Tidak Semua Paham, Ini Nggak Enaknya Jadi Seorang Introvert

Para introvert sering disalahpahami dengan stereotip yang tidak nyambung

Tidak Semua Paham, Ini Nggak Enaknya Jadi Seorang Introvert
Photo by Rafael Barros from Pexels

Jadi introvert memang banyak juga dukanya. Banyak stigma-stigma menyelimuti yang membuat para introvert dianggap sebagai orang aneh. Padahal,  dunia ini tidak diciptakan untuk para ekstrovert saja.

Kalau boleh menyimpulkan dengan beberapa contoh, di bawah ini adalah list bagaimana seorang introvert sering disalahpahami. Ya, mungkin tidak mencerminkan pengalaman tiap orang, tapi cukup mewakili duka seorang introvert secara umum.

1. Didorong untuk keluar dari zona nyaman

Tak jarang, para introvert sering didorong oleh orang-orang di sekitarnya untuk lebih banyak bergaul dan berkenalan dengan orang baru. Padahal, ada para pemilik kepribadian introvert yang memang suka membangun koneksi, dan ada yang tidak terlalu menyukainya.

Kata-kata "Kamu perlu keluar dari zona nyaman" sebenarnya tidak selalu enak didengar, karena terkadang membuat para introvert merasa bersalah gara-gara mempunyai kepribadian tersebut. Terlebih lagi, keluar dari zona nyaman juga tidak selalu bagus.

Bukankah tujuan keluar dari zona nyaman ujung-ujungnya juga untuk mencari kenyamanan yang lebih baik? Tapi kalau sudah merasa cukup dengan kenyamanan saat ini, tidak ada salahnya juga kan para introvert ini bersikap santai. Toh, semua orang punya ukuran kebutuhan dan kebahagiannya sendiri-sendiri.

2. Dikira orang yang pemalu dan tidak mau bergaul

Dikarenakan sifat para introvert yang membutuhkan waktu untuk sendiri, banyak para introvert yang disalahpahami sebagai orang yang tidak mau bergaul dan pemalu. Padahal, menjadi seorang introvert dan pemalu sama sekali tidak sama.

Pemalu adalah semacam insecurity atau rasa tidak aman ketika berada di kondisi tertentu atau di dekat orang-orang tertentu. Bukan rasa tidak aman karena adanya ancaman bahaya, tapi lebih pada rasa takut akan melakukan suatu hal yang bisa membuat orang lain menilainya secara negatif.

Lain lagi dengan tidak mau bergaul.  Tidak mau bergaul bisa berarti seseorang memiliki gangguan asosial (beda dengan anti sosial/ansos). Asosial adalah sikap sukarela untuk menarik diri. Dan ini biasanya berkaitan dengan orang-orang yang memiliki kondisi khusus. 

Introvert sering disalahpahami

3. Butuh waktu untuk berkenalan dengan orang baru

Bagi seorang introvert, perkenalan tanpa diduga bisa membuat tidak nyaman bahkan stres. Misalnya, kamu seorang yang introvert sedang hangout bareng temanmu. Tiba-tiba temanmu mengundang orang lain yang mana orang tersebut belum pernah kamu kenal. Situasi ini tidaklah mudah, karena seorang introvert bukan tipe orang yang suka basa-basi.

Sedangkan ketika berkenalan dengan orang baru, seseorang butuh basa-basi. Tentu ini situasi yang terkadang bisa sangat mencekik bagi para introvert. Untuk beradaptasi atau berbicara dengan santai mereka butuh waktu, tapi di saat bersamaan, bersikap diam juga bisa membuat si introvert disalahpahami sebagai orang yang tidak ramah. 

4. Dapat mengalami kesulitan untuk berbicara di depan umum

Bukan berarti para introvert tidak bisa menjadi seorang pembicara. Banyak sekali kok tokoh-tokoh pembicara bahkan pemimpin hebat yang bahkan seorang introvert, contohnya mantan presiden Amerika, Abraham Lincoln, dan juga Bill Gates.

Tapi, kalau di situasi yang mendadak, banyak para introvert yang kesulitan mengungkapkan pendapatnya. Contohnya, seorang introvert yang sedang antre di kasir swalayan tiba-tiba kedatangan seorang bapak-bapak yang menyerobot antreannya. Nah, si introvert ini bisa saja sangat ingin menegur bapak tersebut. Tapi, sayangnya hal itu tidak dilakukan.

Seperti inilah contohnya. Bagi para introvert, konflik bisa jadi sesuatu yang sangat melelahkan. Maka seorang introvert bisa saja hanya memendam opininya ketika dihadapkan sesuatu yang tidak mengenakkan. 

5. Mau ngajak ngomong biar gak awkward tapi tidak suka basa-basi

Ketika misalnya kamu sedang berada di sebuah ruangan hanya berdua dengan orang lain, pastilah ada awkward atau kekakuan di antara kalian berdua kan? Bagi introvert, situasi seperti ini bisa jadi sangat dilematis. Mau ajak ngobrol biar tidak kaku, juga bingung mau ngobrolin apa.

Tidak mungkin kan, tiba-tiba ngomongin hal-hal yang deep dengan orang asing. Aneh banget kalau kamu tiba-tiba nanya, "Menurut ibu, yang lebih penting work-life balance atau kaya raya?". Yang ada orang di dekatmu justru makin ambil jarak atau malah meminta sekuriti untuk menyeretmu keluar.

Introvert sering disalahpahami

6. Dicap sombong

Ini adalah salah satu salah paham yang paling bikin para introvert terluka. Gara-gara sikap hati-hati sebelum berbicara, kecenderungan tidak cepat akrab dengan orang baru, suka menikmati dunianya sendriri, membuat para introvert sering dibilang cuek, bahkan sombong. Padahal, sombong dan introvert itu tidak berkaitan.

Sombong adalah perasaan di mana seseorang merasa lebih baik dari yang lain. Beda dengan introvert, karena pengertian dasar introvert sendiri adalah jenis kepribadian yang menggunakan cara menyendiri untuk mengembalikan energi. 

7. Dikira depresi

Para introvert juga seringkali disalahpahami dengan  konklusi runyam seperti ini, yaitu depresi. Memang ketika para introvert sedang memulihkan tenaga kembali, mereka bukan cuma mencari tempat untuk menyendiri, tapi juga bisa dengan tidak menyentuh sosial media atau bahkan ponsel sama sekali.

Sederet hal ini terkadang membuat seorang introvert disalahpahami karena orang terdekatnya mengira ia sedang depresi. Padahal, mereka memang sedang lelah saja untuk bersosialisasi (bahkan lewat ponsel).

8. Banyak orang berusaha 'menyembuhkan' seorang introvert

Karena sifat pendiam, maka para introvert sering dibilang sulit bergaul, sombong, jutek, dan sebagainya, banyak orang yang memaksa para introvert untuk berubah, alias 'menyembuhkannya'.

Orang yang tidak paham dengan keunikan introvert justru malah mendorong mereka ke situasi yang sangat tidak nyaman dan malah merugikan. Dan semua upaya ini dilakukan untuk merubah introvert agar menjadi lebih ekstrovert, padahal tidak ada yang salah dengan diri introvert.

Memang, masih sulit untuk meyakinkan banyak orang bahwa introvert bukanlah sebuah ketidaksempurnaan sifat. 



Itulah sederet dukanya jadi seorang introvert. Di negara ini khususnya, masih banyak yang menganggap bahwa kepribadian ekstrovert lebih baik. Sehingga, para introvert sering disalahpahami dengan hal-hal yang bukan-bukan. Jika kamu tergolong non-introvert, semoga sederet hal di atas bisa menghapus kesalahpahamanmu ya :)