Waspada Micro-Cheating! Bergaul Online tanpa Baper Bisa dengan Tips Ini

Sadar diri punya pasangan, tapi sama lawan jenis di dunia maya masih sering flirting ala-ala, pakai emoji kecup pula. Waspada, mungkin itu micro-cheating.

Waspada Micro-Cheating! Bergaul Online tanpa Baper Bisa dengan Tips Ini
Photo by gang coo from Unsplash

Dikutip dari Urban Dictionary, micro-cheating adalah segala bentuk interaksi emosional yang dilakukan kepada lawan jenis lainnya yang dapat menimbulkan perasaan tak nyaman bagi pasangan.

Misalnya nih, di grup chat warga kelas atau bahkan rekan kerja, kamu dan seorang teman lawan jenis sering nge-flirt satu sama lain, meskipun kamu sadar betul dengan status kamu yang sudah jadi pacar orang.

Atau ketika kamu secara tidak sadar berusaha tampil maksimal ketika menghadiri pesta ulang tahun kantor hanya untuk terlihat menarik bagi sesosok lawan jenis di luar sana yang entah kamu sadari atau tidak sebenarnya menggoda ketertarikan kamu.

Dan lagi-lagi, ini terjadi saat kamu masih punya pasangan.

Nah, kalau sekarang berada di posisi pasangan kamu, melihat sang kekasih sedang flirting dengan orang lain, tentu bukan sesuatu yang menyenangkan, dong.

Mungkin gak akan bikin pasangan kamu marah besar hingga minta pisah dari kamu. Tapi kalau si dia sudah sampai tahap tak nyaman dengan interaksi apapun itu antara kamu dan lawan jenis yang katamu cuma teman, berarti yang kamu lakukan itu sudah termasuk micro-cheating, loh.

Niatnya mulanya mungkin cuma bercanda. Tapi ya gak tahu juga kalau di kemudian hari jadi serius.

Ups.

Jangan tarik simpulan dulu, ya. Gak semua interaksi intim antar lawan jenis atau bahkan flirting di media sosial itu termasuk kategori micro-cheating. Semua kembali lagi kepada bagaimana kamu dan pasangan memaknai konsep cheating atau perselingkuhan.

Kalau banyak perselingkuhan melibatkan interaksi fisik, lewat micro-cheating kamu hanya berselingkuh secara emosional atau perasaan, dan ini bisa jadi hanya sepihak, serta tanpa adanya usaha apapun dari kamu untuk melanjutkan ini ke arah serius.

Karena gak ada niat untuk diseriusi, seringnya micro-cheating berakhir dengan sendirinya. Makanya, banyak yang enggak menghiraukan cheating kecil-kecilan ini sebagai sesuatu yang serius.

Namun terlepas dari poin yang terakhir, yang namanya main perasaan bisa saja keterusan, loh. Apalagi kalau pihak yang jadi partner micro-cheating kamu merespon balik secara positif.

Beuh.

Yakin, bisa berhenti gitu aja?

Tidak semudah itu, Saudara-saudara!

Yuk, mulai waspada sama yang namanya micro-cheating! Kalau terus berlanjut tentu akan membahayakan hubungan kamu dan pasangan. Sebagaimana sebuah kutipan populer yang bergelimpangan di media sosial,

"Karena yang setia akan kalah dengan yang selalu ada."

Kalau menjaga perasaan pasangan masih jadi prioritas kamu, coba yuk beberapa trik berikut untuk terhindar dari pergaulan online yang melibatkan perasaan.

1. Identifikasi bentuk pertemanan maya

Langkah pertama adalah dengan mengecek sejauh mana sih, flirting berkedok candaan itu kamu perbuat di lingkaran pertemanan kamu.

Sederhananya, kamu bisa tahu sejauh mana emosi kamu terlibat di sana melalui beberapa poin berikut:

  • Sejauh mana ia menyita waktu kamu,
  • Seberapa kuat rasa senang yang muncul ketika ada interaksi di antara kalian, atau
  • Sebesar apa kamu menaruh perhatian padanya.

Tidak jauh berbeda dengan cheating secara fisik, kan? Jelas saja, karena keduanya tetap melibatkan perasaan.

Karena ini soal kualitas, bandingkan saja dengan porsi yang kamu berikan pada pasangan kamu. Nanti aku terlihat sendiri kok, bedanya.

Kalau kamu murni hanya bercanda tanpa memendam ketertarikan apapun pada lawan ngobrol kamu, mungkin bukan soal micro-cheating yang perlu kamu waspadai, tapi lebih kepada tentang menjaga perasaan si pasangan.

Tapi kalau ternyata yang kamu dapati adalah keberadaan rasa hati yang berbeda atau sebut saja baper berlebihan terhadap lawan interaksi itu, tak ada salahnya untuk mulai waspada. Karena yang namanya perasaan bisa terus tumbuh kalau sering diberi 'pupuk'.

2. Obrolkan pada pasangan nyata

Kamu bisa saja merasa tidak sedang cheating, tapi pasangan kamu merasa tak nyaman kalau kamu seakrab itu dengan teman maya kamu.

Atau sebaliknya, setelah mengidentifikasi lingkaran pertemanan, kamu bisa saja merasa sedang mencurangi pasangan dengan lebih banyak menaruh perhatian pada rekan maya, namun bisa jadi pasangan kamu sebetulnya tidak merasa hal itu perlu diwaspadai.

Untuk mencapai keselarasan pemikiran, mengobrolkan hal ini bersama pasangan adalah perlu. Diskusikan sejauh mana batas interaksi atau perlakuan kamu pada si rekan maya itu masih dirasa wajar oleh pasangan.

Dari situ, kamu dan pasangan bisa lebih waspada terhadap batas-batas toleransi yang dibuat satu sama lain.

Sebagaimana kata Sam Louie, seorang psikoterapis yang pernah mengulas tentang micro-cheating, salah satu pertanda flirt bercanda kamu mulai melibatkan perasaan lebih adalah ketika kamu merasa enggan jika pasangan kamu mengetahui itu.

Kalau kamu masih merasa ragu untuk mendiskusikan ini dengan pasangan, bisa jadi kalau hati kecil kamu memang sedang mengiyakan bahwa flirting atau teks penuh emoticon kamu ada menyimpan emosi lebih.

3. Revisi cara bergaul

Setelah tahu batasan nyaman dan tidak nyaman buat pasangan, saatnya merevisi cara bergaulmu. Kamu tentu bisa menyesuaikan interaksi yang boleh dan tidak boleh kamu perbuat kepada si rekan maya.

Jika sebelum ini, kamu dengan mudah mengirim emoticon kecupan ala-ala bercanda pada partner micro-cheating itu, kamu bisa mulai menghindarinya kalau ternyata pasangan kamu keberatan.

Lama-kelamaan, urusan baper atau keterlibatan emosi untuk yang di sana akan mengerut dengan sendirinya, kok. Karena mengurangi kontak atau interaksi adalah cara terbaik untuk menggerus perasaan.

Habisnya, kamu sudah tidak memupukinya lagi, kan?

4. Tingkatkan quality time di hubungan nyata

Ketika bahkan seorang random yang mungkin hanya kamu kenal di dunia maya bisa menggelitik rasa tertarik dan baper kamu sampai segitunya, coba introspeksi lagi, mungkin interaksi kamu dan pasangan memang sedang sedikit renggang.

Bisa jadi ini hanya berawal dari kesibukan masing-masing atau berbagai hal lainnya yang kemudian membawa kamu kepada sebuah pelarian dan mencari kekasih bayangan. Iya, mulanya, kamu hanya kesepian.

Untuk itu, tips terbaik menyembuhkan kesepian yang berujung pada pelarian ini adalah dengan memaksimalkan quality time antara kamu dan pasangan.

Semakin sering kamu meluangkan waktu dengan pasangan, apalah artinya perasaan sesaat yang muncul saat kamu dan rekan maya hanya saling melempar gombalan.


Pada akhirnya, micro-cheating tetaplah sebuah konsep yang berdasarkan persepsi. Pada hakikatnya, batas interaksi yang boleh dan tidak boleh itu akan sangat bergantung pada toleransi yang dimiliki dalam sebuah hubungan.

Perjuangkan dulu perasaan kamu pada pasangan yang sekarang. Jangan semudah itu berpindah hati pada sosok lain yang baru kamu kenal secara maya. Dunia maya itu abu-abu, loh.