua di taman

Cinta memang menyatukan dua orang dengan karakter berbeda. Tapi ini hanya kata-kata manis, kawan. Semua orang memang karakternya berbeda.

Dibanding terjebak dengan istilah ini, lebih baik kamu mencari seseorang yang mempunyai karakter berbeda, namun memegang nilai-nilai selaras denganmu. Sehingga, kalian berdua mampu membawa hubungan menuju visi yang sejalan. 

2. Sayangi seseorang yang mampu saling menghargai dan tidak hirarkis

Sepasang kekasih yang sedang berpelukan

Definisi menghormati kekasih itu tidak sederhana. Jika kamu perempuan, carilah seseorang yang tidak patriarkis. Jika kamu laki-laki, carilah seseorang yang tidak mau menang sendiri hanya karena alasan dia perempuan.

Intinya, kamu harus mencari seseorang yang memandang laki-laki dan perempuan sebagai makhluk setara (bukan sama)!

Jadi, entah kalian pacaran ataupun menjadi suami istri, kalian bisa bekerja-sama dengan baik dan tidak saling tersakiti karena ada yang merasa superior.

3. Jangan cuma cari yang asik buat kondangan, tapi juga asik buat ngobrol sampai pagi

Melakukan kegiatan di dalam ruangan bersama sang pacar

Seperti mencari teman ngopi, carilah pasangan yang bisa keep up dengan apa yang kamu obrolkan. Tentu kalian tidak mungkin 100% sama, tetapi penting untuk mencari seseorang yang bisa nyambung dan berbagi banyak hal denganmu mulai dari topik yang lucu sampai sangat serius. Hubungan dengan komunikasi yang hambar tentu akan membosankan, bukan?

4. Temukan seseorang yang pandai mencintai dirinya sendiri

Seseorang yang pandai mencintai diri sendiri

Kenapa begitu? Seseorang yang mampu mencintai dirinya sendiri tentu juga mampu mencintai orang lain. Selain itu, orang yang yang sudah mampu mencintai diri sendiri berarti ia bisa menerima segala kekurangan pada dirinya.

Artinya, ia juga memahami bahwa semua orang memiliki kekurangan sendiri-sendiri.

Jika kamu menemukan seseorang seperti ini, dijamin doi tidak akan menuntut apa-apa dari dirimu.

5. Cari tahu bagaimana dia menangani konflik dan mengatasi situasi sulit

Menangani konflik dan masalah

Mungkin, ada baiknya kamu mendaki gunung atau melakukan perjalanan bersamanya, dan tentunya hanya berdua saja.

Dalam sebuah perjalanan, hal tak terduga selalu muncul. Di situ, kamu bisa melihat sedewasa apa orang yang kamu sukai.

Utamanya, kamu bisa melihat bagaimana ia mengontrol emosi serta menangani segala masalah tak terduga.


Memulai hubungan yang impulsif bukanlah sesuatu yang bijak dan menguntungkan. Hidup ini singkat, jadi sebaik mungkin kamu perlu menghindari hubungan yang berpotensi toksik. Dan karena cinta itu candu, maka kecanduanlah pada orang yang tepat.

Di semua hubungan pasti akan ada masalah, maka carilah masalah dengan orang yang akan membuat masing-masing pribadi menjadi lebih baik. Hubungan yang impulsif dan toksik hanya akan membuatmu rugi waktu, perasaan, dan pendapatan. Nah lho, bagaimana?