Tips Menjalani Aktifitas dengan Lebih Produktif

Jika kamu sering merasa rugi waktu, itu mungkin tandanya kurang produltif!

Tips Menjalani Aktifitas dengan Lebih Produktif
Photo by Bethany Legg from Unsplash

Pernahkah kamu merasa kehabisan waktu padahal yang kamu kerjakan belum maksimal? Jika ini bukan karena sifatmu yang take everything for granted, maka mungkin jawabannya adalah kamu mengalami masa yang kurang produktif.

Kurangnya produktifitas bisa disebabkan karena banyak hal, misalnya fisik yang sedang kurang fit, stres atau burnout, dan strategi yang kurang tepat dalam menjalani aktifitas. Tapi, menurunnya produktifitas bisa jadi tidak hanya disebabkan oleh satu single faktor saja. Bisa jadi ada gabungan dua daktor atau lebih yang menyebabkan kamu tidak terlalu produktif. 

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Tenang saja, karena ini adalah permasalahan yang cukup umum, kamu bisa mencoba sederet tips di bawah ini.

1. Persiapkan yang kamu butuhkan pada hari sebelumnya

PErsiapan sebelum hari H, packing

Salah satu penyebab kita tidak bisa produktif adalah karena waktu kita tersita untuk menyiapkan hal-hal yang seharusnya disiapkan satu hari sebelumnya. Misalkan, kamu besok harus menghadiri sebuah seminar, rapat, atau apapun, maka mulai dari yang harus kamu bawa dan kamu pakai semestinya sudah siap sehari sebelumnya.

Sedangkan kalau kamu terburu-buru menyiapkan pagi hari di hari H, kamu akan merasa terburu-buru dan jika hal ini berulangkali dilakukan, kamu akan terdorong untuk mengalami kecemasan.

Selain itu, kondisi ketika kita terburu-buru selalu berimbas pada kecerobohan-kecerobohan kecil yang justru malah menyebabkan semakin stres dan jengkel. Jadi, masih mau rebahan aja dan nggak siap-siap?

2. Memiliki janji dengan diri sendiri

Menulis jurnal setiap hari
Inilah pentingnya menulis jurnal tiap hari! Kamu jadi terikat dengan janji pada dirimu sendiri. Seperti pernah disebutkan dalam artikel sebelumnya. Menulis jurnal isinya bukan cuma apa saja yang kamu alami dan rasakan pada hari tersebut, tetapi juga apa saja yang kamu rencanakan untuk besok.

Dengan memiliki janji pada diri sendiri, kamu akan lebih berkomitmen dan lebih terarah dalam menjalani hari. Salah satu keuntungan lain dari memiliki jurnal harian adalah, otakmu akan lebih rileks karena tidak perlu mengingat apa saja yang harus dilakukan dan disiapkan di hari tersebut. 

3. Kenali dirimu, kerjakan pekerjaan yang paling menguras di jam paling produktif

Cara meningkatkan produktifitas
Masih di artikel sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengerjakan tugas yang berat dulu di jam produktif. Baru, ketika jam-jam di mana energi sudah tinggal sisa, kamu bisa mengerjakan tugas yang lebih ringan. Nah, bukan berarti semua orang memiliki jam produktif di awal hari ya (jam 9-12 siang).

Bisa jadi ada orang yang merasa lebih produktif justru setelah jam makan siang. Jadi, sesuaikan jadwalmu dengan tingkat energimu juga! Boleh saja jika kamu mengerjakan tugas yang berat belakangan karena merasa lebih produktif setelah makan siang atau bahkan agak sore.

Tapi ingat juga, jika kamu adalah karyawan kantoran, sesuaikan juga dengan kebutuhan kantor. Jangan sampai kamu mengundur tugas karena merasa belum di jam produktif pribadimu. 

4.Realistis dalam melakukan aktifitas

Bersikap realistis pada pekerjaan
Ada alasan yang cukup unik mengapa seseorang merasa tidak produktif. Yaitu ketika ia melakukan begitu banyak hal dalam satu hari. Lho, melakukan begitu banyak hal kenapa justru tidak bagus?

Bukannya tidak bagus, tapi melakukan begitu banyak hal bisa jadi malah menghasilkan efek buruk pada kepuasan dan hasil kerja kamu. Nah, kasus ini dengan catatan, kamu merasa terkejar untuk segera menyelesaikan semuanya dan tidak all out saat mengerjakan masing-masing aktifitas.

Jadinya malah ketika mengerjakan sesuatu, kamu ingin segera beralih ke hal yang lain. Kamu jadi tidak fokus dan kurang sepenuh hati dalam mengerjakan sesuatu. Ini justru akan membuatmu merasa kurang puas dan menyalahkan diri sendiri lho! 

Sebaiknya kamu bersikap realistis ketika mengatur jurnal harian. Lebih baik mengerjakan aktifitas lebih sedikit dan hasilnya maksimal, karena bagaimanapun kamu akan mendapat kepuasan dari sana. Rasa kepuasan ini bukan hal yang remeh!

Kamu bisa merasa lebih percaya diri dan bangga pada diri sendiri setelah mengerjakan sesuatu dengan baik dan sepenuh hati. Benar bukan? Dan jangan lupa, selalu beri jeda fisik dan otakmu untuk rileks di sela-sela pekerjaan, agar pikiran dan staminamu tetap terjaga!

5. Olahraga dengan teratur

Olahraga dengan teratur
Salah satu alasan kenapa kita tidak produktif bisa jadi karena beban fisik yang semakin menumpuk. Jadi, olahraga memang investasi yang sangat mahal!

Namun, ketika kamu memutuskan untuk berolahraga pun, jangan asal berangkat ya. Kenali kebutuhan tubuhmu, karena stres fisik akibat terlalu lelah berolahraga juga justru bisa membuat produktifitas dan ketahanan fisik menurun.

Sebelum menentukan porsi olahraga yang pas untukmu, kenali dulu apakah kamu memiliki tipe badan endomorph, mesomorph, atau ectomorph. Jangan sampai kamu memiliki badan ectomorph lalu kamu memforsir dirimu untuk jogging 30 menit setiap hari! Yang ada bukannya makin sehat, kamu malah makin kurus!

Olahraga sangatlah baik untuk menjaga ketahanan energi, imun, dan menjaga kestabilan metabolismemu. Ketika kamu sudah mulai teratur berolahraga, daya tahan energimu akan lebih baik dan kamu tidak mudah stres. Ketika berolahraga, hormon stres akan ikut keluar. Jadi, olahraga sangat penting untuk kita-kita yang punya aktifitas dengan tingkat stres tinggi!

6. Manajemen stres yang baik

Cara mengatasi stres
Siapa bilang kesehatan mental itu tidak penting?

Kesehatan mental juga sangat penting karena kita membutuhkannya untuk bertahan hidup!

Baik untuk kamu yang memiliki tingkat kepadatan aktifitas yang tinggi atau tidak, manajemen stres adalah hal yang sangat krusial. Kamu perlu dua tipe manajemen stres, yaitu untuk tujuan jangka panjang dan jangka pendek.

Untuk tujuan jangka pendek, hal ini diperlukan ketika kamu menghadapi berbagai situasi eneg yang selalu bisa bermunculan di sela-sela aktifitas. Dan manajemen jangka pendek ini bisa diartikan sebagai metode short escape. Kamu bisa melakukannya dalam bentuk apapun.

Misalnya, keluar ruangan untuk menghirup udara sejenak, meditasi selama 3 menit, mendengarkan lagu, tidur sebentar, menyeruput coklat, atau apapun. Pelarian-pelarian ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan dirimu setiap saat. 

Dan selanjutnya, untuk manajemen bertujuan jangka panjang, ini fungsinya adalah untuk menyegarkan kembali otak dan fisikmu secara total. Tentunya cara terbaiknya adalah liburan! Tidak harus yang mahal, di dalam kota pun cukup asalkan kamu bisa memaksimalkan dan menikmatinya.

Manfaat lain dari liburan ini adalah, untuk melepaskan semua beban yang selama ini bergelayut di dalam jiwamu. Ketika kamu liburan atau mengadakan perjalanan, kamu akan merasakan lebih banyak kesegaran dalam otak dan banyak perspektif baru yang muncul. 


Itulah beberapa tips untuk menjaga produktitifasmu dalam menjalani hari. Ingat ya, yang pertama adalah membuat jurnal dan bersiap-siap. Tidak lupa juga untuk rutin berolahraga dan miliki manajemen stresmu sendiri! Jangan ketinggalan juga untuk bersikap realistis dalam melakukan aktifitas.

Yang terpenting bukanlah berapa banyak yang kamu kerjakan, tapi seberapa maksimal yang kamu kerjakan.